6 Perbedaan Huawei Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro Plus

6 Perbedaan Huawei Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro Plus

Huawei kembali mengeluarkan ponsel flagship berkualitas dengan tajuk Huawei Mate 40 series yang notabene merupakan penerus dari Huawei Mate 30 yang hadir duluan di tahun 2019.

Ciri khas dari Huawei Mate series adalah kemampuan chipset yang gahar serta lebih fokus pada pengalaman pengguna. Itu mengapa baik Huawei Mate 30 dan 40 sama-sama menawarkan fitur navigasi udara tanpa harus menyentuhkan jari ke layar.

Anda bisa kunjungi artikel perbedaan Huawei Mate 40 dan 30 jika memang tertarik, karena kali ini kami akan membahas perbedaan ketiga anggota dari Huawei Mate 40 series yang mencakup Huawei Mate 40, Huawei Mate 40 Pro, dan terakhir Huawei Mate 40 Pro Plus.

Spesifikasi Huawei Mate 40

  • Rilis: November 2020
  • Layar: OLED 6,5 inci
  • Chipset: Kirin 9000E 5G
  • GPU: Mali-G78 MP22
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128/256 GB
  • Memori Eksternal: Memori Nano hingga 256 GB (slot SIM bersama)
  • Kamera Belakang: 50 MP + 8 MP + 16 MP
  • Kamera Depan: 13 MP
  • Baterai: Non-removable  Li-Po 4200 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Spesifikasi Huawei Mate 40 Pro

  • Rilis: November 2020
  • Layar: OLED 6,76 inci
  • Chipset: Kirin 9000 5G
  • GPU: Mali-G78 MP24
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 256/512 GB
  • Memori Eksternal: Memori Nano hingga 256 GB
  • Kamera Belakang: 50 MP + 12 MP + 20 MP
  • Kamera Depan: 13 MP + TOF 3D
  • Baterai: Non-removable  Li-Po 4400 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Spesifikasi Huawei Mate 40 Pro Plus

  • Rilis: November 2020
  • Layar: OLED 6,5 inci
  • Chipset: Kirin 9000 5G
  • GPU: Mali-G78 MP24
  • RAM: 12 GB
  • Memori Internal: 256 GB SFS 1.0
  • Memori Eksternal: Memori Nano hingga 256 GB (slot SIM bersama)
  • Kamera Belakang: 50 MP + 12 MP + 8 MP + 20 MP + TOF
  • Kamera Depan: 13 MP + TOF
  • Baterai: Non-removable  Li-Po 4400 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Perbedaan Huawei Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro Plus

Meski namanya sekilas terlihat mirip, namun ketiga produk dari Huawei ini punya beberapa perbedaan di berbagai sektor. Ingin tahu perbedaannya? Bisa cek artikel berikut ini.

1. Chipset

kirin 9000e

Mate 40 Series adalah lini produk flagship dari Huawei yang bisa tahan sekalipun “disiksa” dengan game-game super berat. Pasalnya, ketiganya memang sudah pakai chipset terbaik di kelasnya.

Tapi, Huawei Mate 40 reguler yang notabene adalah versi tertingannya, menggunakan chipset yang berbeda dari kedua saudaranya. Mate 40 mengantongi Kirin 9000E 5G, sedangkan Mate 40 Pro dan Pro Plus memakai Kirin 9000 5G.

Lah, memang apa bedanya Kirin 9000E 5G dan Kirin 9000 5G? Sebenarnya sih keduanya tidak begitu jauh berbeda, hanya saja Kirin 9000E 5G lebih bisa dianggap sebagai versi ringan dari Kirin 9000.

Keduanya tetap menawarkan konfigurasi CPU yang sama, yakni satu buah Cortex-A77 yang punya kecepatan hingga 3,31 GHz, disusul dengan tiga buah Cortex-A77 yang punya clock speed 2,54 GHz, dan terakhir ada Cortex A55 sebanyak empat buah dengan kecepatan hingga 2,05 GHz.

Keduanya juga sama-sama pakai Mali G78. Bedanya, GPU pada Kirin 9000E hanya mencakup 22 core sedangkan Mali G78 pada Kirin 9000 sudah pakai 24 core.

Perbedaan ini juga berlanjut pada konfigurasi NPU, di mana chipset Huawei Mate 40 terdiri dari 1 big core dan 1 tiny core. Tidak seperti chipset Huawei Mate 40 Pro dan Pro Plus yang menghadirkan 2 big core dan 1 tiny core. Dijamin kalau soal performa, Huawei Mate 40 reguler tidak akan tertinggal jauh dengan kedua kakanya.

2. Jenis dan Varian Memori Internal + RAM

huawei mate 40 desain bodi fixed ratio

Ini perbedaan yang hampir selalu ada pada setiap perbandingan, yakni varian memori internal dan RAM. Mate 40 reguler punya beberapa pilihan kapasitas yang sudah terbilang besar untuk sekelas flagship, memiliki varian 128 GB dan 256 GB serta RAM 8 GB untuk kedua versi memori internal.

Kapasitas ini lebih meningkat lagi pada Huawei Mate 40 Pro di mana variannya menjadi 256 GB/8 GB RAM dan 512 GB/8 GB RAM. Entah untuk apa Anda membutuhkan memori internal 512 GB, tapi layak diketahui kalau Mate 40 Pro memang menawarkan kapasitas sebesar itu.

Lalu bagaimana dengan Mate 40 Pro Plus? Pastinya punya kapasitas memori internal lebih besar lagi, bukan? Nope. Justru Mate 40 Pro Plus hanya mentok di 256 GB. Tapi, tipe memorinya lebih unggul. Sementara Mate 40 dan 40 Pro berada di tipe memori UFS 3.1, Mate Pro Plus menggunakan tipe SFS 1.0. Dan, kapasitas RAM-nya hanya tersedia pada satu varian saja: 12 GB.

Dengan mengusung SFS 1.0, Huawei Mate 40 Pro Plus punya kecepatan transfer data dan tulis hingga dua kali lipat dari UFS 3.1. Sebagai informasi, SFS 1.0 ini juga turut hadir pada Huawei Mate 40 RS Porsche Design.

3. Kamera

huawei mate 40 pro kamera

Perbedaan ini berlanjut ke sektor fotografi. Walau tidak seperti Huawei P series yang lebih fokus ke kamera, tapi ketiganya ini tetap punya kemampuan fotografi yang tidak terkalahkan.

Pada ketiga Huawei Mate 40 series, Anda akan menemukan satu lensa utama 50 MP f/1.9 dengan ukuran sensor 1/1.28 inci. Nah, kamera pendamping lainnya lah yang berbeda-beda.

Huawei Mate 40 vanila ditambahkan dengan lensa 8 MP f/2.4 untuk fungsi telefoto yang bisa melakukan 3x zoom optik. Lalu, ada pula lensa 16 MP f/2.2 yang punya fungsi ultra lebar.

Huawei Mate 40 Pro lebih unggul lagi, ia mencakup sensor 12 MP periskop telefoto yang bisa zoom optik hingga 5x tanpa kehilangan kualitas, serta sensor ultra lebar 20 MP f/1.8.

Nah, yang punya jumlah kamera terbanyak adalah Huawei Mate 40 Pro Plus. Konfigurasi lima kameranya mencakup empat lensa pendamping yang merupakan sensor 12 MP teleskop 3x optik zoom, lensa 8 MP periskop teleskop dengan kemampuan 10x zoom optik, lensa ultra lebar 20 MP, dan terakhir adalah sensor Time of Flight 3D sebagai sensor kedalaman.

Ketiganya sama-sama bisa merekam video 4K pada frame rate 30 dan 60 FPS. Bedanya, kalau Mate 40 biasa hanya mentok di frame rate 240 pada resolusi 1080p, Mate 40 Pro dan Pro Plus bisa mencapai frame rate 480 FPS.

Sekarang beralih ke bagian depan, di mana Huawei Mate 40 hanya dibekali dengan satu lensa utama 13 MP. Dua kakaknya yang lain juga mengemas resolusi kamera selfie yang sama, tapi Huawei Mate 40 Pro dan Pro Plus ada tambahan satu kamera lainnya berupa ToF 3D sebagai sensor biometrik dan kedalaman.

4. Kapasitas dan Fitur Baterai

huawei mate 40 pro fast charging

Produktivitas bisa terganggu kalau ponsel tiba-tiba mati karena habis baterai. Itu mengapa perbandingan kapasitas juga jadi penting untuk mengetahui mana di antara trio Huawei Mate 40 ini yang bisa memberikan durasi pemakaian paling panjang.

Yang memiliki kapasitas baterai paling sedikit adalah Huawei Mate 40. Perangkat ini mengemas baterai Li-Po 4.200 mAh yang dikombinasikan dengan fast charging 40 W untuk pengisian daya yang lebih ngebut. Sedangkan, kedua kakanya lebih unggul lagi dengan menghadirkan kapasitas 4.400 mAh. Tidak hanya lebih besar, pengisian dayanya pun lebih cepat karena menggunakan fast charging 66 W.

Ketiganya juga menyediakan fitur wireless charging walau dengan kecepatan yang berbeda-beda. Lagi-lagi, Huawei Mate 40 sebagai varian teringannya hanya mendapatkan fast wireless charging 40 W saja, lebih kecil dari kedua kakaknya yang pakai daya 50 W.

Huawei Mate 40 Pro dan Pro Plus juga kemampuan wireless charging-nya bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat lain seperti HP, tablet, atau beberapa aksesoris nirkabel semacam earphone.

5. IP Rating

huawei mate 40 layar

Sudah sewajarnya ponsel yang berada di kelas harga Huawei Mate 40 series mengantongi sertifikasi IP rating. Hal ini bertujuan agar perangkat memiliki ketahanan lebih kuat terhadap air dan debu. Tidak ada yang tahu kapan kita akan menjatuhkan ponsel, bukan?

Ketahanan perangkat terhadap air dan debu tentu saja berbeda-beda, tergantung dari IP rating yang dimilikinya. Huawei Mate 40 misalnya, yang hanya bisa bertahan dari percikan air saja dengan sertifikasi IP53. Berbeda dengan Huawei Mate 40 Pro dan Huawei Mate 40 Pro Plus yang sudah pakai IP68, sehingga mampu bertahan di genangan air sedalam 1,5 meter hingga durasi 30 menit.

6. Harga

huawei mate 40 desain bodi

Meski ketiganya punya harga masing-masing, mereka tetap berada di kelas harga di atas Rp10 jutaan sehingga memang membuat konsumen perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membawanya pulang.

Pertama-tama, ada Huawei Mate 40 yang tentu menawarkan banderol harga paling murah, yakni 899 euro atau setara dengan Rp15,7 juta. Di atasnya lagi merupakan Huawei Mate 40 Pro yang bisa dibawa pulang seharga 1.199 euro, sekitar Rp209 juta. Dan pastinya, Huawei Mate 40 Pro Plus lah yang paling mahal di antara ketiganya, memasang banderol harga 1.399 euro atau Rp24,4 juta.

Harga di atas mengacu pada versi RAM dan memori internal dengan kapasitas terkecil untuk masing-masing ponsel. Dengan mengetahui harganya, Anda bisa menilai sendiri mana dari ketiganya yang paling worth it.

Simpulan

Kalau tidak butuh-butuh amat RAM besar atau memori internal dengan kecepatan kencang, mungkin tidak perlu memilih Huawei Mate 40 Pro Plus. Tapi memang versi tertinggi ini punya kemampuan kamera paling bagus karena bisa melakukan zoom paling banyak.

Huawei Mate 40 Pro terasa lebih balanced di antara ketiganya, menawarkan fast charging super kencang dengan kapasitas baterai lebih besar. Dan, sudah pakai Kirin 9000 5G juga kalau-kalau Anda takut Huawei Mate 40 biasa tidak memberikan performa yang diekspektasikan.

Kalau versi teringannya, Huawei Mate 40 reguler memang tetap terbilang tangguh dengan Kirim 9000E 5G, tapi tidak setangguh kedua kakaknya. Huawei sendiri mengklaim kalau chipset pada trio Huawei Mate 40 series ini punya performa lebih baik dari Snapdragon 865 Plus. Jadi apapun yang Anda pilih, tetap bisa memainkan game berat apapun tanpa kecuali, dengan pengaturan grafis “rata kanan”.

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Jakarta, Lushviz com – Oppo secara resmi meluncurkan perangkat A15 di Indonesia. Oppo A15 tampil untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan komunikasi dan hiburan. Perangkat ini datang dilengkapi dengan layar besar 6.52 inci yang akan memberikan kenyamanan untuk menikmati konten multimedia dan 3 kamera dengan kecerdasan buatan untuk menghasilkan foto yang lebih tajam dan jernih.

Mulai 27 November 2020, Oppo A15 hadir dalam dua pilihan warna Dynamic Black dan Fancy White, dijual dengan harga Rp1.999.000 pada jaringan offline dan online pada berbagai situs e-commerce terkemuka di Indonesia.

“Kami senang dapat memperkenalkan Oppo A15, perangkat yang dapat memenuhi kebutuhan esensial pengguna terutama untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga pada masa pandemi seperti ini. Kehadiran layar besar 6.52 inci dihadirkan untuk menunjang kebutuhan berbagai kegiatan daring termasuk bekerja maupun belajar. Tidak lupa, kami juga melengkapi perangkat ini dengan 3 kamera utama yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna untuk mendokumentasikan berbagai momen spesial,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.

Komitmen Oppo untuk membawa teknologi ke seluruh lini perangkatnya tercermin dengan kehadiran 3 kamera utama yang juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Kamera utama Oppo A15 mengusung sensor 13MP untuk menghasilkan foto yang tajam dan cerah, ditambah dengan kamera Makro 2MP, pengguna juga dapat mengambil foto dengan jarak terdekat 4cm.

Kamera Depth Sensor 2MP membuat foto tampil impresif dengan efek bokeh pada latar belakang. Kemampuan kamera depth sensor ini ditingkatkan dengan fitur Portrait Bokeh yang dapat menyajikan latar belakang blur tampil lebih natural dan juga dapat dipercantik dengan kehadiran 6 filter portrait yang unik.

Dengan mengkombinasikan fitur Dazzle Color dan AI Scene Recognition, Oppo A15 menawarkan fitur baru AI Scene Enhancement yang membuat kamera dapat lebih pintar mengenali objek dengan melakukan optimasi pada 21 adegan berbeda. Oppo melakukan optimisasi filter pada kamera depan dan kamera utama dengan memberikan opsi 15 filter foto yang stylish dan 10 filter untuk perekaman video.

Oppo A15 dilengkapi kamera depan 8MP yang hadir dengan fitur AI Beautification, fitur ini dapat menyesuaikan swafoto berdasarkan usia, jenis kelamin, warna kulit dan jenis kulit untuk menghasilkan foto lebih natural.

Oppo A15 membawa layar 6.52 inci berjenis tetesan air dengan rasio layar ke perangkat sebesar 89%. Layar HD+ beresolusi 1600 x720 pixel ini dapat menghasilkan gambar yang lebih jernih dan juga tajam.

Layar ini dilengkapi dengan fitur Eye Comfort Filter yang berfungsi mengurangi kelelahan mata akibat menatap layar dalam waktu lama. Oppo A15 menyajikan ketebalan 7.9 mm dan teknologi 3D curved body, membuatnya nyaman digengam dalam satu tangan.

Di sisi perangkat keras, Oppo A15 dilengkapi dengan RAM 3GB dan penyimpanan internal 32GB yang dapat diperluas hingga 256GB. Dengan kehadiran prosesor Mediatek Helio P35, Oppo A15 menawarkan perangkat yang gegas dengan performa tinggi sambil tetap menghadirkan daya tahan baterai terbaik di kelasnya.

Oppo A15 membawa fitur Memory Defragmentation 2.0 yang dapat meningkatkan performa keseluruhan perangkat sebesar 5 %. HyperBoost 2.1 mengkombinasikan FrameBoost dan TouchBoost memberikan pengalaman gaming yang lebih mulus dan responsif.

Ditenagai dengan baterai sebesar 4230mAH, Oppo A15 menawarkan waktu penggunaan seharian penuh tanpa isi ulang daya. Untuk membuka perangkat, Oppo A15 dilengkapi dengan Rear Fingerprint Sensor dan AI Face Unlock.

Oppo A15 berjalan pada sistem operasi ColorOS 7.2 yang membawa fitur menarik seperti Dark Mode, 3-finger Scolling Screenshot yang kini mendukung mode horizontal dan tangkapan dokumen PDF, Icon Pull-Down Gesture yang mempermudah navigasi pada layar besar dan Smart Sidebar yang dapat memberikan akses cepat pada aplikasi essensial yang sering digunakan.

Oppo A15 hadir di Indonesia mulai 27 November 2020. Hadir dalam dua pilihan warna Dynamic Black dan Fancy White, perangkat ini dijual dengan harga Rp1.999.000 pada jaringan luring Oppo Store di seluruh Indonesia atau melalui jaringan daring Oppo Official Store yang terdapat pada berbagai situs e-dagang terkemuka di Indonesia.

8 Perbedaan Smartphone Realme Narzo 20, 20A, dan 20 Pro

8 Perbedaan Smartphone Realme Narzo 20, 20A, dan 20 Pro

Pada bulan November 2020, Indonesia telah kedatangan generasi penerus dari Realme Narzo, yakni realme Narzo 20 dan realme Narzo 20 Pro. Pembicaraan seri Narzo ini memang selalu menarik, karena menyongsong pasar anak muda yang hobinya bermain game. Itu mengapa, di setiap produk Narzo pasti Anda menemukan chipset yang powerful di kelasnya, serta kapasitas dan fitur pengisian daya yang terbaik.

Bahkan strategi value for money pada produk Narzo juga tercermin pada realme Narzo 20A, varian termurah di Narzo 20 series. Meski berada di harga Rp1 jutaan, tapi keunggulan-keunggulannya tetap mampu membuat Anda tercengang. Nah, seberapa jauh sih perbedaan dari Trio Narzo ini? Berikut kami sajikan spesifikasi masing-masing anggota dan juga daftar perbedaannya.

Spesifikasi realme Narzo 20

  • Layar: IPS LCD, 6.5 inches
  • Chipset: MediaTek Helio G85
  • CPU: Octa-core 2.0 GHz
  • GPU: ARM Mali-G52
  • RAM: 4 GB
  • Memori Internal: 64 GB
  • Memori Eksternal: microSDXC (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 48 MP + 8 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 8 MP
  • Baterai: Non-removable Li-po 6000 mAh

Cek Harga dan Spesifikasi Selengkapnya

Spesifikasi realme Narzo 20A

  • Layar: IPS LCD, 6.5 inches
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 665
  • CPU: Octa-core (4×2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 260 Silver)
  • GPU: Adreno 610
  • RAM: 3 GB, 4 GB
  • Memori Internal: 32 GB, 64 GB
  • Memori Eksternal: microSDXC (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 12 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 8 MP
  • Baterai: Non-removable Li-po 5000 mAh

Cek Harga dan Spesifikasi Selengkapnya

Spesifikasi realme Narzo 20 Pro

  • Layar: IPS LCD, 6.5 inches, Corning Gorilla Glass
  • Chipset: Mediatek Helio G95
  • CPU: Octa-core (2×2.05 GHz Cortex-A76 & 6×2.0 GHz Cortex-A55)
  • GPU: Mali-G76 MC4
  • RAM: 6 GB, 8 GB
  • Memori Internal:64/6 GB, 128/8 GB | UFS 2.1
  • Memori Eksternal: microSDXC (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 48 MP + 8 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan:16 MP
  • Baterai: Non-removable Li-Po 4500 mAh

Cek Harga dan Spesifikasi Selengkapnya

Perbedaan realme Narzo 20, 20A, dan 20 Pro

Setelah menyimak ketiga spesifikasi di atas, kini waktunya Anda menyelami lebih dalam lagi soal perbedaan Narzo 20, 20A, dan 20 Pro. Berikut ini delapan poin perbedaannya.

1. Chipset

realme narzo 20 pro performa

Perbedaan ketiga ponsel ini cukup jauh berbeda, termasuk salah satunya dari performa yang bisa Anda harapkan saat bermain game. Dengan chipset Snapdragon 665, Realme Narzo 20A menawarkan performa yang paling ringan di antara ketiganya.

Berbeda dengan realme Narzo 20 yang sudah dibekali MediaTek Helio G85 dengan fabrikasi 12 nm, menjadikannya salah satu HP di harga Rp2 jutaan yang bisa bermain game berat secara kencang. Terakhir adalah realme Narzo 20 Pro sebagai versi paling tinggi, dikemas dengan balutan SoC MediaTek Helio G95 sebagai kontestan terkuat di kelasnya.

Walau benchmark AnTuTu v8 bukan representasi yang paling tepat untuk menggambarkan performa nyata, Anda tetap bisa menjadikannya sekadar acuan. Realme Narzo 20A hadir dengan skor 170.500, sementara realme Narzo 20 reguler meraih 205.000 poin. Realme Narzo 20 Pro sebagai yang terkuat menghadirkan performa yang tinggi, mencapai skor 301.582 pada pengujian AnTuTu v8.

2. Kamera

realme narzo 20 pro kamera

Pertama-tama, adalah realme Narzo 20 yang menyuguhkan konfigurasi Triple Camera seperti realme Narzo 20A. Tapi, resolusi kameranya berbeda-beda. Narzo 20 punya lensa utama 48 MP f/1.8 dengan fitur PDAF dan ukuran sensor 1/2.0 inci. Ditemani oleh dua lensa lainnya yaitu 8 MP ultra lebar (FOV sebesar 119 derajat) dan satu lensa 2 MP sebagai fungsi makro.

Sedangkan untuk realme Narzo 20A, terdapat sensor lebar 12 MP f/1.8, lengkap dengan fitur PDAF, focal length 28 mm, dan ukuran sensornya sebesar 1/2.8 inci. Konfigurasi Triple Camera ini juga turut menghadirkan dua lensa lainnya, memiliki resolusi 2 MP yang dua-duanya mengusung fungsi kedalaman.

Bosan dengan Triple Camera? Jangan khawatir, ada Realme Narzo 20 Pro yang menyuguhkan Rear Quad Camera 48 MP. Tiga lensa pendampingnya terdiri dari sensor ultra lebar 8 MP dengan apertur f/2.3 dan FOV 119 derajat, serta dua lensa 2 MP dengan fungsi makro dan kedalaman.

Untuk segi fitur perekamannya, realme Narzo 20A dan Naro 20 Pro menawarkan resolusi 4K 30 FPS, juga mendukung 1080p pada frame rate hingga 30 FPS untuk realme Narzo 20A, dan hingga 60 FPS untuk Pro. Sedangkan untuk realme Narzo 20 reguler, laman spesifikasi resminya tidak menunjukkan kalau ponsel ini bisa merekam dengan resolusi 4K, melainkan hanya resolusi 1080p hingga 60 FPS.

3. Lokasi Pemindai Sidik Jari

realme narzo 20 pro bobot ringan

Selanjutnya adalah lokasi pemindai sidik jari. Seperti yang mungkin Anda ketahui, sejauh ini ada tiga lokasi fingerprint scanner di industri HP yakni di belakang bodi, di dalam layar, dan ada pula di samping layar.

Nah, untuk realme Narzo 20 dan 20A, lokasi pemindai sidik jari ini terletak di belakang sementara realme Narzo 20 Pro meletakkan sensor tersebut di samping, menyatu dengan tombol Power. Yang manakah yang lebih unggul? Tergantung selera pengguna. Yang pasti, peletakkan di samping bisa membuat tampilan bodi belakang terlihat lebih bersih, dan jari jempol terasa natural saat ditempelkan di sensor.

4. Baterai dan Fast Charging

realme narzo 20 pro baterai

Di antara ketiganya, realme Narzo 20 lah yang punya kapasitas baterai paling besar, yakni 6.000 mAh. Disusul oleh realme Narzo 20A yang punya baterai 5.000 mAh, dan yang terkecil adalah realme Narzo 20 Pro dengan kapasitas 4.500 mAh.

Tapi kalau dari segi fitur fast charging, versi Pro paling unggul dengan daya 65W. Ini merupakan fast charging terbaik di kelasnya, mampu mengecas smartphone dari nol hingga 100% dalam waktu 38 menit. Kalau realme Narzo 20 reguler, fitur fast charging-nya hanya berada di angka 18W.

Nah, sayangnya, Narzo 20A yang punya baterai 5.000 mAh tidak dibekali kemampuan fast charging sama sekali. Anda pun hanya bisa mengisikan dayanya dengan kekuatan 10W. Ketiganya bisa digunakan juga untuk mengecas perangkat lain seperti TWS ataupun ponsel berkat fitur reverse charging.

5. microUSB vs. USB Tipe-C

realme narzo 20 pro nfc

* sumber: www.gizbot.com

Selain dari fitur pengisiannya, rupanya trio Narzo ini juga punya port kabel yang berbeda. Untuk Realme Narzo 20 dan 20 Pro, keduanya sudah menawarkan port USB tipe-C sehingga kecepatan transfer saat memindahkan data dari PC ke HP (atau sebaliknya) bisa lebih kencang. Dan juga, Anda tidak perlu repot-repot menyesuaikan kabel dengan lubang karena bentuknya yang simetris (reversible).

Berbeda dengan Narzo 20 yang masih menyuguhkan port pengecasan microUSB, Anda pun akan merasakan durasi transfer lebih lama dan juga agak sulit memasukkan kabel ke lubang karena bentuknya trapesium. Wajar, karena microUSB umumnya hanya berada di ponsel seharga Rp1 jutaan seperti Narzo 20A ini.

6. Resolusi Layar

realme narzo 20 pro layar

Meskipun ketiganya sama-sama menampilkan panel IPS LCD dengan ukuran diagonal 6,5 inci, tapi tidak semuanya menawarkan resolusi Full HD Plus, lho! Ya, resolusi layar memang berpengaruh pada tingkat ketajaman gambar. Sehingga semakin besar resolusinya, maka semakin jelas pula gambar yang dihasilkan di layar.

Biasanya, ponsel di kelas harga entry level hanya punya resolusi HD Plus saja alias 720 x 1600 piksel. Inilah resolusi yang dimiliki Realme Narzo 20A dan Realme Narzo 20. Sedangkan untuk Narzo 20 Pro, layarnya sudah Full HD Plus atau tepatnya sebesar 1080 x 2400 piksel.

Tiga-tiganya memiliki aspek rasio 20:9 dengan kerapatan piksel yang berbeda. Realme Narzo 20 dan 20A dengan kerapatan 270 ppi, dan Realme Narzo 20 Pro dengan kerapatan 405 ppi.

7. Refresh Rate

realme narzo 20 pro 90 hz

Selanjutnya adalah tingkatan laju penyegaran atau yang biasa disebut refresh rate. Istilah tersebut mengacu pada berapa kali layar melakukan refresh dalam sedetik. Umumnya, semua HP berjalan pada refresh rate 60 Hz saja. Tapi sejak tahun 2020, ponsel dengan HRR atau high refresh rate mulai merajalela.

Tidak hanya pada HP flagship, berbagai produk di harga menengah juga sudah ada yang 90 Hz, lho! Contohnya seperti Realme Narzo 20 Pro. Dengan mode 90 Hz, layar bisa terlihat 50% lebih mulus saat scrolling ataupun browsing. Cukup sayang, realme Narzo 20 dan 20A hanya mentok di 60 Hz saja.

8. Desain Bodi

realme narzo 20 pro desain

Dari tampilan bodinya, Anda juga akan menemukan kalau ketiganya terlihat berbeda satu sama lain. Jelas, sebagai satu-satunya HP dengan sensor sidik jari di samping, Narzo 20 Pro terlihat lebih bersih bagian belakangnya.

Kemudian, ketiganya juga berbeda dalam hal bentuk modul kamera belakang, di mana realme Narzo 20 punya modul persegi dengan formasi 4 x 4, sementara Narzo 20A menyusun ketiga kameranya dalam bentuk vertikal.

Realme Narzo 20 Pro juga bentuk kameranya vertikal, tapi terlihat lebih tebal dan LED Flash-nya juga dimasukkan ke dalam modul tersebut. Selanjutnya, beralih ke bagian depan di mana Narzo 20 dan 20A mempunyai desain tetesan air atau waterdrop notch. Ini adalah bentuk cekukan di atas layar untuk ditempati oleh lensa depan.

Berbeda dengan realme Narzo 20 Pro yang desainnya sudah menggunakan punch hole sebagai rumah bagi kamera selfie, membuatnya tampil dengan lebih kekinian.

Untuk ketiganya, mereka sama-sama mengusung corak yang terinspirasi dari kata victory atau kemenangan. Itu mengapa pantulan cahayanya berbentuk zigzag seolah membentuk huruf V.

Simpulan

Rupanya Realme Narzo 20, 20A dan 20 Pro sama-sama punya fitur dan keunikan yang menarik untuk dibahas. Realme Narzo 2oA, saat artikel ini ditulis, belum hadir secara resmi di pasar Tanah Air. Harganya sendiri dimulai dengan angka 8.499 rupee atau sekitar Rp1,7 jutaan.

Sedangkan, Realme Narzo 20 dan versi Pro-nya sudah hadir sejak tanggal 11 November 2020 bersamaan dengan peluncuran berbagai produk AIoT lainnya. Untuk Narzo 20, harganya dibanderol sebesar Rp1.999.000,- dan bisa dibawa pulang melalui link ini. Untuk versi Pro-nya dilepas dengan harga Rp3.199.000,- pada link ini.

Google Tambahkan Video Tutorial ke Chrome di Android

Google Tambahkan Video Tutorial ke Chrome di Android

Jakarta, Lushviz com – Bagi mayoritas pengguna, Google Chrome cukup mudah digunakan, tetapi ada banyak fungsi yang tidak terdokumentasi dengan baik atau tidak mudah ditemukan. Mungkin itulah sebabnya Google ingin menambahkan tutorial video ke browser, yang sekarang sedang diuji di Chrome Dev dan Canary.

Awalnya ditemukan oleh Chrome Story, icon baru hadir di saluran Chrome Dev dan Canary yang disebut # video-tutorials. Jika icon disetel ke ‘Diaktifkan’, kotak video muncul di bawah pintasan situs di Halaman Tab Baru.

Player berputar melalui berbagai video, dan setelah Anda melihat semuanya, mengetuknya akan membuka daftar semua video yang tersedia. Ada juga tombol bagikan di bagian atas pemutar video.

Video aktual yang digunakan adalah placeholder dari aplikasi Google Go, yang sudah memiliki video tutorial di layar utama. Judul pada daftar lengkap memberikan indikasi tentang apa yang akan dicakup oleh video, yakni:

  • Cara menggunakan Chrome
  • Cara mengunduh konten untuk nanti
  • Cara menelusuri dengan Chrome
  • Cara menelusuri dengan suara Anda
  • Cara menggunakan penyamaran

Agaknya, Google akan memperbarui video placeholder sebelum meluncurkan fitur tersebut ke audiens yang lebih besar. Tutorial video juga tampaknya terbatas pada Chrome untuk Android, karena (saat ini) tidak ada referensi dalam kode untuk video untuk platform desktop.

Mengatasi Masalah Unable to connect Error 5003 Pada Aplikasi Zoom

Mengatasi Masalah Unable to connect Error 5003 Pada Aplikasi Zoom

Lushviz com – Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna aplikasi Zoom adalah munculnya notifikasi berupa Unable to connect Error 5003 yang mengindikasikan jika aplikasi Zoom tersebut tidak mau terkoneksi dengan internet yang digunakan.

Seperti kita ketahui, hingga saat ini aplikasi meeeting online Zoom masih menjadi yang terpopuler dikalangan pengguna untuk di gunakan selama WFH ataupun study from home dimasa pandemi covid-19.

Namun demikian munculnya masalah dimana aplikasi zoom tidak bisa login atau masuk keruang meeting cukup merepotkan jika kita tidak tahu cara mengatasinya.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini redaksi Lushviz com akan memberikan panduan bagaimana cara mengatasi masalah yang satu ini. Silahkan disimak.

Cara Mengatasi Unable to connect Error 5003 Pada Aplikasi Zoom

Masalah ini terjadi umumnya ditandai dengan munculnya pop up notofikasi pada layar smartphone yang berisikan tulisan “Unable to connect make sure you are connected to the internet and your connection to Zoom is not blocked by a firewall or proxy (Error 5003)” seperti dibawah ini.

 

 

Jika muncul pemberitahuan error seperti itu, maka hal ini disebabkan oleh koneksi internet yang kalian gunakan bermasalah, atau sistem keamanan smartphone memblokir koneksi dari aplikasi Zoom tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, coba terapkan beberapa tips berikut ini:

  • Pastikan Koneksi Internet Kalian Stabil

Hal pertama yang harus kalian perhatikan adalah bahwa kalian harus pastikan bahwa kalian menggunakan koneksi internet yang cukup stabil.

Selain itu, pastikan juga bahwa paket data seluler anda aktif jika menggunakan koneksi seluler. Ini adalah poin utama yang harus kalian pastikan sebelum melangkah ke poin berikutnya.

Selanjutnya, jika kalian merasa bahwa koneksi internet yang kalian gunakan dalam kondisi baik dan stabil maka langkah berikutnya adalah memastikan kalian sudah menonaktifkan aplikasi VPN yang kalian gunakan.

Karena ketika kalian menggunakan aplikasi VPN, biasanya aplikasi Zoom tidak mau konek dan selalu muncul notifikasi seperti diatas.

Jika kalian menggunakan aplikasi keamanan seperti antivirus pada perangkat yang kalian gunakan, sebaiknya nonaktifkan lebih dahulu fitur keamanan tersebut.

Setelah dinonaktifkan, cobalah untuk login kembali ke aplikasi Zoom.

Langkah berikutnya, jika poin-poin diatas masih belum juga mengatasi masalah yang kalian hadapi cobalah untuk masuk ke aplikasi Google Play Store dan pastikan bahwa aplikasi Zoom yang kalian gunakan adalah yang versi terbaru.

Biasanya aplikasi yang belum diperbaharui akan memunculkan pesan error tersebut.

Tips berikutnya yang bisa kalian coba setelah melakukan semua poin-poin diatas adalah dengan melakukan restart perangkat yang kalian gunakan.

Dengan melakukan restart, maka kondisi smartphone yang kalian gunakan akan kembali ke pengaturan awal baik jaringan maupun pengaturan lainnya.

  • Uninstall dan Pasang Kembali Aplikasi

Ini adalah langkah terakhir jika sekiranya semua tips diatas masih juga belum mengatasi masalah munculnya error Unable to connect Error 5003 pada aplikasi Zoom yang kalian gunakan.

Silahkan kalian uninstall aplikasinya, lalu download dan pasang kembali aplikasi tersebut seperti biasanya. Ini merupakan opsi terakhir yang harus kalian tempuh jika semua cara sebelumnya masih belum berhasil.

Demikian informasi dan tips bagaimana cara mengatasi masalah Unable to connect Error 5003 pada aplikasi Zoom yang kalian gunakan.

Secara umum, biasanya sampai pada tahap empat masalah ini akan teratasi dan kalian bisa sukses login kembali ke aplikasi Zoom dengan lancar.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Editor   : Andra
Penulis : Ikhsan Aufa

10 Rekomendasi Aplikasi Sketsa untuk PC yang Bagus dan Andal

Sumopaint

Bagi kamu yang berprofesi sebagai desainer grafis profesional, aplikasi sketsa sangatlah dibutuhkan. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi sketsa yang bisa dipakai untuk laptop.

Adanya aplikasi sketsa untuk PC atau laptop ini akan sangat membantu pekerjaanmu. Terutama, dalam membuat sketsa dari gambar yang hendak kamu buat. Lalu, apa saja sih aplikasi sketsa untuk laptop yang cocok dipakai untuk desainer grafis profesional? Cek daftarnya di bawah ini.

1. Sumopaint

* sumber: www.youtube.com

Jika dilihat sekilas, aplikasi ini lumayan mirip dengan Adobe Photoshop. Selain membantumu membuat sketsa, aplikasi ini juga bisa membantumu untuk mengedit sketsa atau gambar yang sudah jadi.

Sumopaint menyediakan berbagai pilihan warna, kecerahan, dan kontras yang membantumu dalam beberapa hal. Entah untuk membuat sketsa maupun editing, hasil sketsa yang kamu buat di sini bisa disimpan dalam format PNG maupun JPG. Untuk mengakses aplikasi ini, kamu bisa mengunjungi situs resminya di sini.

2. DrawIsland

DrawIsland

* sumber: sites.google.com

Aplikasi ini bisa kamu akses langsung di situsnya. Jadi, kamu tak usah mengunduhnya terlebih dahulu jika ingin memakainya. Lewat aplikasi ini, kamu bisa membuat sketsa dengan kanvas berbagai ukuran.

Kamu pun juga bisa memakai templat bentuk yang sudah disediakan aplikasi ini. Selain itu, DrawIsland juga tak hanya cocok untuk membuat animasi berformat GIF. DrawIsland bisa kamu akses langsung di situsnya yang ada di sini.

3. Krita

Krita

* sumber: krita.org

Dengan tampilan muka yang bersahaja, aplikasi ini tak hanya bisa membantumu membuat sketsa baru. Tetapi, juga mengembangkan sketsamu yang lama hingga menjadi suatu gambar.

Kalau kamu sedang bikin UX design, aplikasi ini juga sangat cocok dipakai. Soalnya, aplikasi ini memiliki fitur UX Design yang bisa membantumu membuat UX design berbasis grafis tablet.

Krita bisa dipakai untuk laptop bersistem Windows, Linux, dan Mac OS. Aplikasinya sendiri bisa kamu unduh secara gratis via situs resminya. Kalau kamu berminat, langsung saja unduh aplikasinya di sini.

4. ArtRage

ArtRage

* sumber: www.pinterest.com

Aplikasi yang dikembangkan oleh Ambient Design Ltd ini memiliki beberapa tools yang mirip dengan peralatan melukis, semisal air brush, cat minyak, dan juga cat air. Memakai aplikasi ini membuatmu seolah-olah sedang membuat sketsa di atas kanvas.

Aplikasi ini bisa kamu pakai untuk laptop dengan sistem Windows dan Mac OS. Tak hanya untuk laptop, ponsel pintar (utamanya yang Android dan iOS) pun juga bisa mengakses aplikasi satu ini.

Untuk versi laptopnya bisa kamu dapatkan di situs resminya yang ada di sini. Adapun untuk versi ponsel pintarnya bisa diunduh di Play Store yang ada di sini.

5. InkScape

InkScape

* sumber: www.youtube.com

Tak hanya desainer grafis profesional, mereka yang masih awam soal desain grafis pun bisa memakai aplikasi ini, khususnya sebagai alat untuk belajar dan berlatih desain grafis.

Hal itu tak lepas dari penggunaannya yang tergolong mudah. Aplikasi ini sudah tersedia dalam 66 bahasa, serta sudah memenuhi standar SVG, XML, dan juga CSS.

Versi terbarunya itu bisa dipakai untuk laptop bersistem Mac OS, Windows, dan juga Linux. Untuk mendapatkannya, kamu unduh saja langsung di situs resminya yang ada di sini.

6. Autodesk Sketchbook Pro

Autodesk Sketchbook Pro

* sumber: www.wired.com

Seperti halnya ArtRage, aplikasi ini juga punya beberapa tools yang lazim dipakai dalam lukisan. Tak hanya itu, aplikasi ini pun punya tools berupa pulpen dan pensil yang bisa kamu pakai.

Tak hanya untuk membuat sketsa, Sketchbook juga bisa dipakai untuk membuat animasi ataupun flipbook. Autodesk Sketchbook Pro bisa dipakai untuk laptop berbasis Windows dan juga Mac OS.

Sketchbook pun juga bisa dipakai di ponsel berbasis Android dan iOS. Untuk versi laptop, kamu bisa mengunduhnya secara gratis di sini. Adapun untuk versi ponsel pintarnya, bisa kamu unduh di sini.

7. Sketch.io

Sketch.io

* sumber: sketch.io

Ini merupakan aplikasi sketsa yang telah berbasis HTML5. Aplikasi ini punya tampilan dan fitur yang relatif sederhana. Jadi, kamu pun bisa bikin sketsa di sini tanpa kesusahan.

Apalagi, aplikasi ini sudah dilengkapi tools berupa drag and drop. Tools tersebut bisa membantumu memakai banyak tools sekaligus. Mulai dari kuas, teks, hingga krayon.

Selain untuk membuat sketsa, aplikasi ini juga bisa dipakai untuk memasukkan file berformat PDF. Kamu bisa memakai aplikasi ini langsung dari situsnya, tanpa diunduh terlebih dahulu. Kalaupun mau memakainya, langsung saja sambangi situs resminya di sini.

8. Corel Painter

Corel Painter

* sumber: fileinfo.com

Aplikasi ini masih satu saudara dengan Corel Draw. Lewat aplikasi ini, kamu bisa membuat sketsa dari berbagai pilihan kuas. Tak hanya cocok untuk desainer profesional, seniman dan siswa sekolah pun sangat cocok memakai aplikasi ini.

Corel Painter pun juga bisa dikolaborasikan bersama aplikasi lainnya. Semisal Photoshop atau aplikasi gambar lain yang berasal dari Wacom. Versi terbaru aplikasi ini bisa kamu dapatkan langsung di sini.

9. Clip Studio Paint Pro

Clip Studio Paint Pro

* sumber: www.youtube.com

Aplikasi asal Negeri Sakura ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi para penggunanya. Dengan aplikasi ini, kamu bisa menggambar sketsa menggunakan pen tablet ataupun mouse.

Aplikasi ini pun juga punya sensibilitas tinggi, terutama di bagian pen dan brush. Hal itu membuatmu seolah-olah sedang bikin sketsa di kertas saat memakai aplikasi ini.

Pilihan brush-nya sendiri tergolong banyak. Hal itu bikin kamu bisa memberikan efek yang lebih variatif pada sketsamu. Terutama, saat hendak mengembangkannya menjadi sebuah gambar jadi.

Clip Studio juga cocok buat mereka yang mau bikin gambar animasi. Hal ini tak lepas dari banyaknya fitur 3D yang terkandung dalam Clip Studio. Tertarik memiliki aplikasi ini? Langsung saja kunjungi situs resminya yang ada di sini.

10. Artweaver 6

Artweaver 6

* sumber: www.allintopc.com

Bisa dibilang kalau ini merupakan aplikasi sketsa yang cukup tua. Sudah lebih dari 10 tahun aplikasi bikinan Boris Eyrich ini hadir di dunia. Artweaver 6 menawarkan banyak set kuas dan pensil yang bisa kamu gunakan selama membuat sketsa.

Interface-nya pun tergolong mudah dipakai. Bahkan, para pemula pun sangat mudah buat memakainya. Artwave 6 pun bisa dikolaborasikan bersama dengan aplikasi sketsa atau dokumen lainnya. Dengan catatan, kamu harus melakukannya dalam keadaan online.

Hasil sketsa yang dibikin di aplikasi ini bisa kamu simpan dalam format JPEG maupun PNG. Artweaver 6 hanya bisa dipakai pada laptop berbasis Windows. Adapun untuk mendapatkannya, kamu tinggal datang saja ke situs resminya yang ada di sini.

Bagi kamu yang berprofesi sebagai desainer grafis profesional, aplikasi sketsa sangatlah dibutuhkan. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi sketsa yang bisa dipakai untuk laptop.

Adanya aplikasi sketsa untuk laptop akan sangat membantu pekerjaanmu. Terutama, dalam membuat sketsa dari gambar yang hendak kamu buat, entah untuk kepentingan seni maupun klien.

Sepuluh aplikasi yang ada di artikel ini adalah beberapa contoh aplikasi yang bisa kamu pakai nanti. Di antara sepuluh aplikasi tersebut, mana yang bakal kamu pakai?

Melesat, Realme Berhasil Jual 50 Juta Smartphone

Melesat, Realme Berhasil Jual 50 Juta Smartphone

Jakarta, Lushviz com Realme baru saja dinobatkan oleh Counterpoint sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat. Brand teknologi asal china itu berhasil menjual 50 juta produk smartphone dalam laporan pengiriman di Q3-2020.

Selain pencapaian ini, Realme juga telah mencatatkan dirinya sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat di dunia selama lima kuartal berturut-turut dengan penjualan per kuartal sebanyak 14.8 juta unit bahkan mengalami peningkatan 132% QoQ untuk Q3 2020, mencatatkan rekor baru dan berhasil melampaui ekspektasi dari analisis.

Menurut Counterpoint, pertumbuhan Realme dari jumlah penjualannya menjadikannya sebagai merek dengan pertumbuhan terkuat untuk merek OEMs secara global. Realme diklaim telah berhasil menjual hingga 50 juta produk berkat kesuksesannya merangkul anak muda di seluruh dunia. Tak ayal, vendor smartphone itu memang telah mendapatkan posisi khusus di antara anak muda seluruh dunia.

“realme berkembang menjadi Top 5 bahkan Top 3 di beberapa pasar utama seperti India, Indonesia, Bangladesh, Filipina dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya”, ujar Abhilash Kumar, Reseacrh Analyst Counterpoint, dalam keterangan resmi yang diterima Selular, Minggu (1/11).

Baca juga: Realme Watch S Diluncurkan 5 November, Seperti Ini Spesifikasinya

Citra Realme sebagai merek trendsetting technology dikatakan Kumar, telah berkontribusi untuk membangun reputasi perusahaan, serta kepercayaan pelanggan untuk memercayakan Realme sebagai bagian dari mereka.

“Realme juga telah muncul sebagai merek paling tangguh selama dan setelah krisis pandemi,” tambah Abhilash Kumar.

Atas prestasinya ini, Sky Li selaku CEO Realme menyampaikan bahwa pencapaian yang diterima tak terlepas dari keberanian perusahaan dalam menghadirkan teknologi serta fitur-fitur terdepan.

“Di realme, kami menjalankan filosofi kami, yaitu berani melangkah ke depan dalam hal inovasi, desain, dan nilai produk, hal ini merupakan sesuatu yang sangat identik oleh anak muda,” tandasnya.

Ketahuilah Spesifikasi Dan Harga Kamera Canon R5 yang Baru Rilis di Indonesia

canon r5

Ketahuilah Spesifikasi Dan Harga Kamera Canon R5 yang Baru Rilis di Indonesia – Salah satu hobby yang paling digemari anak muda millenial adalah fotografi. Selain sebagai kebutuhan untuk media sosial masing-masing, beberapa ada juga yang memang suka dan meminati bidang ini serta menekuninya hingga dapat menghasilkan.

Dan dengan semakin trennya kegemaran banyak orang akan berfoto ria dapat membuka peluang baru untuk fotografer. Banyak anak muda yang mulai melirik hobi ini untuk dijadikan profesi. Namun bukan tanpa masalah terkadang mereka terhambat dengan alat yang kurang mendukung.

Walaupun saat ini kamera pada smartphone sudah semakin canggih, tapi terdapat beberapa fitur dari kamera konvensional yang tidak bisa tergantikan. Sehingga permintaan pasar akan produk kamera pun semakin meningkat. Salah satu merk kamera yang telah banyak digunakan dan menjadi andalan para fotografer adalah Canon.

Baru-baru ini telah diliris produk barunya yaitu Canon R5. kamera ini dirancang khusus untuk fotografer dan videografer dengan performa dan gambar yang berkualitas tinggi dan dilengkapi dengan fitur-fitur kelas atas yang pastinya akan mempermudah anda saat mengambil foto yang bagus.

Fitur tersebut diantaranya adalah sistem AF terbaru, prosesor gambar DIGIC X, kecepatan continuous shooting hingga 20 fps, slot kartu memori ganda, teknologi 5-axis In-Body IS, serta bodi magnesium alloy. Kamera Canon R5 ini merupakan kamera mirrorless full-frame pertama yang dapat merekam video dengan kualitas 8K dari Canon sehingga pengguna dapat lebih leluasa untuk untuk menghasilkan karya terbaik mereka.

​​​​​​​Prosesornya  juga mampu mengurangi noise dengan lebih baik sehingga Canon R5 dapat memotret hingga ISO 51.200 dan dapat ditingkatkan sampai pada 102.400. Kamera ini memiliki layar LCD kedua di pundak, seperti kamera DSLR profesional yang lain serta dibekali dengan sensor CMOS Full-frame 45 megapiksel, berikut prosesor gambar Digic X.

Autofokusnya juga bisa mengunci fokus di mata subyek, termasuk untuk subyek binatang seperti burung, kucing, dan anjing. Bayangkan serunya menggunakan fitur ini, anda bisa mendapatkan foto yang bagus dari objek yang bergerak dengan sangat mulus. Anda bisa mengabadikan banyak moment bersama hewan peliharaan maupun hewan liar di alam bebas.

​​​​​​​Kemudian bisa dikonfigurasi dengan koneksi Wi-Fi, kamera ini secara otomatis dapat mengunggah file gambar serta video dengan sekaligus menyimpannya di image.canon cloud sampai 30 hari tanpa batas jumlah dan besaran gambar ataupum video yang diunggah. Pengguna juga dapat mengkonfigurasi image.canon untuk mentransfer secara otomatis data gambar asli ke berbagai platform cloud seperti Google Drive, Google Photos, atau Adobe Creative Cloud.

Sudah sangat lengkap dan terintegrasi, tidak heran jika kamera Canon R5 ini menjadi favorite baru. Apalagi untuk pencinta fotografi, ditambah dengan aktivitas yang banyak dilakukan dirumah pastinya anda ingin keluar, jalan-jalan sambil menghirup udara segar sambil membawa kamera tersebut.

Walaupun dalam masa pandemi, semangat kita tidak boleh luntur agar imunitas kita semakin kuat dan tahan terhadap berbagai virus yang berbahaya. Anda bisa berjalan-jalan di sekitar rumah yang tentu saja dengan menerapkan protokol kesehan, yaitu 3M (Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Atau lakukan perjalanan ke daerah yang masih asri dan dapatkan inspirasi serta kesejukan sebagai bahan untuk fotografi.

Hobi baru yang menyenangkan juga akan sangat berpengaruh terhadap mood dan semangat kita. Jangan dihadapi sendirian, jaga komunikasi dengan keluarga, kerabat, dan sahabat. Lakukan berbagai hal yang bisa mengalihkan perhatian anda. Banyak hobi baru yang bisa anda coba, contohnya fotografi ini. Banyak pula yang bisa dilakukan dengan kamera Canon R5 tersebut.

​​​Dengan spesifikasi yang lengkap, premium, dan kelas atas tersebut, Canon R5 dibandrol dengan harga Rp. 69.883.000 hanya untuk bodynya saja. Atau kamera dengan lensanya 24 – 105mm L IS USM yang diberi harga sebesar Rp 88.648.000. Anda bisa mendapatkannya di gerai Canon terdekat di daerah masing-masing. Pastikan anda mendapat produk yang asli agar manfaatnya dapat didapat secara maksimal. Sehingga harga yang dikeluarkan dapat terbayar dan tidak sia-sia.

10 Kelebihan dan Kekurangan Smartphone Realme C17

Realme C17

Sebelumnya kami telah membuat sedikit ulasan mengenai ponsel Realme C15 yang memasuki segmen ponsel murah. Sekarang, giliran kelebihan dan kekurangan Realme C17 yang dibahas, terutama karena banyak sekali peningkatan yang membuat seri lanjutan ini berbeda ketimbang generasi pendahulunya.

Segmen harga ini memang cukup menarik, terutama karena Realme memang seringkali memberikan value lebih yang membuatnya sering dianggap sebagai mid range killer. Penggunaan chipset Snapdragon pada Realme C17 juga digadangkan sebagai pembeda utama yang membuatnya istimewa, karena sebelumnya Realme C15 dibekali dengan SoC dari MediaTek.

Realme C17 juga melabeli dirinya dengan slogan “Memori Cadas, Layar Super”. Nah, apakah slogan tersebut memang mencerminkan Realme C17? Ataukah hanya tagline belaka? Ketahui jawabannya pada poin-poin kelebihan dan kekurangan Realme C17 di bawah ini.

Spesifikasi Realme C17

  • Rilis: Oktober, 2020
  • Layar: IPS LCD 6,5 inci
  • Chipset: Qualcomm SM4250 Snapdragon 460 (11 nm)
  • GPU: Adreno 610
  • RAM: 6 GB
  • Memori Internal: 256 GB
  • Memori Eksternal: microSDXC (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 13 MP + 8 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 8 MP
  • Baterai: Non-removable Li-Po 5000 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Kelebihan Realme C17

Di rentang harga Rp2 jutaan, Realme C17 tergolong ponsel yang layak dipilih. Yuk ketahui beberapa kelebihannya di bawah ini!

1. Memori Internal Besar

realme c17 memori internal

Sebuah potongan slogan dari Realme C17 berbunyi “memori cadas”, dan hal ini memang tercermin dari kapasitas memori internal yang besar. Cukup menakjubkan, karena Realme C17 berhasil menjadi segelintir ponsel di Rp2 jutaan yang menghadirkan kapasitas 256 GB pada teknologi UFS 2.1. Di sisi lain, kapasitas penyimpanan ini juga disandingkan dengan RAM berukuran 6 GB LPDDR4X.

Besarnya memori internal ini memungkinkan pengguna untuk menginstal lebih banyak aplikasi pada ponselnya, terlebih karena beberapa porsi dari memori internal sudah terpakai untuk sistem operasi dan beberapa aplikasi bawaan. Jadi ya memang sungguh diapresiasi sekali sih kehadiran kapasitas 256 GB ini.

Nah, selanjutnya, untuk pengguna yang mau menyimpan file berukuran besar seperti mentahan game ataupun koleksi video beresolusi tinggi, tinggal masukkan saja microSDXC pada slot terpisah (hingga kapasitas 256 GB). Ini sungguh menjadi sorotan utama yang digadang-gadangkan Realme C17.

2. 90 Hz Ultra Smooth

realme c17 90 hz

Realme memang punya kebiasaan untuk menyematkan refesh rate 90 Hz pada produk-produknya di segmen harga menengah. Ini terjadi pada Realme 7 dan 7i dan juga pada Realme Narzo. Dan sekarang, Anda pun bisa merasakan layar Realme C17 yang terasa lebih mulus saat berpindah-pindah aplikasi ataupun sekadar melakukan scrolling pada feed Instagram.

Realme C17 tidak hanya unggul dalam segi fitur 90 Hz Ultra Smooth, tapi touch sampling rate-nya juga meningkat jadi 120 Hz. Artinya, pengguna dijamin mampu memberikan input pada layar dengan lebih cepat karena responsivitas layar yang lebih tinggi. Berminat menghancurkan lawan di PUBG Mobile dengan Realme C17?

3. Baterai Super Awet

realme c17 baterai

Ini bukan yang pertama kali Realme menghadirkan baterai besar di produknya. Bahkan, Realme C12 saja disuguhkan dengan baterai berkapasitas 6.000 mAh. Nah, bagaimana dengan Realme C17 sendiri? Sayangnya, perangkat ini sedikit lebih kecil dengan kapasitas 5.000 mAh. Tapi tetap terbilang besar di kelasnya.

Malahan, produk Realme dan OPPO terkenal memiliki fitur peranti lunak yang semakin membuat baterainya bertahan lebih lama. Fitur ini dinamakan Super Power Saving Mode, dan pengguna Realme C17 bisa menjalankan Spotify atau WhatsApp hingga berjam-jam sekalipun sisa baterai tinggal 5% lagi.

Yang lebih menakjubkannya lagi, Realme mengklaim kalau seri C17 ini bisa bertahan selama 34 hari dalam keadaan stand-by alias siaga. Ya, lebih dari sebulan!

4. Fast Charging 18 W

realme c17 fast charging

Pada ponsel yang menghadirkan kapasitas baterai sangat besar, tidak terbayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengecasnya hingga penuh. Tapi hal ini tentu berbeda dengan Realme C17, di mana perangkat sudah dibekali dengan kemampuan fast charging 18 W yang membuatnya mampu mencapai angka 100% dengan lebih cepat.

Ditambah lagi, Realme membawa peningkatan ketimbang Realme C15 dari segi port pengecasan, karena Realme C17 sudah menggunakan USB Tipe-C alih-alih microUSB 2.0 pada beberapa generasi pendahulunya.

Kemampuan pengisian daya ini cukup standar di kelas harganya, sehingga cukup wajar Realme C17 menghadirkan fast charging ini. Dari video pengujian yang dilakukan oleh whatmobile, Realme C17 ternyata mampu dicas sampai penuh dalam waktu 3 jam.

Mungkin masih terasa cukup lama, tapi mengingat segmen harganya yang berada di rentang Rp2 jutaan, durasi ini masih terbilang wajar. Oh iya, Realme C17 juga punya fitur reverse charging untuk mengecas perangkat lain, lho!

5. Quad Camera

realme c17 quad camera

Karena ini merupakan ponsel Realme di rentang harga Rp2 juta, tentu Realme C17 juga menghadirkan kombinasi empat kamera untuk menunjang kebutuhan fotografi harian. Kamera-kamera ini disusun ke dalam modul persegi panjang yang disimpan di pojok kiri atas bodi belakang, terdiri atas lensa utama berkekuatan 13 MP f/2.2 dengan ukuran sensor 1/3 inci.

Ketiga lensa lainnya adalah kamera ultra wide-angie 8 MP yang memiliki sudut keluasan 119 derajat, kamera monokrom 2 MP f/2.4, dan terakhir adalah lensa retro 2 MP f/2.4.

Fitur-fitur fotografi yang bisa didapatkan meliputi mode HDR, pendeteksian wajah, Chroma Boost, pengaturan ISO, phase detection autofocus alias PDAF, pendeteksian adegan, dan masih banyak lagi.

6. Desain Kamera Punch Hole

realme c17 punch hole

Walaupun Realme C17 dianggap sebagai penerus dari generasi seri C, rupanya perangkat ini memiliki desain bodi yang lebih menyerupai Realme 7 dan Realme 7i.

Hal ini terlihat dari bentukkan lensa selfie yang sudah merupakan in-display atau biasa disebut punch-hole. Ya, Realme C17 tidak seperti Realme C15 ataupun Realme C12 yang masih menyuguhkan tampilan waterdrop notch.

Peningkatan ini tidak hanya pada bagian depan, melainkan belakangnya juga. Modul kamera pada Realme C17 lebih dibuat mirip seperti ponsel flagship – tidak lagi berbentuk persegi, melainkan persegi panjang.

Ini cukup layak dianggap sebuah terobosan bagi seri Realme C. Mudah-mudahan, ke depannya Realme akan terus menempel pada desain bodi seperti ini untuk seri C selanjutnya, karena yang ini terlihat lebih kekinian. Dan, desain ini membuat layarnya sanggup menghadirkan rasio bodi ke layar yang besar.

7. Speaker dan Port yang Aman dari Hujan

realme c17 port speaker kokoh anti percikan

Untuk menjaga ponsel dari kerusakan akibat air, beberapa HP flagship sudah dibekali dengan sertifikasi IP rating. Bagaimana dengan smartphone sekelas Realme C17? Perangkat yang satu ini rupanya dilengkapi dengan port pengecasan dan speaker yang terlindungi dari percikan atau cipratan air.

Kendati bukan IP rating, hal ini membuatnya cukup awet sekalipun digunakan saat sedang kehujanan. Realme C17 juga telah melalui tahap quality control yang cukup ketat, melalui pengetesan jatuh 28.000 kali, tes tombol Power sebanyak 200.000 kali, dan sebagainya.

Jadi, Realme C17 terbilang memiliki ketahanan tombol dan bodi yang tidak mudah rusak. Tapi, usahakan tetap hati-hati ya dalam penggunaannya!

Kekurangan Realme C17

Terlepas dari berbagai kelebihannya, rupanya Realme C17 memang tidak dapat melepaskan stigma entry level dari namanya. Berikut adalah beberapa kekurangan yang dimiliki Realme C17.

1. Layar Belum Full HD Plus

realme c17 layar hd plus

Rupanya walau menawarkan laju penyegaran 90 Hz, layar yang dimiliki Realme C17 hanya menampilkan resolusi HD Plus saja alias 720 x 1600 piksel. Di balik itu, ukuran bentang layarnya masih terbilang oke di angka 6,5 inci, tapi tentunya tidak menawarkan detil setajam ponsel-ponsel lain yang sudah menyuguhkan resolusi Full HD Plus.

Perangkat juga memiliki layar dengan rasio aspek 20:9 pada kerapatan 270 ppi, serta sudah dibekali dengan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass 3 yang membuatnya cukup tahan dari goresan dan benturan walau tanpa tempered glass tambahan.

Secara umum layar Realme C17 memang masih cukup enak dilihat, tapi dengan harga yang ditawarkannya, Anda sebenarnya sudah bisa mendapatkan beberapa ponsel pesaing yang sudah menghadirkan Full HD Plus.

2. Chipset Kurang Unggul di Kelasnya

realme c17 snapdragon 460

Penggunaan chipset Snapdragon pada ponsel seringkali menjadi daya tarik. Tapi, hal ini juga bergantung pada seri Snapdragon mana yang dipakai. Contohnya seperti Realme C17, walau sudah dihadirkan dengan SoC besutan Qualcomm ini, tapi yang mengotakinya hanyalah Snapdragon 460.

Ya, Snapdragon 460 ini memang terbilang baru saat HP ini dirilis. Ditambah lagi, Snapdragon 460 merupakan satu-satunya anggota dari seri SD 400 yang bisa mengungguli beberapa varian dari seri Snapdragon 600 (contohnya seperti Snapdragon 622).

Tapi yang perlu Anda ketahui, sebenarnya Snapdragon 460 ini terbilang kurang unggul untuk HP di pasar harga Rp2 jutaan. Bagaimanapun juga Snapdragon seri 400 memang ditujukan untuk ponsel dengan harga murah.

Nah, bagaimana dengan performa sesungguhnya saat bermain game berat? Saat dipakai untuk bermain PUBG Mobile, pengaturan grafis Smooth akan menampilkan opsi High pada frame rate.

Sedangkan pada pengaturan grafis Balanced, opsi paling mentok untuk frame rate-nya adalah Medium. Sebuah video gameplay yang diunggah whatmobile memperlihatkan sesi permainan yang berjalan cukup lancar walau pergerakannya terlihat sedikit patah-patah.

3. Hasil Foto Malam Hari Kurang Bagus

realme c17 pemotretan malam hari

Fitur mode malam rasanya sudah menjadi wajib dihadirkan pada semua HP. Tidak hanya pada ponsel berharga high end saja, melainkan juga untuk ponsel entry level seperti Realme C17. Perangkat Realme ini tentu juga memiliki mode Super Nightscape untuk menghasilkan kualitas foto lebih cerah dalam kondisi malam hari.

Tapi sayangnya, fitur mode malam ini terasa kurang bagus. Terkadang ada beberapa spot yang terlihat berdistorsi, seolah ada efek “pecah” dengan rona kemerahan. Anda bisa melihatnya pada sampel berikut ini.

hasil fotografi realme c17 malam hari

*sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7o1R88zWWac (PhoneWorld)

hasil fotografi realme c17 super nightscape

* sumber: www.review1st.com

Kendati demikian, kejelasan detil yang dimuat pada beberapa hasil foto malam harinya cukup layak diapresiasi. Memang terlihat sedikit agak kemerahan di bagian yang gelapnya. Tapi jika Anda tidak butuh kualitas yang sempurna, Realme C17 masih cukup layak untuk mengambil foto malam hari di kelas harganya.

Simpulan

Jadi, rupanya slogan “Memori Cadas, Layar Super” yang melekat pada nama Realme C17 memang benar. Kapan lagi Anda bisa merasakan refresh rate 90 Hz pada ponsel semurah ini? Ditambah lagi, memori internal sebesar 256 GB miliknya sungguh menjadikan Realme C17 sebagai salah satu HP termurah yang memori internalnya paling besar.

Dan ternyata kelebihannya tidak berhenti di situ. Ada baterai sebesar 5.000 mAh yang sungguh layak menemani keseharian Anda dalam waktu yang lama, walau sebenarnya baterai berkapasitas ini memang bukan yang pertama di seri Realme C.

Kendati demikian, Realme C17 nyatanya masih kalah saing pada resolusi layar yang masih HD Plus saja. Ini sungguh tidak sesuai dengan rentang harga Rp2 jutaan di mana kebanyakan HP sudah umum menggunakan layar Full HD Plus.

Itu tadi adalah pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan Realme C17. Jika Anda tertarik, HP ini bisa Anda bawa pulang seharga Rp2.699.000,- (harga rilis). Anda pun bisa membelinya melalui link ini.

Di Carisinyal, Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai HP Realme terbaru. Dan kalau Anda ingin mencari HP lainnya di rentang harga yang sama, kunjungi artikel HP terbaik seharga Rp2 jutaan.

Kualitas Video di Youtube, Kini Bisa Diatur

Kualitas Video di Youtube, Kini Bisa Diatur

Jakarta, Lushviz com Youtube kembali melakukan pembaruan, kali ini Youtube memberi opsi kepada pengguna untuk memilih pengaturan kualitas video default. Hal ini terlihat dari aplikasi seluler.

Dikutip dari Slash Gear, dengan pembaruan ini Youtube mengijinkan penggunanya mengatur sendiri kualitas video yang sedang ditonton. Youtube juga mempermudah pengguna memahami perbedaannya dengan menghapus angka seperti 480, 720, 1080, dan seterusnya.

Sebagai penggantinya, Youtube memberi pengguna opsi untuk memilih dari opsi “data saver (penghemat data)” yang mengalirkan antara 144p hingga 480p, atau opsi “higher picture quality (kualitas gambar lebih tinggi)” yang mengalirkan 720p atau lebih tinggi.
Pengguna juga dapat memilih pengaturan yang berbeda tergantung koneksi internet yang digunakan. Misalnya, jika menggunakan data seluler, bisa memilih untuk secara otomatis mengatur semua video streaming dalam mode “penghemat data”, atau jika menggunakan Wi-Fi dapat memilih streaming dengan kualitas lebih tinggi secara default.

Dengan pilihan ini, dijelaskan, Youtube mendeteksi koneksi internet penggunanya. Berdasarkan itu, secara otomatis Youtube akan menyesuaikan kualitas video untuk memastikan bahwa streaming tidak terputus.

Baca Juga :Youtube Music Capai 500 Juta Unduhan

Sebelumnya Youtube, memberikan pilihan untuk melompat ke bagian video yang dinginkan. dengan fitur bernama video Chapters. Fitur tersebut sangat berguna bagi penonton untuk mencari bagian yang diinginkan dalam sebuah video berdurasi panjang.
Lewat Chapters, pengguna bisa melompati bagian yang tidak dinginkan dan langsung menuju video yang ingin ditonton. Tak hanya itu, pengguna YouTube juga bisa mengulangi bagian tersebut dengan mudah.

Sebagai informasi, Chapters memiliki timestamps (penanda waktu) yang menandai setiap bagian dengan judul pembahasan. Misalnya saja, pada menit 1:00 adalah pengenalan produk, pada menit 10:00 kesimpulan, dan sebagainya.