Kabar Hana Hanifah Ditangkap karena Prostitusi Daring, Ini Kata Manajernya

Kabar Hana Hanifah Ditangkap karena Prostitusi Daring, Ini Kata Manajernya

Lushviz.com – Manajer Hana Hanifah, Nico, angkat bicara terkait kasus penangkapan artis FTV berinisial HH bersama seorang lelaki di Kota Medan, Sumatra Utara, Senin dini hari WIB (13/7/2020).

Hana Hanifah yang juga artis FTV jadi nama yang disebut warganet atas kasus penangkapan dugaan prostitusi daring atau online ini. Namun, Nico mengklarifikasi bahwa sang artis masih berada di apartemennya.

“Ditangkap (di hotel)? Ah nggak ah. Dia ada di apartemen di Jakarta,” kata Nico, Senin (13/7/2020).

Keyakinan itu karena Nico masih sempat berkomunikasi dengan Hana Hanifah pukul 19.44 WIB. 

“Aku tadi malam telponan sama dia, dan dia ada di apartemen di Jakarta, nggak ada masalah. Kami bahkan video call,” beber Nico.

Pagi ini, Nico belum mendengar informasi apapun terkait kabar yang menuduhkan artisnya ditangkap polisi di Medan.

Ia lantas meragukan, apakah mungkin artisnya, Hana Hanifah bisa langsung berangkat ke Medan.

“Emang masih ada penerbangan ke Medan di atas jam sembilan malam? Karena terakhir aku komunikasi sama dia pukul 19.44 WIB dan dia bilang masih di Jakarta,” terangnya.

Sebelum diberikakan, artis berinisial HH diamankan polisi karena kedapatan bersama lelaki di Medan. 

“Kita mendapat informasi yang diduga sebagai muncikari. Dia mengaku bisa mendatangkan artis, selanjutnya kita melakukan pengintaian,” ujar Kapolres Medan Kombes Pol Riko Sunarko.

Sumber: Suara

Artis FTV Bertubuh Mungil Ditangkap Polisi Diduga Terkait Prostitusi Daring

Artis FTV Bertubuh Mungil Ditangkap Polisi Diduga Terkait Prostitusi Daring

Lushviz.com – Seorang wanita yang disebut-sebut artis FTV berinisial HH ditangkap polisi di sebuah hotel di Kota Medan, Sumtra Utara, Senin dini hari WIB (13/7/2020).

Publik figur bertubuh mungil itu diamankan personel Satreskrim dan Intelkam Polrestabes Medan. Ia diamankan polisi dari sebuah kamar hotel bersama seorang lelaki.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, membenarkan penangkapan ini. Polisi menangkap HH usai mendapat informasi adanya muncikari yang bisa menghadirkan artis.

“Saat diamankan H (23) ini bersama seorang laki-laki di salah satu hotel di Kota Medan,” kata Kombes Riko Sunarko. Keduanya diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Dari pengakuan HH, dirinya baru saja mendarat dari Jakarta dan menginap di salah satu hotel berbintang di Medan.

Untuk dugaan prostitusi daring alias online, Riko mengatakan sedang dilakukan penyelidikan terhadap keduanya.

Saat diamankan ke Mapolrestabes Medan, wanita itu menutupi wajahnya dengan masker dengan mengenakan jaket serta penutup kepala.

“Pria yang bersama HH ini juga diamankan dan dilakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan prostitusi online,” ungkap Riko.

Sumber: Suara

Aktor Bollywood Amitabh Bachchan Positif Covid-19, Anaknya Juga

Aktor Bollywood Amitabh Bachchan Positif Covid-19, Anaknya Juga

Lushviz.com – Aktor legendaris Bollywood, Amitabh Bachchan, positif terinfeksi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sang anak, Abhishek Bachchan, juga dikonfirmasi yang sama, Sabtu malam (11/7/2020) waktu setempat.

Saat ini, Amitabh dan Abhishek, dirawat di rumah sakit swasta di Mumbai. Pengumuman tentang hasil positif disampaikan Amitabh melalui akun Twitter.

“Saya telah melakukan test Covid-19 … dipindahkan ke rumah sakit … rumah sakit memberi tahu otoritas … keluarga dan staf menjalani tes, hasilnya menunggu,” kata pria berusia 77 tahun itu.

Abhishek juga memublikasikan cuitan bahwa dirinya terinfeksi. “Kami berdua yang memiliki gejala ringan telah dirawat di rumah sakit. Kami telah memberi tahu semua pihak yang berwenang dan keluarga serta staf kami sedang diuji,” tulis suami aktris dan juga Miss World 1994 Aishwarya Rai tersebut.

India memiliki kasus terbanyak ke-3 di dunia saat ini. Di mana Covid-19 menginfeksi 8.20 orang dan menyebabkan 22.000 kematian di India.

Sabtu (11/7/2020), India mencatat ada 27.114 kasus baru dalam sehari. Posisi India ada di bawah Amerika Serikat dan Brasil.

Mengapa Kita Dilarang Makan di Meja Kerja

Mengapa Kita Dilarang Makan di Meja Kerja

Lushviz.com – Kesibukan di dunia kerja kadang sampai mengambil waktu Anda terlalu banyak. Banyaknya pekerjaan yang tidak bisa ditunda, sampai kadang membuat Anda enggan beralih dari kursi kantor. Semua agar kerjaan lekas selesai, sehingga tak harus pulang larut atau lembur.

Kalau sudah seperti ini, kadang aktivitas lainnya pun mau tidak mau harus dilakukan di tempat itu juga, atau di meja kerja. Termasuk makan yang bagi beberapa pencinta deadline dan workaholic merupakan hal wajar. Baik makan besar atau hanya sekadar memakan camilan guna memancing daya kreativitas keluar.

Namun sebenarnya, tahukah Anda jika makan di meja kantor itu tidak baik. Selain karena alasan kebersihan, berkegiatan di meja kantor juga ada etikanya sendiri. Untuk itu, berikut beberapa hal alasan mengapa makanan di meja kantor tidak boleh dilakukan lagi.

Kotor

Meja kantor kodratnya memang digunakan untuk bekerja, tetapi tak jarang beberapa orang suka menggunakannya juga sebagai meja makan. Padahal hal ini salah, karena sisa-sisa makan bisa mengotori meja kantor, kuah sisa makanan, sambal, cokelat, atau cairan sisa minuman dapat merusak sambungan listrik di meja kantor. Hal ini karena meja kantor biasanya didesain mempunyai lubang di tengah untuk tempat colokan listrik.

Belum lagi meja kantor juga biasanya banyak terdapat alat kerja mulai dari laptop, gawai lainnya sehingga dokumen proyek perusahaan yang bisa rusak kena sisa makanan atau minuman yang tumpah atau terjatuh ke meja kantor.

Terlalu Lama Duduk

Masalah lainnya jika Anda senang makan di meja kantor adalah Anda bisa kelamaan duduk dan hal itu mengganggu kesehatan. Bayangkan saja, seharian Anda duduk di kursi kantor dan kemudian makan juga di sana tak meninggalkan meja kantor. Sampai pulang kantor pun Anda juga duduk di kendaraan pribadi atau bahkan transportasi umum. Anda bisa menghabiskan 14 jam lebih duduk dalam sehari.

Risikonya yang didapat dari kelamaan duduk, mulai dari obesitas, diabetes, sampai kanker. Kelamaan berdiam diri di kursi juga berdampak pada daya tubuh Anda, karena kalori yang seharusnya dibakar hanya disimpan dalam tubuh. Untuk itu perlunya refreshing sedikit dengan berjalan menjauh dari meja kantor, agar tubuh bekerja membakar kalori.

Hubungan yang Terganggu

Makan di meja kantor tidak hanya membawa dampak individu, namun juga sosial. Selalu di meja kerja tak ke mana-mana membuat hubungan Anda dengan relasi dan rekan kerja di kantor menjadi renggang. Karena walaupun tidak ikut makan, atau sibuk dengan pekerjaan. 

Sebisa mungkin Anda harus memiliki waktu bersama berkumpul dengan rekan kantor. Selain untuk kebutuhan sosial, interaksi dengan rekan kerja membawa dampak positif bagi kelancaran kinerja Anda kelak di kantor. Bisa jadi dari sifat ramah, pandai beradaptasi dan mudah bersosialisasi jadi batu loncatan Anda untuk menaikan karir ke jenjang berikutnya.

Berinteraksi dengan rekan kerja juga bisa jadi istirahat otak yang paling efektif. Bekerja terus menerus di depan meja, hingga makan di meja kantor akan membuat otak kita panas karena terus dipaksa konsentrasi ke pekerjaan. Istirahat makan siang biasanya jadi waktu yang tepat untuk mengistirahatkan otak, sehingga ketika Anda kembali, pikiran sudah lebih baik. Menjadi workaholic tentu mempunyai risiko, yaitu rentannya Anda terkena stres karena lelah pikiran dan juga fisik.

Cepat Gemuk

Makan di meja kantor sambal menatap komputer kadang membuat Anda lupa diri. Bekerja sambil memakan makanan atau camilan tanpa sadar membuat Anda lupa sehingga makanan yang disuap tiba-tiba habis. Kadang Anda tidak sadar jika sudah menghabiskan satu bungkus camilan sendirian. 

Hal ini bisa jadi bencana bagi tubuh, selain lambung menerima banyak makanan dalam sekejap. Gigi dan gusi juga bisa rusak, lantaran konsumsi makanan/cemilan dalam jumlah yang banyak. Terlebih jika Anda senang bekerja sambil minum kopi, tentunya akan sangat tidak baik jika dikonsumsi berlebihan.

Untuk itulah alangkah lebih baiknya jika kita makan di kantin atau pantry. Di kantor biasanya ada bar kecil, atau meja makan yang bisa Anda gunakan untuk makan siang. Hal ini sekaligus dilakukan untuk mengisi ulang energi tubuh dan otak agar bisa kembali fit di siang hari. Makanlah secukupnya agar ketika bekerja konsentrasi lebih terjaga dan tidak goyah diserang rasa kantuk yang biasa.

 

Warga Ngurus e-KTP Dibilang Blankonya Kosong, Giliran Buronan 30 Menit Sudah Jadi

Warga Ngurus e-KTP Dibilang Blankonya Kosong, Giliran Buronan 30 Menit Sudah Jadi

Lushviz.com – Buronan kelas kakap Djoko Tjandra bisa membuat e-KTP di kelurahan Grogol Selatan, kurang dari 30 menit. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pun mempertanyakan hal itu.

Pasalnya, kata Fadli, banyak masyarakat harus menunggu lama berhari-hari dalam pembuatan e-KTP itu sampai selesai. Sedangkan buronan, cukup dengan datang ke kelurahan dan langsung foto, lalu selesai.

“Ironisnya masih banyak warga yang belum punya e-KTP tapi prosesnya lama atau dibilang blankonya kosong dan sebagainya. Giliran buronan 30 menit sudah jadi,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7).

Melihat proses itu, Fadli Menduga adanya intervensi dari oknum. Karena banyak fakta di lapangan, bahwa masyarakat harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan e-KTP tersebut.

“Jadi ini menunjukan sistem kita mudah sekali diintervensi. Sehingga ini harusnya menjadi evaluasi,” katanya.

Sementara Fadli menilai, pihak-pihak yang membantu Djoko Tjandra dalam membuat e-KTP kilat itu bisa dievaluasi. Karena mereka telah membantu buronan kelas kakap dalam membuat e-KTP.

“Pihak yang bertanggung jawab harusnya disevaluasi,” ungkapnya.

Diketahui, ‎tersangka kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra saat ini telah memiliki e-KTP. Adapun informasi e-KTP tersebut dibuat pada 8 Juni lalu di kantor dengan dibantu oleh Lurah Grogol Selatan Asep Subhan.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali atau PK terhadap kasus ini ke Mahkamah Agung (MA). Pada 11 Juni 2009, MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Joko 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Djoko di Bank Bali sebesar Rp 546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Djoko.

Djoko Tjandra kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini pada 10 Juni 2009, sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkaranya. Kejaksaan menetapkan Joko sebagai buronan. Belakangan, Djoko diketahui kembali masuk ke Indonesia untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. []

Pernah Diramal IMF Bakal Meroket, Ekonomi Kini Malah Bikin Jokowi Ngeri

Pernah Diramal IMF Bakal Meroket, Ekonomi Kini Malah Bikin Jokowi Ngeri

Lushviz.com – International Monetary Fund atau IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia, akan melesat pada 2021. Hal ini berlaku, jika pandemi virus corona COVID-19, berakhir pada 2020 ini. Tapi ramalan ekonomi cenderung memburuk, hingga membuat Presiden Jokowi ngeri. 

Dikutip dari studi IMF berjudul ‘The Great Lockdown: Worst Economic Downturn Since the Great Depression’, pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini akan kontraksi atau negatif 3 persen. Angka itu jauh lebih buruk dibandingkan saat krisis finansial global pada 2009, yang minus 0,1 persen.  

Kondisi tersebut akan berbalik melesat pada 2021, jika negara-negara yang diserang pandemi virus corona bisa mengakhiri masalah itu pada tahun ini. Negara-negara maju, menurut laporan itu, akan tumbuh 4,5 persen. Sedangkan negara berkembang tumbuh rata-rata 6,6 persen.  

Dalam laporan itu, Ekonom IMF Gita Gopinath mencantumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya ada di angka 0,5 persen. Tapi pada 2021, meroket ke posisi 8,2 persen.  

Jika proyeksi IMF ini betul terwujud pada 2021, maka itu merupakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 8 persen terkahir kali pada 1995, tepatnya di angka 8,22 persen. 

Tapi proyeksi atau sejumlah ramalan ekonomi dari lembaga lain, menunjukkan dampak pandemi virus corona saat ini lebih buruk dari yang semula diperkirakan IMF. Hal ini bahkan membuat Presiden Jokowi ngeri. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan ekonomi global bisa minus 2,5 persen akibat virus corona. Namun kini bertambah parah hampir menyentuh 8.   

“Global ekonomi growth-nya akan minus 2,5 persen. Ganti lagi ke minus 5 persen. Terakhir, OECD bahkan-6 sampai-7,6 persen, coba. Berubah terus. Lha kalau kita tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, waduh. Bahaya banget,” ucap Jokowi.  []

Rapid Test Enggak Ada Gunanya, Rakyat Sudah Termehek-mehek

Rapid Test Enggak Ada Gunanya, Rakyat Sudah Termehek-mehek

Lushviz.com – Sekali lagi ahli wabah (epidemiolog) Universitas Indonesia Pandu Riono mengkritik masih diterapkannya rapid test di tengah pandemi corona. Menurut dia, rapid test tidak ada gunanya untuk menekan pandemi. 

“Rapid test itu enggak ada gunanya. Jadi menurut serologi saja bisa, tapi untuk deteksi orang yang bawa virus enggak ada gunanya,” kata Pandu di Jakarta, Kamis (9/7). 

Menurut Pandu, rapid test hanya akal-akalan pemerintah. Meski harga sudah dibatasi paling mahal Rp 150 ribu, tapi fakta di lapangan berbeda. 

“Orang itu ngakal-ngakalin, tesnya Rp 150 ribu, pelayanannya Rp 50 ribu, suratnya Rp 50 ribu. Jadi akhirnya Rp 300 ribu lebih,” tutur Pandu. 

Apalagi, lanjut Pandu, hasil rapid test dijadikan syarat untuk bepergian menggunakan transportasi umum. Anggapan adanya komersialisasi makin kuat. 

“Dan memang diregulasi untuk terbang, untuk ini untuk itu, bahkan untuk ujian seleksi masuk (PTN) pakai itu, itu kan pemerintah mengharapkan rapid test itu dikomersialisasikan,” jelasnya. 

“Regulasi yang bikin siapa? Pemerintah. Yang membatasi harganya, pemerintah. Rakyat kan sudah termehek-mehek,” sambung Pandu. 

Menurutnya, pemerintah sebaiknya mengalihkan anggaran rapid test untuk swab test melalui pemeriksaan PCR. Untuk itu sekali lagi ia mengimbau pemerintah menghapus rapid test. 

Sebab, banyak sekali ditemukan hasil rapid test palsu. Disebut nonreaktif padahal positif, itu karena rapid test tak mendeteksi virus secara langsung melainkan melalui antibodi. 

“Kalau itu ada dana yang digunakan pemerintah buat beli (rapid test kit) mereka juga rugi karena enggak ada gunanya untuk pandemi. Tapi kalau ada yang jualan gimana coba?” ungkap master Biostatistik dari Universitas Pittsburg, AS, ini. 

“Ada 165 jenis rapid test. Dari awal pandemi BUMN memasukkan rapid test, buat apa? (Kami) Sudah mengingatkan, kita tak butuh rapid test, butuhnya PCR,” tegas Pandu. []

Rapid Test Corona Jadi Ladang Bisnis, Hapus Saja!

Rapid Test Corona Jadi Ladang Bisnis, Hapus Saja!

Lushviz.com – Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengkritisi soal masih diterapkannya rapid test corona di berbagai lapisan masyarakat. Padahal, menurutnya rapid test bukan lagi terkait kesehatan, tetapi menjadi ladang bisnis. 

“Rapid test menjadi ladang bisnis ini karena disyaratkan. Surat keterangan nonreaktif dijadikan syarat bepergian, syarat untuk mendaftar perguruan tinggi dan sebagainya,” kata Alvin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7).  

Sehingga menurut Alvin, rapid test bukan lagi dilakukan sebagai deteksi dini corona. Sebab, masyarakat butuh untuk berbagai hal. 

Demand-nya tuh ada, orang butuh. Bukan untuk mengetahui dirinya infeksius atau tidak, tetapi itu sebagai administratif. Ini yang harus dihapuskan. Tes COVID ini tidak boleh dijadikan syarat untuk berbagai pelayanan,” tutur Alvin Lie.

Lagi pula menurut Alvin, hasil nonreaktif rapid test tak menggaransi seseorang bebas dari COVID-19. Untuk itulah ia mendorong rapid test dihapuskan oleh pemerintah. 

“Rapid test ini kan tidak menunjukkan kita ini kena COVID atau tidak. Sudahlah, kalau perlu hapus saja ini rapid test, nggak ada di Indonesia,” tegas eks anggota DPR ini 

“Hapus saja, standarnya swab test PCR. PCR itu hanya untuk orang kategori berisiko tinggi misalnya orang yang kontak dekat dengan kasus positif. Atau tinggalnya di daerah merah bahkan hitam,” sambungnya. 

Beberapa kali rapid test juga ditemukan hasil false negative. Ini juga disorot oleh Alvin. 

“Tes untuk yang menunjukkan gejala, kalau tidak, ya nggak perlu. Jadi tes ini PCR maupun rapid ini jangan dijadikan syarat, semua dihapuskan. Itu sudah penyalahgunaan,” jelasnya. 

“Misal saja setelah tes negatif kita naik angkot berdesakan, setelah naik angkot bisa saja kan positif. (Tes) Itu kan seolah-olah garansi setelah 14 hari dijamin bebas COVID,” tutup Alvin. 

Kata Gugus Tugas soal Rapid Test 

Sebelumnya, tim komunikasi gugus tugas dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan rapid test masih dibutuhkan karena 3 hal. Yaitu, Indonesia belum mampu swab test massal seluruh penduduk; untuk mendeteksi potensi siapa yang tertular; dan menekan biaya untuk uji spesimen. 

“Pada prinsipnya rapid test ditujukan kepada orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif. Rapid test tetap dilakukan yang berisiko tinggi, pelacakan yang berkontak dengan yang positif, atau disebut tracing,” kata dr Reisa  saat konferensi pers update penanganan virus corona secara live streaming di YouTube BNPB, Sabtu (20/6). []

Ekstradisi Maria Lumowa Upaya Yasonna Tutupi Malu soal Lolosnya Djoko Tjandra dan Harun Masiku

Ekstradisi Maria Lumowa Upaya Yasonna Tutupi Malu soal Lolosnya Djoko Tjandra dan Harun Masiku

Lushviz.com – Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menuding ekstradisi buronan Maria Pauline Lumowa menjadi upaya Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menutupi rasa malu atas peristiwa lolosnya Harun Masiku dan Djoko Tjandra dari sistem keimigrasian.

Maria merupakan buronan kasus pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Sedangkan Harun Masiku merupakan buronan kasus penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 dan Djoko Tjandra adalah buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

“Ekstradisi Maria Pauline Lumowa untuk menutupi malu atas bobolnya Joko Soegiarto Tjandra dan Harun Masiku,” ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).

Boyamin mempersoalkan perihal pencekalan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Ekstradisi Maria, menurut dia, menunjukkan bahwa pencekalan atas pelaku kejahatan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) adalah berlaku selamanya hingga yang bersangkutan tertangkap.

“Hal ini membuktikan kesalahan penghapusan cekal pada kasus Joko S. Tjandra yang pernah dihapus cekal pada tanggal 12 Mei-27 Juni 2020 oleh Imigrasi atas permintaan Sekretaris NCB Interpol Indonesia, padahal tak ada permintaan dari Kejagung yang menerbitkan DPO,” katanya.

Boyamin mengatakan publik menuntut keseriusan pemerintah menangkap buronan lain, seperti Djoko Tjandra, Harun Masiku, Eddy Tansil hingga Honggo Wendratno. Ia pun meminta pemerintah mencabut paspor para buron dan mendesak negara lain yang memberikan paspor untuk juga mencabutnya.

“Jika buron tertangkap cukup diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sekali pakai untuk membawa pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Yasonna menegaskan kedatangan Djoko Tjandra tak terekam dalam data perlintasan sistem keimigrasian. Ia mengklaim bersama Kejagung tengah memburu Djoko Tjandra yang merupakan Direktur PT Era Giat Prima (EGP).

“Tentang Djoko Tjandra, Kejaksaan sedang memburu, kita bekerja sama. Kemarin ada info masuk di Indonesia, kita cek data perlintasan sama sekali enggak ada. Biar jadi penelitian selanjutnya,” kata Yasonna saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Sementara terkait Harun Masiku, Yasonna telah menyampaikan terjadi perbaikan sistem keimigrasian ketika Harun Masiku tiba di Bandara Internasional Soekarno-Haatta pada awal Januari 2020. Hingga kini Harun masih dalam pencarian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

Buronan seperti Djoko Tjandra Bisa Buat E-KTP dengan Mudah, Kalau Warga Biasa kok Susah?

Buronan seperti Djoko Tjandra Bisa Buat E-KTP dengan Mudah, Kalau Warga Biasa kok Susah?

Lushviz.com – Pengamat politik Hendri Satrio punya cara tersendiri menilai peristiwa buronan kasus cassie Bank Bali Djoko Tjandra, sempat membuat KTP elektronik dalam waktu singkat di Kelurahan Grogol Selatan.

Hendri mengkritik pemerintah dengan cara yang halus lewat kicauannya di Twitter.

“Kemunculan Djoko Tjandra ini setidaknya membantah 3 tuduhan tidak benar tentang KTP, ” kicau Hendri lewat akun @satriohendri.

Dosen di Universitas Paramadina ini kemudian memaparkan tiga tuduhan tidak benar tentang e-KTP yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Pertama tentang blanko KTP tidak ada yang sering dikeluhkan masyarakat. Kedua keluhan tentang sulitnya membuat e-KTP. Kemudian ketiga soal lamanya proses pembuatan e-KTP.

Menurut pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini, Djoko Tjandra membuktikan bahwa blangko e-KTP ada.

“Bikin KTP mudah, cepat, satu lagi bahwa Pak Lurah suka membantu warganya #Hensat,” kicau @satriohendri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, pihaknya tidak memiliki data cekal seseorang.

“Sampai saat ini dukcapil tidak memiliki data tentang data cekal dan buronan, dan belum pernah mendapatkan pemberitahuan tentang subjek hukum yang menjadi buronan atau DPO dari pihak yang berwenang,” ucapnya.

Zudan menilai, ditjen dukcapil dan dinas dukcapil perlu diberi pemberitahuan tentang data orang yang dicekal, DPO atau buronan, agar kasus yang sama tidak terulang.(*)

Source link