Quartararo Akui Aneh Rayakan Kemenangan Tanpa Penonton

Quartararo Akui Aneh Rayakan Kemenangan Tanpa Penonton

Berita MotoGP: Meskipun senang bukan kepalang usai meraih kemenangan perdananya di ajang MotoGP, Fabio Quartararo merasa aneh ketika harus merayakan kemenangannya tanpa penonton.

Quartararo menjadi pemenang dalam MotoGP Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7). Pada balapan ini memang penonton dilarang hadir dalam ke sirkuit demi mengikuti anjuran physical distancing dan menghindari paparan virus corona.

Quartararo yang start dari pole, sempat melorot ke posisi 5 di Tikungan. Namun perlahan ia mulai bangkit dan memanfaatkan kesalahan Maverick Vinales dan juga Marc Marquez yang sempat kehilangan kendali motornya.

“Ini balapan yang sangat berat, karena saya tak melakukan start dengan baik dan ada di posisi 5 di belakang Pecco (Bagnaia) dan Jack (Miller). Saya tahu bahwa melaju di belakang Ducati sangatlah sulit untuk melakukan corner speed, terutama pada sektor terakhir,” tutur Quartararo kepada Crash.net.

“Namun saya masih bisa menyalip mereka di tikungan terakhir dan kemudian saya lihat kesalahan Marc. Sulit mengejar Mack, yang melakukan kesalahan kecil di Tikungan 6, dan kemudian barulah saya bisa menemukan ritme sendiri,” tandasnya.

Tidak adanya penonton yang hadir memang membuat suasana terlihat berbeda dari biasanya. Quartararo pun juga mengaku merasa aneh merayakan kemenangan tanpa kehadiran penonton.

“Rasanya sangat menakjubkan tapi juga aneh saat menikmatinya, karena tak ada penggemar di trek. Tapi sekalinya saya bertemu para mekanik, rasanya benar-benar sama. Kami harus menikmatinya karena Anda tak mendapatkan kemenangan perdana di MotoGP setiap hari,” imbuhnya.

Quartararo pun mengaku merasa jauh lebih tenang menjalani balapan kali ini karena ritme balapnya yang baik membuatnya mampu menciptakan jarak lebar dari rider lainnya. Atas alasan ini, ia juga bisa menjalani lap-lap terakhir dengan konsentrasi tinggi dan finis dengan aman.

Artikel Tag: Fabio Quartararo, motogp 2020, Petronas Yamaha SRT, MotoGP Spanyol

Benar, Negosiasi Ducati dan Dovizioso Macet Karena Permasalahan Gaji

Benar, Negosiasi Ducati dan Dovizioso Macet Karena Permasalahan Gaji

Berita MotoGP : Manajer tim Ducati yaitu Davide Tardozzi membenarkan isu bahwa proses negosiasi dengan Andrea Dovizioso macet karena permasalahan gaji. Ducati berusaha menurunkan gaji Dovizioso yang dianggap terlampau tinggi.

Seperti yang diketahui, Dovizioso dan Ducati masih melakukan negosiasi panjang terkait kontrak baru hingga saat ini. Kedua belah pihak masih ngotot dengan keinginan masing-masing dan belum melontarkan kata sepakat. Usut punya usut, satu hal yang membuat kedua pihak tak kunjung sepakat adalah perbedaan visi soal gaji. Dovizioso yang sudah semakin senja ingin mendapatkan kontrak panjang dengan gaji yang besar, sementara Ducati justru berpikiran sebaliknya.

Menanggapi rumor tersebut, Tardozzi secara terang-terangan membenarkan isu itu. Ia memang bertekad mengurangi gaji Dovizioso yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan tim. Terkait berapa besar pengurangan gaji itu, adalah pertimbangan utama yang enggan diputusi secara cepat oleh manajemen tim.

“Kami masih bernegosiasi karena Andrea mau menunggu. Kami tidak dalam keadaan terburu-buru, seperti yang saya katakan. Andrea juga tidak terburu-buru. Sangat jelas ini akan jadi kesempatan terbaik bagi kedua belah pihak. Masih banyak diskusi yang terjadi di meja dari sekarang hingga kesepakatan difinalisasi. Kami setuju untuk sedikit mengurangi gaji, dan itu sudah tidak masalah,” ucap Tardozzi.

Menarik untuk dinanti siapakah yang menjadi ‘pemenang’ dalam negosiasi kali ini. Ducati juga harus bertindak cepat mengingat stok pebalap hebat dan berpotensi juga sudah mulai habis direbut tim-tim rival.

Artikel Tag: motogp 2020, Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso

Dipastikan Absen Pada Balapan Perdana, Rins Berharap Bisa Segera Pulih

Dipastikan Absen Pada Balapan Perdana, Rins Berharap Bisa Segera Pulih

Berita MotoGP : Pebalap Suzuki Ecstar yaitu Alex Rins dipastikan absen pada balapan perdana di GP Spanyol mendatang. Rins mengalami dislokasi bahu usai terjatuh dengan keras di sesi kualifikasi.

Kendati akan absen pada seri awal, tetapi Rins berjanji untuk segera pulih dari cederanya. Ia tahu cedera yang dideritanya bukan cedera yang main-main, tetapi Rins memiliki tekad kuat untuk segera kembali ke lintasan. Apalagi, musim ini memiliki jadwal yang padat efek dari pandemi Virus Corona. Rata-rata jeda antar seri hanyalah sepekan, sehingga Rins harus benar-benar memulihkan diri dalam waktu dekat.

“Terkadang Anda menang, terkadang Anda belajar. Karena kecelakaan pada tikungan 11 saat kualifikasi kedua, saya mungkin tidak membalap pada MotoGP Spanyol 2020. Ini bukan permulaan musim yang saya inginkan. Akan tetapi, saya bisa jamin kami akan bekerja lebih keras dari biasanya untuk segera kembali ke lintasan,” ucap Rins.

Untuk memperjelas kondisi Rins, Dokter Xavier Mir yang menanganinya memberi klarifikasi kepada publik. Rins mengalami cedera yang cukup serius dan rasa sakitnya bahkan melebihi rasa sakit dari patah tulang. Jika dipaksakan mentas pada balapan perdana, hal itu beresiko besar membuat Rins mengalami kecelakaan hebat lagi.

“Dia mengalami dislokasi pada bahu kanan yang menyebabkan rasa sakit luar biasa. Jadi, setelah rontgen, dia langsung menjalani sedasi untuk mengembalikan bahu ke posisi semula. Tindakan itu lebih menyakitkan dibandingkan patah tulang,” tambah Dokter Xavier Mir.

Artikel Tag: motogp 2020, Suzuki Ecstar, Alex Rins

Bima Sakti Sebut Empat Pemain Persebaya Mampu Beradaptasi di Timnas U-16

Bima Sakti Sebut Empat Pemain Persebaya Mampu Beradaptasi di Timnas U-16

Berita Timnas Indonesia: Empat pemain Persebaya Surabaya yunior, Wahyu Agung, Ruy Arianto, Marselino Ferdinand, dan Mochmad Aditya yang mendapat kesempatan untuk ikut pada pemusatan latihan (TC) bersama timnas Indonesia U-16 dinilai Bima Sakti mampu beradaptasi dengan cukup baik.

Para pemain muda Persebaya Surabaya itu sudah bergabung dengan TC semenjak 5 Juli lalu. Hanya Marsel yang datang terakhir karena alasan kesehatan. Kendati demikian, Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti tetap mengapresiasi performa para pemain tersebut selama TC.

“Alhamdullilah keempat pemain Persebaya bisa beradaptasi dengan baik selama pemusatan ini, Tentunya ini didukung dengan kompetisi internal yang ada di Persebaya,” ujar Bima Sakti seperti dilansir laman resmi Persebaya Surabaya.

Keempat pemain Persebaya tersebut berasal dari tim serie A dan serie B kompetisi Internal Persebaya. Marselino Ferdinand dan Ruy Arianto berasal dari klub Bintang timur, sedangkan Wahyu Agung berasal dari Anak Bangsa. Sementara Moch Aditya berasal dari tim serie B yakni Maesa.

Sejatinya, bukan hal baru bagi jebolan kompetisi Internal Persebaya untuk tampil di timnas. Bejo Sugiantoro, Hansamu Yama, Rachmat Irianto hingga Koko Ari Araya sudah lebih dahulu mencicipi seragam timnas Indonesia.

Nantinya, empat penggawa Persebaya Surabaya yang kini mengikuti pemusatan latihan akan berjuang untuk masuk ke dalam 23 pemain timnas Indonesia U-16 yang nantinya dipilih untuk tampil di Piala AFC U-16 2020 yang berlangsung 25 November hingga 12 Desember di Bahrain. Indonesia berada di grup D bersama Arab Saudi, Tiongkok, dan Jepang.

“Kami masih mengadakan seleksi, memang saat rancangan skuad sudah hampir 99 persen,” ujar Bima.

Artikel Tag: timnas Indonesia, Bima Sakti, Persebaya Surabaya, piala afc

Sean Gelael Berkeinginan untuk Raih Poin di Hungaria

Sean Gelael Berkeinginan untuk Raih Poin di Hungaria

Berita F2: Balapan pertama (Feature Race) Formula 2 (F2) akan berlangsung di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Sabtu (18/7). Pebalap DAMS, Sean Gelael bertekad untuk melanjutkan performa gemilangnya di F2 dengan mencetak poin di Grand Prix Hungaria.

Dalam balapan nanti, Sean akan memulai balapan di peringkat sembilan. Namun, posisi sembilan yang diraih Sean terbilang membutuhkan kerja keras mengingat selama latihan hingga kualifikasi dihadapkan dengan hujan.

Rekan satu tim pebalap yang didukung Jagonya Ayam ini, Dan Ticktum bakal start di posisi keempat. Sedangkan pebalap yang bakal start di posisi terdepan adalah Callum Ilott dari tim Virtuosi Racing. Semua pebalap awalnya berhati-hati.

Namun kemudian mereka tancap gas, ditandai lap time yang terus bertumbangan. Dari 2 menitan hingga puncaknya satu menit 50,7 detik yang dibuat Callum Ilott. Selama prosesnya, Sean juga menunjukkan progres. Awalnya dia cukup kesulitan terutama di Sektor 2. Posisinya tak lepas dari P12 hingga P15.

Namun ketika temperatur ban dan kondisi lain mendukung langsung naik ke P8 dan P9. Ketika Sean Gelael bersiap memperbaiki lagi catatan waktunya ada insiden di mana pebalap India, Jehan Daruvala (Carlin) terhenti di trek yang membuat sesi dihentikan walau masih tersisa 4 menit. Sean pun mesti puas ada di P9, yang merupakan start terbaiknya di Formula 2 musim ini.

“Kondisi lintasan yang sulit, tapi saya merasakan mobil enak. Di awal-awal banyak traffic menghalangi saya, namun sepertinya mobil bagus untuk trek basah atau kering pun bagus. Semoga saya bisa dapat poin pada balapan nanti ,” kata Sean dalam keterangan resminya.

Artikel Tag: Sean Gelael, F2 2020, DAMS

Miller Kecewa Berat Usai Melempem di FP2 GP Spanyol

Miller Kecewa Berat Usai Melempem di FP2 GP Spanyol

Berita MotoGP : Pebalap tim Pramac Ducati yaitu Jack Miller merasa kecewa dengan performanya di sesi latihan bebas kedua GP Spanyol, Jumat (17/7). Miller hanya bisa menempati posisi 18 dan merasakan banyak masalah pada motornya.

Performa Miller di hari pertama secara keseluruhan memang mengalami fluktuasi yang drastis. Sempat menempati posisi keenam di sesi latihan bebas pertama, posisi Miller terjun bebas pada sesi latihan bebas kedua. Usut punya usut, Miller memang memiliki masalah cukup serius pada motornya. Ia merasakan settingan yang dipasang kru tim masih belum sesuai dengan harapan. Itulah mengapa ia menjadi kesulitan mencatatkan waktu terbaik.

“Pada sore hari, saya mengendarai seluruh sesi dengan ban sedang dan keras. Saya punya beberapa masalah dengan belokan di sektor terakhir, yang ada hubungannya dengan luka kuat di FP2. Tapi kemudian kami berhasil memberikan motor penanganan yang sedikit lebih baik,” ucap Miller saat diwawancara oleh media setempat.

“Kondisi angin adalah yang paling mengkhawatirkan kita saat ini. Kalau tidak, kita sudah memiliki pengaturan yang layak. Tapi saya berani melakukan promosi langsung ke Q2 besok di FP1 dengan tetap berada di sepuluh besar. Saya belum melihat pembalap yang tidak melakukan kesalahan di sini atau di sana karena hembusan angin. Kami berulang kali tertiup angin di sebelah garis ideal. Anda harus mengontrol langkah Anda dengan baik dalam lomba,” imbuhnya.

Artikel Tag: motogp 2020, pramac ducati, Jack Miller

Ayahanda Minta James Rodriguez Pindah ke Atletico Madrid

Ayahanda Minta James Rodriguez Pindah ke Atletico Madrid

Berita Liga Spanyol: Ayah tiri dari James Rodriguez yaitu Juan Carlos Restrepu, mengatakan kepada awak pers jika dirinya akan dengan senang hati apabila putranya tersebut merumput bagi Atletico Madrid.

Gara-gara jarang dipakai oleh manajer Zinedine Zidane di Real Madrid musim ini, James pun santer diberitakan bakal meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas ini.

Sejumlah klub Eropa pun mulai melirik gelandang berpaspor Kolombia tersebut dan salah satunya adalah rival sekota Madrid yakni Atletic.

Dalam wawancara khusus dengan stasiun radio Super Combo del Deporte en Cali,Juan Carlos akan merasa bahagia apabila Atletico benar-benar serius untuk megejar servis putranya musim panas ini.

“James adalah sosok profesional dan dia telah menunjukkan itu. Dia selalu bekerja keras untuk menunjukkan bahwa dia berada dalam kondisi yang prima,” ucap Juan Carlos.

“Saya hanya ingin melihat putra saya bahagia dan cara satu-satunya adalah dengan bermain sepakbola.”

“Saya begitu menyukai sepakbola Spanyol. Ada banyak rumor yang mengatakan jika James bakal pergi ke Atletico. Terus terang saya sangat senang dengan pemberitaan itu karena mereka memiliki stadion serta fans yang luar biasa.”

“Namun saya tidak tahu apakah rumor ini bakal menjadi kenyataan karena ada banyak klub hebat di Italia maupun Inggris yang juga disebut tertarik kepada putra saya.”

“Meski begitu, saya menyarankan dia untuk tetap tinggal di Spanyol khususnya di Madrid karena itu demi kebaikan putri tercintanya,” tutup Juan Carlos.

Artikel Tag: James Rodriguez, Real Madrid, Atletico Madrid, Liga Spanyol, La Liga

Eks Timnas Argentina Sebut Messi Musim Ini Kalah Pamor dari Benzema

Eks Timnas Argentina Sebut Messi Musim Ini Kalah Pamor dari Benzema

Berita Liga Spanyol: Setelah musim yang begitu mengecewakan bagi Barcelona, Lionel Messi seperti tidak bisa menghindar dari kritikan orang-orang. Kini pemain berjulukan La Pulga itu bahkan dinilai tak jauh lebih baik dari Karim Benzema oleh seniornya di Timnas Argentina yaitu Hugo Gatti.

Memang jika melihat statistik pada musim ini, jumlah gol serta assists dari Messi melebihi milik Benzema.

Namun yang membedakan adalah gol-gol serta assist dari Benzema mampu membuat Madrid menjadi juara La Liga musim ini mengalahkan Messi bersama Barcelona-nya.

Gara-gara hal itu, Gatti yang merupakan kiper Timnas Argentina di era 70-an ini bahkan tak sungkan untuk menyebut Messi tidak lebih baik dari Benzema di musim ini.

“Saya dulu pernah bilang jika statistik yang dimiliki Messi adalah statistik yang diinginkan oleh semua pesepakbola. Tetapi untuk saat ini, saya melihat Karim Benzema jauh lebih baik ketimbang Messi,” ucap Gatti dalam wawancaranya dengan Chiringuito.

“Dia jauh lebih superior ketimbang Messi saat ini dan anda bisa lihat sendiri dalam beberapa musim terakhir Messi sudah tak mampu lagi tampil dalam performa yang maksimal.”

“Benzema memberikan lebih banyak untuk tim ketimbang Messi saat ini.”

“Apa yang pria Prancis itu lakukan kepada Real Madrid sudah lama kita tidak temukan setelah apa yang diperbuat oleh Cristiano Ronaldo dulu,” tutup pria berusia 75 tahun ini.

Artikel Tag: Hugo Gatti, Lionel Messi, Barcelona, Real Madrid, La Liga, Liga Spanyol

Atletico Madrid Miliki Rekor Memuaskan Kontra Getafe 31-0

Atletico Madrid Miliki Rekor Memuaskan Kontra Getafe 31-0

Berita Liga Spanyol: Diego Simeone dan Atletico Madrid akan memberikan salam hangat Getafe dengan tangan terbuka saat kedua tim saling berhadapan pada Kamis (16/07) malam waktu setempat. Los Rojiblancos memiliki rekor memuaskan karena tidak pernah kalah dari tim tetangga dekat mereka sejak ditangani pelatih asal Argentina tersebut.

Diego Simeone akan memimpin Atletico Madrid bertandang ke Coliseum Alfonso Perez untuk menantang tuan rumah, Getafe dalam lanjutan pertadingan La Liga. Tim tamu saat ini menempati peringkat tiga klasemen sementara sedangkan tuan rumah terpaut 12 poin dan menghuni peringkat enam.

Atleti di bawah Diego Simeone menorehkan rekor menakjubkan karena tidak pernah kalah dari Getafe, kali pertama sang pelatih memimpin timnya menghadapi Getafe pada 1 April 2012 dan berakhir dengan kemenangan 3-0 di Estadio Vicente Calderon, di mana pertandingan terakhir kedua tim terjadi pada 18 Agustus saat Alvaro Morata mengamankan kemenangan 1-0 timnya.

Delapan tahun telah berlalu sejak pertandingan pertama, namun Atletico hampir selalu menang dan Getafe tidak pernah bisa menjebol gawang Atleti. Rekor tim besutan Diego Simeone atas Getafe 31-0 dari 16 pertemuan, yang tentunya bukan merupakan bekal bali bagi tuan rumah.

Jose Berdalas belum bisa membalikka tren tersebut, ia telah menorehkan lima kekalahan kontra El Cholo, dengan akumulasi gol 8-0. Dalam jangka waktu tersebut ada dua hasil imbang tanpa gold an itu merupakan raihan yang cukup bagus bagi Geta.

Sembilan belas dari 23 pemain Atleti saat ini pernah mengalahkan Getafe, hanya Antonio Adan, Felipe, Hector Herrera, dan Ivan Saponjic yang belum pernah merasakannya karena belum pernah bermain melawan mereka. Diego Costa, Morata, Saul Niguez, Koke, Thomas Lemar dan Angel Correa berkontribusi 11 dari total 31 gol yang dihasilkan Atleti dalam 16 pertemuan.

Artikel Tag: Atletico Madrid, Getafe, La Liga

Alessandro Bastoni Dukung Antonio Conte Tetap Latih Inter Milan

Alessandro Bastoni Dukung Antonio Conte Tetap Latih Inter Milan

Berita Liga Italia: Puji Antonio Conte, bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni menyebut jika Conte adalah pelatih yang sudah memberikan segalanya, terutama kepercayaan.

Bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni, memberikan pujian kepada pelatihnya, Antonio Conte. Menurutnya, pelatih asal Lecce tersebut merupakan sosok pelatih yang luar biasa berani karena berani memberikan kepercayaan penuh kepadanya di usia 20 tahun.

“Conte telah memberi saya banyak hal. Saya tidak tahu ada berapa banyak manajer yang berani memberikan debut kepada pemain berusia 20 tahun di Inter seperti yang dia lakukan pada saya,” ujar Bastoni dalam sebuah wawancara bersama Sky Sport Italia.

“Kami saat ini sedang berada di jalur pertumbuhan, dan kami akan melakukannya secara bersama-sama. Kita harus terus bersama di jalan yang sama,” pungkasnya.

Bastoni bergabung dengan Inter Milan pada Agustus 2017. Dianggap sebagai talenta terbaik, Bastoni kemudian dipinjamkan ke Atalanta untuk memberinya kesempatan bermain. Dalam debutnya, jebolan akademi Inter ini pun dianggap cukup berhasil.

Di musim 2018/19, Bastoni kembali pinjaman. Kali ini pemain yang ketika itu baru berusia 19 tahun tersebut dipinjamkan ke Parma, dan berhasil menembus skuad utama.

Keberhasilan inilah yang membuat Conte memanggilnya ke tim utama, akhirnya berhasil menggeser posisi Diego Godin. Bek asal Uruguay tersebut dianggap telah gagal beradaptasi dengan skema 3 bek sejajar ala Conte, sehingga kehadirannya hanya dibutuhkan sebagai pelapis saja.

Artikel Tag: Antonio Conte, Inter Milan, Alessandro Bastoni