Normal Baru, Ini Tips Mengelola Keuangan untuk Para UMKM

Normal Baru, Ini Tips Mengelola Keuangan untuk Para UMKM

Jakarta, Lushviz.com – Di tengah situasi normal baru pandemi COVID-19, mengelola keuangan, baik keuangan pribadi maupun bisnis, merupakan salah satu elemen penting untuk diterapkan di tengah situasi sekarang ini.

Oleh karena itu sebagai bagian dari rangkaian Live Akademi Instagram, Pieter Lydian, Country Director untuk The Facebook Company di Indonesia, mengundang Independent Financial Advisor dan Chairman of Value Magazine Andhika Diskartes, untuk membahas tips mengelola keuangan bagi para pelaku UMKM yang ingin membangun atau baru menjalankan bisnis online di tengah situasi normal baru.

Sesi Instagram Live bersama Pieter Lydian dan Andhika Diskartes

Selama sesi Instagram Live berlangsung, Pieter dan Andhika membahas 5 poin utama yang harus diperhatikan para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan bisnis mereka, seperti:

Melakukan analisis korelasi antara kebutuhan pasar dengan kemampuan pribadi

Sebelum memulai sebuah bisnis, para calon pelaku UMKM harus melakukan analisis korelasi antara kebutuhan pasar dengan faktor-faktor internal yang mereka miliki. Faktor-faktor internal dapat meliputi modal, tenaga kerja, ketersediaan waktu, dsb.

Salah satu kiat yang dapat dilakukan oleh para calon pelaku UMKM untuk mencari korelasi tersebut adalah dengan membuat daftar kebutuhan pasar dan faktor internal yang mereka miliki.

Setelah itu, mereka dapat menentukan bisnis yang ingin mereka geluti sesuai dengan peluang pasar yang dapat mereka penuhi, tetapi memakan modal paling sedikit.

Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis

Banyak pelaku UMKM yang sering menggabungkan keuangan pribadi dan bisnis mereka. Namun dalam berbisnis, ada baiknya jika pelaku UMKM memisahkan keuangan pribadi dan bisnis yang mereka jalankan. Tujuannya adalah memastikan pelaku UMKM tetap memiliki tabungan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, meskipun kondisi usaha yang baru mereka jalani belum stabil.

Menentukan modal usaha

Modal merupakan darah bagi sebuah bisnis. Jumlah modal yang perlu dipersiapkan sebuah bisnis tergantung dari kemampuan masing-masing calon pelaku UMKM. Untuk itu, sebelum memulai sebuah bisnis, para calon pelaku UMKM perlu melakukan perhitungan akan kesiapan modal yang mereka miliki, dan modal yang disiapkan ini setidaknya harus mampu menghidupi bisnis hingga enam bulan ke depan.

Untuk menentukan jumlah modal ini, para calon pelaku UMKM dapat membuat perhitungan sederhana untuk menilai modal yang dibutuhkan untuk setiap produk, serta memperkirakan jumlah produk yang kira-kira akan terjual setiap bulannya. Dengan demikian, mereka akan dapat menentukan modal yang diperlukan dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

Melakukan pinjaman modal

Salah satu cara yang dapat dilakukan bisnis untuk menambah modal usaha adalah dengan melakukan pinjaman modal. Akan tetapi, sebelum melakukan pinjaman modal, para pelaku UMKM perlu memahami cara kerja pinjaman modal yang ditawarkan dan membuat perhitungan terkait kesiapan bisnis dalam melakukan pinjaman modal tersebut.

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan pelaku UMKM dalam menentukan kesiapan bisnis mereka adalah dengan memahami perhitungan pengembalian pinjaman sekaligus bunga yang akan dikenakan kepada mereka setiap bulannya.

Kemudian, para pelaku UMKM dapat menghitung arus kas mereka dalam jangka waktu enam hingga tujuh bulan ke depan untuk menilai apakah bisnis mereka mampu membayar nominal pinjaman beserta bunganya tersebut.

Bisnis offline vs online

Di tengah perkembangan teknologi di era new normal ini, calon pelaku UMKM juga memiliki opsi untuk menjalankan bisnis secara online. Andhika Diskartes menjelaskan bahwa menjalankan bisnis secara online maupun offline memiliki prinsip dasar yang sama.

Akan tetapi, dengan berjualan secara online, pelaku UMKM akan dapat mengurangi biaya produksi dan pemasaran mereka.

Ditambah lagi dengan kehadiran media sosial seperti Instagram yang telah memiliki pasar yang stabil bisa membantu pelaku UMKM memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara.

Pieter Lydian, Country Director untuk The Facebook Company di Indonesia, menambahkan, “Melalui program Akademi Instagram, Facebook dan Instagram ingin terus memberikan informasi yang relevan serta berbagai insight bisnis yang bisa membantu para pelaku UMKM memaksimalkan pengguna Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Kami berharap dengan adanya akses pasar yang luas, para pelaku UMKM Indonesia dapat semakin bertumbuh dan naik kelas.”