Eks Timnas Argentina Sebut Messi Musim Ini Kalah Pamor dari Benzema

Eks Timnas Argentina Sebut Messi Musim Ini Kalah Pamor dari Benzema

Berita Liga Spanyol: Setelah musim yang begitu mengecewakan bagi Barcelona, Lionel Messi seperti tidak bisa menghindar dari kritikan orang-orang. Kini pemain berjulukan La Pulga itu bahkan dinilai tak jauh lebih baik dari Karim Benzema oleh seniornya di Timnas Argentina yaitu Hugo Gatti.

Memang jika melihat statistik pada musim ini, jumlah gol serta assists dari Messi melebihi milik Benzema.

Namun yang membedakan adalah gol-gol serta assist dari Benzema mampu membuat Madrid menjadi juara La Liga musim ini mengalahkan Messi bersama Barcelona-nya.

Gara-gara hal itu, Gatti yang merupakan kiper Timnas Argentina di era 70-an ini bahkan tak sungkan untuk menyebut Messi tidak lebih baik dari Benzema di musim ini.

“Saya dulu pernah bilang jika statistik yang dimiliki Messi adalah statistik yang diinginkan oleh semua pesepakbola. Tetapi untuk saat ini, saya melihat Karim Benzema jauh lebih baik ketimbang Messi,” ucap Gatti dalam wawancaranya dengan Chiringuito.

“Dia jauh lebih superior ketimbang Messi saat ini dan anda bisa lihat sendiri dalam beberapa musim terakhir Messi sudah tak mampu lagi tampil dalam performa yang maksimal.”

“Benzema memberikan lebih banyak untuk tim ketimbang Messi saat ini.”

“Apa yang pria Prancis itu lakukan kepada Real Madrid sudah lama kita tidak temukan setelah apa yang diperbuat oleh Cristiano Ronaldo dulu,” tutup pria berusia 75 tahun ini.

Artikel Tag: Hugo Gatti, Lionel Messi, Barcelona, Real Madrid, La Liga, Liga Spanyol

Atletico Madrid Miliki Rekor Memuaskan Kontra Getafe 31-0

Atletico Madrid Miliki Rekor Memuaskan Kontra Getafe 31-0

Berita Liga Spanyol: Diego Simeone dan Atletico Madrid akan memberikan salam hangat Getafe dengan tangan terbuka saat kedua tim saling berhadapan pada Kamis (16/07) malam waktu setempat. Los Rojiblancos memiliki rekor memuaskan karena tidak pernah kalah dari tim tetangga dekat mereka sejak ditangani pelatih asal Argentina tersebut.

Diego Simeone akan memimpin Atletico Madrid bertandang ke Coliseum Alfonso Perez untuk menantang tuan rumah, Getafe dalam lanjutan pertadingan La Liga. Tim tamu saat ini menempati peringkat tiga klasemen sementara sedangkan tuan rumah terpaut 12 poin dan menghuni peringkat enam.

Atleti di bawah Diego Simeone menorehkan rekor menakjubkan karena tidak pernah kalah dari Getafe, kali pertama sang pelatih memimpin timnya menghadapi Getafe pada 1 April 2012 dan berakhir dengan kemenangan 3-0 di Estadio Vicente Calderon, di mana pertandingan terakhir kedua tim terjadi pada 18 Agustus saat Alvaro Morata mengamankan kemenangan 1-0 timnya.

Delapan tahun telah berlalu sejak pertandingan pertama, namun Atletico hampir selalu menang dan Getafe tidak pernah bisa menjebol gawang Atleti. Rekor tim besutan Diego Simeone atas Getafe 31-0 dari 16 pertemuan, yang tentunya bukan merupakan bekal bali bagi tuan rumah.

Jose Berdalas belum bisa membalikka tren tersebut, ia telah menorehkan lima kekalahan kontra El Cholo, dengan akumulasi gol 8-0. Dalam jangka waktu tersebut ada dua hasil imbang tanpa gold an itu merupakan raihan yang cukup bagus bagi Geta.

Sembilan belas dari 23 pemain Atleti saat ini pernah mengalahkan Getafe, hanya Antonio Adan, Felipe, Hector Herrera, dan Ivan Saponjic yang belum pernah merasakannya karena belum pernah bermain melawan mereka. Diego Costa, Morata, Saul Niguez, Koke, Thomas Lemar dan Angel Correa berkontribusi 11 dari total 31 gol yang dihasilkan Atleti dalam 16 pertemuan.

Artikel Tag: Atletico Madrid, Getafe, La Liga

Alessandro Bastoni Dukung Antonio Conte Tetap Latih Inter Milan

Alessandro Bastoni Dukung Antonio Conte Tetap Latih Inter Milan

Berita Liga Italia: Puji Antonio Conte, bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni menyebut jika Conte adalah pelatih yang sudah memberikan segalanya, terutama kepercayaan.

Bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni, memberikan pujian kepada pelatihnya, Antonio Conte. Menurutnya, pelatih asal Lecce tersebut merupakan sosok pelatih yang luar biasa berani karena berani memberikan kepercayaan penuh kepadanya di usia 20 tahun.

“Conte telah memberi saya banyak hal. Saya tidak tahu ada berapa banyak manajer yang berani memberikan debut kepada pemain berusia 20 tahun di Inter seperti yang dia lakukan pada saya,” ujar Bastoni dalam sebuah wawancara bersama Sky Sport Italia.

“Kami saat ini sedang berada di jalur pertumbuhan, dan kami akan melakukannya secara bersama-sama. Kita harus terus bersama di jalan yang sama,” pungkasnya.

Bastoni bergabung dengan Inter Milan pada Agustus 2017. Dianggap sebagai talenta terbaik, Bastoni kemudian dipinjamkan ke Atalanta untuk memberinya kesempatan bermain. Dalam debutnya, jebolan akademi Inter ini pun dianggap cukup berhasil.

Di musim 2018/19, Bastoni kembali pinjaman. Kali ini pemain yang ketika itu baru berusia 19 tahun tersebut dipinjamkan ke Parma, dan berhasil menembus skuad utama.

Keberhasilan inilah yang membuat Conte memanggilnya ke tim utama, akhirnya berhasil menggeser posisi Diego Godin. Bek asal Uruguay tersebut dianggap telah gagal beradaptasi dengan skema 3 bek sejajar ala Conte, sehingga kehadirannya hanya dibutuhkan sebagai pelapis saja.

Artikel Tag: Antonio Conte, Inter Milan, Alessandro Bastoni

Fix! Malaysia Akan Bawa Tim Terkuat ke Piala Thomas

Fix!  Malaysia Akan Bawa Tim Terkuat ke Piala Thomas

Berita Badminton : Para pemain profesional telah melakukan check-in untuk apa yang oleh pelatih kepala Federasi Badminton Malaysia (BAM), Wong Choong Hann, disebut sebagai sesi pelatihan yang saling menguntungkan di Akademy Badminton Malaysia (ABM).

Delapan pemain yakni Daren Liew, Soong Joo Ven, Teo Ee Yi/Ong Yew Sin, Goh V Shem/Tan Wee Kiong dan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying akan berlatih di bawah aula yang sama dengan pemain nasional BAM saat mereka bersiap untuk Piala Thomas dan Uber.

Semua pemain menjalani tes swab kemarin dan harus mengisolasi diri selama dua hari sebelum diberi izin untuk bergabung dengan anggota skuad lainnya.

Pasangan ganda campuran, Peng Soon/Liu Ying, peraih medali perak di Olimpiade terakhir di Rio de Janeiro empat tahun lalu, adalah satu-satunya pemain yang tidak akan berlaga untuk mendapatkan tempat di Piala Thomas di Denmark pada akhir tahun ini.

Pasangan itu diberi undangan khusus karena mereka berada dalam posisi yang baik untuk lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan.

“Saya percaya kami sedang memilih dari antara kandidat terbaik di negara ini untuk tim final Piala Thomas potensial kami,” kata Choong Hann.

“Kami ingin memulai persiapan kami lebih awal dan memberi pelatih lebih banyak waktu untuk mengevaluasi kemajuan para pemain sehingga kami dapat membuat keputusan terbaik untuk tim.”

“Para pemain ini akan bergabung dengan sesi latihan kami untuk memungkinkan kami mengevaluasi kondisi mereka saat ini. Tentu saja, kami akan berubah sesuai untuk membawa yang terbaik dari mereka,” ungkapnya.

“Peng Soon/Liu Ying akan berlatih bersama kami dua kali seminggu dari sekarang sementara yang lain untuk persiapan Piala Thomas. Kami memiliki fasilitas yang baik di ABM, sistem pendukung yang baik dalam hal pembinaan dan layanan dukungan.”

“Kami percaya bahwa dengan platform ini, kami akan dapat mendorong batasan semua orang dan menambah nilai pada seluruh tim. Kami dapat menciptakan sinergi yang baik antara para pemain muda. penuh energi, yang ingin membuktikan diri dan mendapatkan pengalaman dan rekan tim yang lebih berpengalaman. Semua orang akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Pemenang terbesar adalah tim Malaysia,” tambah Choong Hann.

Mantan pemain ganda nasional, V Shem mengatakan bahwa mereka berharap untuk kesempatan kedua di tim.

“Sebagai pemain profesional, kami tidak hanya berjuang untuk diri kami sendiri tetapi juga sponsor kami yang juga berharap melihat kami mewakili negara di Piala Thomas.”

“Hal baik lainnya tentang pelatihan di ABM adalah fasilitas kelas dunia. Kami akan memiliki perdebatan berkualitas tinggi dan ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk membuktikan bahwa kami masih dapat berkontribusi bagi negara,” jelas peraih medali perak Olimpiade Rio itu.

Artikel Tag: Chan Peng Soon, Goh Liu Ying, Goh V Shem, Tan Wee Kiong, Piala Thomas 2020