John McGinn Isyaratkan Kepergian Jack Grealish ke Man United

John McGinn Isyaratkan Kepergian Jack Grealish ke Man United

Berita Transfer: Gelandang Aston Villa, John McGinn, mengomentari terkait masa depan Jack Grealish bersama The Villans. McGinn mengaku tak yakin Grealish akan tetap bertahan di Villa Park namun dirinya merasa terhormat bisa memiliki kesempatan untuk menjadi rekan satu tim sang kapten.

Rumor kepindahan Grealish ke Manchester United hingga saat ini masih terus berhembus kencang. Bahkan tak sedikit pihak yang meyakini kepindahan pemain berusia 24 tahun itu ke Old Trafford tinggal menunggu waktu meski Aston Villa menuntut biaya transfer tak kurang dari 80 juta poundsterling.

Menanggapi masa depan Grealish di Villa Park yang belum menemukan kejelasan, McGinn mengaku tak yakin sang kapten akan bertahan lebih lama lagi. Namun yang jelasa McGinn merasa terhormat bisa memiliki kesempatan untuk menjadi rekan satu tim sang kapten.

“Jack mencetak gol luar biasa [saat Villa imbang 1-1 kontra West Ham di laga pamungkas Premier League] bagi klub ini dan kami tak bisa melupakan hal itu,” ujar McGinn dilansir dari Tribal Football.

“Dia bangun pada hari Minggu dan kami berbicara tentang fokus untuk membuat Villa tetap bertahan di liga ini. Fokus kami musim lalu adalah membuat klub promosi dan musim ini kami ingin tetap menjaga Villa bertahan di liga. Kami berhasil melakukannya.”

“Kini, apa yang akan terjadi saya sendiri tidak yakin namun yang jelas Jack masih terikat kontrak di sini. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa bermain bersamanya dan semoga saja dia masih bertahan. Namun dalam dunia sepakbola, tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi,” pungkasnya.

Artikel Tag: Jack Grealish, Manchester United, Aston Villa, John McGinn

Ditumbangkan AS Roma, Presiden Fiorentina: Saya Merasa Terhina!

Ditumbangkan AS Roma, Presiden Fiorentina: Saya Merasa Terhina!

Berita Liga Italia: Presiden Fiorentina yaitu Rocco Rommisso, marah besar usai La Viola keok 1-2 dari AS Roma dini hari tadi (27/7). Menurut Commisso, wasit telah melakukan keputusan yang kontroversial di laga tersebut dan itu membuatnya merasa terhina.

Salah satu momen yang disoroti oleh Commisso di dalam pertandingan tersebut adalah hadiah penalti untuk Roma di penghujung laga.

Commisso beranggapan seharusnya timnya tidak mendapatkan hukuman penalti karena bola sempat menyentuh wasit Daniele Chiffi terlebih dulu sebelum Edin Dzeko dijatuhkan di kotak penalti oleh kiper Pietro Teracciano.

“Ada peraturan yang menyebutkan jika bola sempat menyentuh wasit dan mempengaruhi alur laga, maka wasit harus menghentikan permainan dan menaruh bola di tempat insiden tersebut terjadi,” ujar Commisso dengan geram seperti dikutip dari ViolaChannel.

“Apakah peraturan itu sudah berubah? Sekali lagi, kami tidak mengerti apa sudut pandang wasit dalam membuat keputusan malam ini.”

“Sepakbola Italia jelas tidak boleh terus-terusan terjebak dalam situasi seperti ini. Harus ada perubahan segera dan kami butuh solusi yang mendesak.”

“Saya tidak mau berkomentar apa-apa lagi. Tapi terus terang kejadian ini membuat saya, para fans dan juga pemain merasa terhina.”

“Semuanya menyaksikan apa yang terjadi malam ini jadi biarlah orang-orang memberikan komentar terkait insiden ini,” tutup sang presiden.

Dengan kekalahan semalam, Fiorentina pun tertahan di urutan ke-12 klasemen Serie A sementara dengan koleksi 43 poin.

Di dua pertandingan terakhir, Patrick Cutrone dkk. bakal menghadapi Bologna (30/7) dan ditutup dengan melawan SPAL pada tanggal 3 Agustus.

Artikel Tag: Rocco Commisso, Liga Italia, Serie A, Fiorentina, AS Roma

Jordan Henderson Jadikan Kritikan Sebagai Bahan Bakar untuk Tingkatkan Performanya

Jordan Henderson Jadikan Kritikan Sebagai Bahan Bakar untuk Tingkatkan Performanya

Berita Liga Inggris: Kapten Liverpool, Jordan Henderson menyebutkan bahwa kritikan dari para peragu membuat dirinya termotivasi untuk meningkatkan level permainannya.

Keberhasilan Liverpool mampu meraih titel Liga Inggris perdananya setelah 30 tahun di musim 2019/20 ini tak bisa lepas dari peran gelandang sekaligus kapten klub, Jordan Henderson. Kontribusinya di lapangan tengah The Reds serta peran kepemimpinannya begitu penting bagi tim. Secara keseluruhan, Henderson punya peran penting di balik keberhasilan Liverpool dalam meraih gelar Premier League musim ini.

Namun perjalanan Henderson untuk bisa mendapatkan apresiasi yang layak seperti sekarang ini tak berjalan dengan mulus. Sebelumnya, mantan gelandang Sunderland ini selalu dipandang sebelah mata serta sarat akan kritikan, bahkan oleh publik Anfield sendiri. Kemampuannya sebagai seorang gelandang dianggap biasa saja dan dianggap tidak pantas mewarisi ban kapten dari Steven Gerrard.

“Saya rasa terkadang kritik bisa sangat menyakitkan,” kata Henderson kepada Daily Mail. “Saya mengerti bahwa kritik adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola, namun ketika Anda adalah seorang pemain muda, sangat sulit untuk menerimanya ketika Anda masih tidak terbiasa dengan itu,” lanjutnya.

“Di klub besar seperti Liverpool, level ekspektasi dapat memengaruhi Anda. Ini tentang belajar dan menanganinya sebaik mungkin,” tambah Henderson.

Namun, pada akhirnya Henderson mampu menjawab segala macam kritikan tersebut dan berkembang menjadi pilar penting bagi skuad asuhan Jurgen Klopp ini. Sekarang, gelandang berusia 30 tahun ini justru menjadikan kritik sebagai “bahan bakar” untuk terus memompa performanya.

“Saya telah menemukan cara untuk menghadapi kritikan melalui pengalaman. Sekarang saya lebih mencari kritik sebagai bahan bakar untuk mendorong saya maju,” ungkap sang kapten.

“Saya tidak akan pernah berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik. Itu adalah sesuatu yang akan selalu saya lakukan sampai saya selesai bermain sepak bola,” lanjutnya.

Artikel Tag: Jordan Henderson, Liverpool, Premier League

Panas! Bintang MU Ini Sebut Ada Dua Pemain Liverpool Yang Arogan

Panas! Bintang MU Ini Sebut Ada Dua Pemain Liverpool Yang Arogan

Berita liga Premier: Gelandang Manchester United, Andreas Pereira menyebut dua bintang Liverpool, Virgil van Dijk dan James Milner, sebagai pemain paling ‘arogan’ di Liga Premier, sedang pemain yang paling baik adalah david Luiz dan Willian.

Pereira musim ini menikmati musim terbaiknya dalam jersey United. Sejauh ini gelandang 24 tahun itu telah bermain dalam 39 kali laga di semua kompetisi.

Namun sejak kedatangan Bruno Fernandes pada Januari lalu dan sejak Paul Pogba dan Scott McTominay pulih dari cedera mereka, kini Pereira jadi jarang dimainkan.

Namun meski dia bukan pemain besar di United, Pereira tak takut bicara tentang pemain-pemain Liga Premier lainnya.

Saat bicara dala channel Youtube Desimpedidos, dia ditanya tentang sipakah pemain yang menurutnya arogan, dan Pereira menyebut nama Van Dijk dan Milner.

“Saya tak benar-benar menyukai orang itu, Milner,” jawab Pereira.

“Dan jujur saja, saya tak menyukai orang itu, bek, Van Dijk. (Dia) marrento (sombong, arogan). Bahkan caranya bermain juga agak arogan.”

Untuk adilnya, Pereira juga ditanya tentang siapakah pemain yang paling disukai di Liga Premier, dan Pereira menyebut nama dua pemain asal Brazil lainnya.

“David Luiz dan Willian adalah orang yang paling ’baik’.”

Tahun lalu Pereira menandatangani kontrak baru dengan United sampai 2023, namun apakah dia akan bertahan di United sampai masa kontraknya habis masih belum diketahui.

Musim ini Pereira start dalam 18 kali laga Liga Premier, tapi sejak kompetisi kembali digelar, dia masih belum pernah start. Dan kemungkinan besar dia tak akan kembali start kecuali jika ada pemain utama yang cidera.

Artikel Tag: Andreas Pereira, Virgil van Dijk, James Milner

Resmi! Premier League 2020/21 Dimulai September

Resmi! Premier League 2020/21 Dimulai September

Berita Liga Inggris: Penyelenggaran Premier League 2020/21 secara resmi diumumkan akan dimulai pada bulan September yang akan datang. Kompetisi musim depan dijadwalkan akan berakhir pada Mei 2021.

Dalam beberapa pekan terakhir beberapa pihak mulai mempertanyakan terkait kapan Premier League 2020/21 akan digelar. Pasalnya kompetisi musim 2019/20 sebelumnya mengalami penundaan akibat pandemi virus corona. Untuk Liga Primer musim ini sendiri akan berakhir pada akhir pekan ini, sementara kompetisi Eropa akan berakhir di penghujung Agustus mendatang. Dengan kondisi seperti itu wajar saja jika beberapa pihak mulai mempertanyakan terkait kapan penyelenggaraan kompetisi musim depan.

Melalui laman resmi mereka, Premier League selaku pihak penyelenggara kompetisi secara resmi mengumumkan bahwa kompetisi musim 2020/21 akan mulai digelar pada 12 September mendatang dan berakhir pada 23 Mei 2021. Terkait keputusan tersebut, pihak penyelenggara juga akan melakukan komunikasi dengan pihak FA dan EFL.

“Para petinggi Premier League pada hari ini telah sepakat bahwa musim 2020/21 akan mulai digelar pada 12 September. Sementara itu kompetisi akan berakhir pada 23 Mei [2021]. Pihak Premier League untuk selanjutnya akan melakukan konsultasi dengan FA dan EFL untuk menyusun jadwal seluruh kompetisi domestik,” tulis Premier League di akun Twitter resmi mereka.

Artikel Tag: Premier League, Premier League 2020/21, Premier League 2019/20

Juventus Bisa Amankan Gelar Scudetto Tanpa Harus Bertanding, Ini Syaratnya

Juventus Bisa Amankan Gelar Scudetto Tanpa Harus Bertanding, Ini Syaratnya

Berita Liga Italia: Juventus menderita kekalahan mengejutkan dari Udinese pada Jumat (24/7) dini hari WIB, namun mereka hanya terpaut tiga poin dari gelar Scudetto, dan bahkan bisa mengamankannya tanpa harus bermain.

I Bianconeri seharusnya bisa mengamankan gelar Scudetto kesembilan secara beruntun jika mereka menang di Stadio Friuli, setelah Inter MIlan ditahan imbang tanpa gol oleh Fiorentina sehari sebelumnya.

Gol Matthijs de Ligt sempat membuat satu tangan Juventus menggenggam trofi pada jeda turun minum, namun skuat asuhan Maurizio Sarri akhirnya takluk dengan skor 2-1, dengan Ilija Nestorovski dan Seko Fofana mencetak gol kemenangan untuk Udinese.

Terlepas dari hasil minor tersebut, Juventus sebenarnya bisa mengamankan gelar tanpa harus bermain, namun dengan beberapa syarat tertentu pastinya.

Syarat pertama adalah jika Atalanta, yang menempati urutan kedua di klasemen dengan jarak enam poin dari Juventus, menderita kekalahan dari AC Milan pada Sabtu (25/7) dini hari nanti WIB.

Syarat lainnya adalah dengan Inter Milan dan Lazio sama-sama gagal meraih kemenangan pada pertandingan mereka masing-masing kontra Genoa dan Hellas Verona.

Jika syarat-syarat tersebut, maka tidak mungkin lagi mereka melewati torehan poin Juventus, karena I Bianconeri unggul dari catatan head-to-head kontra masing-masing pesaingnya tersebut.

Sebelum giornata ke-36 digelar, Juventus memiliki torehan 80 poin, Atalanta berada di tempat kedua dengan 74 poin, selagi Inter MIlan (73) dan Lazio (72) menyusul di belakangnya.

Artikel Tag: Juventus, Scudetto, Serie A

Petrucci Beberkan Targetnya Untuk Balapan Kedua Nanti

Petrucci Beberkan Targetnya Untuk Balapan Kedua Nanti

Berita MotoGP : Pebalap tim Mission Winnow Ducati yaitu Danilo Petrucci membeberkan targetnya untuk balapan kedua di GP Andalusia mendatang. Petrucci ingin menjadi pebalap Ducati dengan posisi finish paling baik nantinya.

Performa Petrucci di balapan perdana sendiri memang tergolong kurang memuaskan. Rekan setim Andrea Dovizioso tersebut harus puas finish di posisi kesembilan saja usai melalui balapan yang sulit. Bisa finish di posisi itu saja merupakan keberuntungan besar bagi Petrucci. Sebab, ada pebalap-pebalap lain yang berada di depannya dan harus gagal finish. Andaikan tidak ada kendala dari pebalap lain, Petrucci mungkin terlempar dari posisi sepuluh besar.

Untuk membalaskan dendamnya itu, Petrucci kemudian memasang target khusus untuk pagelaran GP Andalusia nanti. Pebalap berkebangsaan Italia ini ingin menjadi pebalap Ducati dengan posisi finish paling baik. Secara tidak langsung, Petrucci ingin mengungguli tiga pebalap Ducati yang lain yaitu Francesco Bagnaia, Andrea Dovizioso, dan Jack Miller.

“Saya sangat menantikan balapan kedua di Jerez. Setelah dua hari libur, saya merasa kondisi fisik saya kini jauh lebih baik, sakit perut, dan leher saya juga sudah pulih,” tutur Petrucci.

“Target saya untuk balapan kedua di kejuaraan dunia tahun ini adalah finish di posisi lima besar. Meskipun saya mengetahui lintasan ini tidak cocok dengan karakter motor kami. Namun saya yakin bahwa saya dapat meningkatkan kinerja saya tanpa gangguan fisik dalam balapan nanti,” tambahnya.

Artikel Tag: motogp 2020, Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci

Inter Ditahan Imbang Fiorentina, Conte Sebut Hasilnya Tak Adil

Inter Ditahan Imbang Fiorentina, Conte Sebut Hasilnya Tak Adil

Berita Liga Italia: Manajer Inter Milan, Antonio Conte menilai jika hasil imbang yang didapatnya saat melawan Fiorentina, merupakan hasil yang tidak adil.

Manajer Inter Milan, Antonio Conte menilai jika hasil imbang yang didapatnya saat melawan Fiorentina, merupakan hasil yang tidak adil. Dalam pertandingan tersebut, Inter tampil impresif dengan menciptakan banyak peluang, dan mendominasi permainan.

“Kami selalu berusaha bermain baik, sejak awal babak pertama kami menciptakan banyak peluang. Penyelamatan penjaga gawang, tiang gawang dan eksekusi yang tidak akurat membuat kamu tidak bisa mencetak gol,” ujar Conte kepada FCInterNews.

Conte kemudian mengomentari penampilan dua bek tengahnya, Diego Godin dan Stefan de Vrij yang harus ditarik keluar karena masalah cedera.

“Diego tampil sangat bagus, dan tentu saja pemain lainnya pun sama. Saya tidak suka berbicara tentang individu pemain.”

“De Vrij juga bermain bagus dan kami berharap cedera yang dialaminya tidak serius. D’Ambrosio, Ranocchia dan yang lainnya juga bermain dengan baik. Saya minta maaf karena kami tidak mendapatkan apa yang pantas kami dapatkan setelah upaya yang kami lakukan.”

“Penting untuk mendapatkan posisi setinggi mungkin, anak-anak tahu itu. Karena itu, jika Anda berbicara kepada saya tentang pentingnya tempat kedua, saya mengatakan bahwa itu adalah tempat pertama bagi yang kalah. Cerita ditulis oleh mereka yang menang, yang lain hanya membacanya. Jujur, tempat kedua tidak mengubah hidup saya dan memang demikian faktanya,” pungkasnya

Artikel Tag: Inter Milan, Antonio Conte, Fiorentina

Neville Sarankan Man United Tambah Amunisi di Lini Depan

Neville Sarankan Man United Tambah Amunisi di Lini Depan

Berita Sepakbola: Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai The Red Devils membutuhkan tiga hingga empat pemain baru untuk bisa menjadi penantang gelar di musim depan. Neville menyebut penambahan amunisi di lini depan harus menjadi prioritas Setan Merah.

Performa Manchester United di paruh kedua musim 2019/20 nyatanya jauh lebih baik ketimbang beberapa musim sebelumnya. Pasalnya tim arahan Ole Gunnar Solskjaer sempat mencatatkan 19 pertandingan di semua kompetisi tanpa tersentuh kekalahan dan membuka peluang bagi mereka lolos ke Liga Champions musim depan.

Kendati demikian, Neville menilai kekuatan Man United saat ini belum cukup untuk membuat mereka menjadi penantang gelar di musim depan. Untuk itu Neville menyarankan agar Setan Merah mendapatkan tiga hingga empat pemain anyar untuk menambah amunisi di lini depan mereka.

“Saya pikir Ole Gunnar Solskjaer membutuhkan tiga atau empat [pemain] sebelum mereka berpikir untuk bersaing di posisi ketiga atau kedua bahkan juara liga di musim depan,” ujar Neville kepada Sky Sports.

“Ketika saya mengatakan bahwa Manchester United membutuhkan penyerang tengah, itu bukan berarti saya menyarankan mereka melepas Anthony Martial. Mereke membutuhkan tambahan penyerang tengah karena Man United membutuhkan dua hingga tiga penyerang tengah yang bagus. Mereka juga membutuhkan dua hingga tiga pemain sayap yang hebat,” pungkasnya.

Winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho, dikabarkan menjadi target utama Man United di musim panas tahun ini. Hanya saja hingga kini antara Dortmund dan MU belum mencapai kata sepakat terkait besaran nilai transfer sang pemain. Die Borussen sendiri telah memberikan lampu hijau untuk melepas Sancho namun dengan harga tak kurang dari 100 juta poundsterling.

Artikel Tag: Gary Neville, Manchester United, Premier League

Gantikan Ibra, AC Milan Incar Bomber Gagal Milik Real Madrid

Gantikan Ibra, AC Milan Incar Bomber Gagal Milik Real Madrid

Berita Transfer: AC Milan akan segera kehilangan bomber gaek asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic yang saat ini kontraknya hanya menyisakan satu bulan dan akan segera berakhir pada 31 Agustus 2020 mendatang. Oleh sebab itu, AC Milan mulai mencari striker pengganti.

Dilansir dari Sky Italia, AC Milan kini tengah memalingkan pandangannya pada striker Real Madrid asal Serbia, Luka Jovic. Pemain berusia 22 tahun itu dianggap masih memiliki potensi untuk menjadi juru gedor yang mematikan di musim depan, walau pun sejauh musim 2019/20 ia hanya mampu mencetak 2 gol di La Liga bersama Real Madrid.

Penampilan Jovic itu pun jauh dari ekspektasi, yang mana di musim 2018/19 ia mampu mencetak banyak gol untuk Eintracht Frankfurt, hingga membuat Los Blancos kepincut dan bersedia untuk mendatangkannya seharga 60 juta euro atau sekitar 1 triliun rupiah.

Namun berkat penampilan buruknya, Real Madrid dikabarkan telah berencana untuk melepas sang pemain. Bukan sebagai pemain pinjaman, melainkan dengan status permanen disertai nilai transfer sekitar 50 atau 60 juta euro. Tingginya nilai transfer yang diminta Real Madrid membuat AC Milan masih melakukan negosiasi dengan klub besutan Zinedine Zidane itu, dengan harapan bisa mendatangkan sang pemain ke San Siro dengan nilai transfer yang lebih murah.

Untuk saat ini Jovic masih menyisakan 5 tahun kontrak dengan Real Madrid atau hingga musim panas 2025 mendatang.

Artikel Tag: AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, Luka Jovic, Real Madrid