Cori Gauff Siap Mengguncang French Open Musim 2020

Cori Gauff Siap Mengguncang French Open Musim 2020

Berita Tenis: Saat berusia 14 tahun pada musim 2018, Cori Gauff memenangkan gelar French Open kategori junior dan menjadi petenis termuda yang memenangkannya sejak Martina Hingis pada musim 1993.

Sejak saat itu, para penggemar tenis semakin mengenal petenis sensasional AS yang terbiasa memecahkan rekor terkait usia dalam 15 bulan terakhir.

Sebagai contoh, di Wimbledon musim lalu, petenis peringkat 51 dunia menjadi petenis termuda yang menembus pekan kedua Wimbledon sejak musim 1991 dan menjadi petenis termuda yang terkualifikasi di Grand Slam grass-court tersebut.

Awal musim ini di Grand Slam Melbourne, ia bahkan menundukkan juara bertahan, Naomi Osaka untuk menjadi petenis termuda yang menembus pekan kedua Australian Open sejak Hingis pada musim 1996.

Kembali ke Roland Garros, Paris, ia mengincar untuk mempertahankan catatan impresif tersebut di babak pertama ketika melawan petenis unggulan kesembilan, Johanna Konta, semifinalis French Open musim lalu.

Gauff yang menginjak usia 16 tahun pada Maret lalu, gagal di babak kedua kualifikasi French Open musim lalu, tetapi musim ini, ia siap mengguncang Roland Garros.

Mantan petenis yang pernah menjuarai French Open sebanyak dua kali, Jim Courier bersemangat untuk melihat apa yang bisa dilakukan juniornya.

“Ia juara kategori junior di Grand Slam itu,” ungkap Courier. “Ia menyukai clay-court. Lapangan itu bukan pembatas yang akan membatasinya. Itu adalah peluang.”

“Ia masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan. Rasanya akan luar biasa melihatnya bermain di sana dan melihat apa yang bisa ia lakukan. Kita semua tahu bahwa ia bukan seseorang yang takut dengan kotornya tanah merah.”

Gauff sendiri merasa bersemangat untuk bermain di kota favoritnya dan terus melangkah maju. Pekan lalu, ia mengantongi kemenangan atas Ons Jabeur di Italian Open, Roma, lalu menyudutkan juara French Open musim 2016, Garbine Muguruza untuk melalui laga tiga set di babak kedua.

Gauff yang kalah dari Anastasija Sevastova di babak pertama US Open, menyatakan bahwa pengalaman bermain di tiga turnamen hard-court memberinya hal positif untuk mengetahui di mana level permainannya.

“Saya tidak merasa saya berada di lapangan yang paling membuat saya nyaman, tetapi saya pikir saat ini saya benar-benar menemukan jalan saya,” ungkap Gauff di Roma.

“Saya pastinya bisa merefleksi setelah US Open, belajar, berlatih, dan berusaha mempersiapkan diri untuk musim clay-court.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Cori Gauff