Matthias Ginter: Lukaku Bukan Tipe Pemain Yang Bisa Dikunci

Matthias Ginter: Lukaku Bukan Tipe Pemain Yang Bisa Dikunci

Berita Liga Champions: Bek Borussia Monchengladbach, Matthias Ginter menegaskan jika dirinya sudah berusaha membatasi pergerakan Romelu Lukaku. Sulit menjaga striker seperti Lukaku.

Bek Borussia Monchengladbach, Matthias Ginter merasa hasil imbang 2-2 saat melawan Inter Milan telah membuat frustasi. Bek 26 tahun itu pun menegaskan jika mereka sudah berusaha membatasi pergerakan Romelu Lukaku, meski pada akhirnya dia masih tetap bisa mencetak dua gol.

“Saya tidak puas dengan hasil imbang 2-2 seperti yang saya lakukan sebelum pertandingan,” ujar Ginter kepada UEFA.com.

“Ketika Anda memimpin seperti itu, hanya beberapa sesaat sebelum akhir pertandingan, terutama di laga tandang, akan terasa sangat mengecewakan kebobolan di menit ke-90 dari bola mati yang sebenarnya bisa dihindari,”

Ginter kemudian membahas Romelu Lukaku yang jadi faktor penentu pertandingan. Menurutnya, barisan belakang Monchengladbach sudah berusaha keras untuk menutup pergerakannya, namun pemain asal Belgia tersebut bukan tipe pemain yang mudah dijaga.

“Saya tidak berpikir Anda bisa mengunci pemain seperti Lukaku sepenuhnya selama permainan. Dia punya tiga peluang dan berhasil mencetak dua gol, keduanya dari jarak dekat. Padahal selama pertandingan, kami tidak memberikan banyak ruang kepadanya.” pungkasnya.

Lukaku memang jadi momok bagi lini belakang Monchengladbach yang diisi oleh para pemain muda. Pemain 27 tahun tersebut bahkan sempat membawa Inter Milan unggul lewat golnya di awal babak kedua.

Setelah itu Monchengladbach bangkit dengan menceploskan dua gol lewat penalti Ramy Bensebaini dan Jonas Hofmann. Di akhir pertandingan, Lukaku kembali merobek gawang Monchengladbach, sekaligus memaksa hasil pertandingan imbang 2-2.

Artikel Tag: matthias ginter, Inter Milan, Borussia Monchengladbach

Romelu Lukaku Masuk 10 Besar Striker Terbaik Dunia

Romelu Lukaku Masuk 10 Besar Striker Terbaik Dunia

Berita Liga Italia: FourFourTwo memasukkan striker Inter Milan, Romelu Lukaku sebagai 10 besar striker terbaik dunia. Dalam data tersebut, Lukaku masuk di posisi ke-4.

Dalam laporan terbarunya, majalah sepak bola bulanan asal Inggris, FourFourTwo, memasukkan striker Inter Milan, Romelu Lukaku masuk ke dalam 10 besar striker terbaik dunia. Dalam data tersebut, Lukaku masuk di posisi ke-4.

Dalam ulasannya, FourFourTwo menempatkan Lukaku dibawah Cristiano Ronaldo yang berada di posisi ke-3, Harry Kane di posisi kedua, dan Robert Lewandowski di posisi puncak.

“Sangat menyedihkan kami tidak bisa melihat Romelu Lukaku di Liga Premier lagi. Dia punya kemampuan finishing alami dan kekuatan yang jarang dimiliki pemain muda. Faktanya, dia adalah pemain luar negeri yang cepat mencapai 100 gol dalam sepak bola Inggris,” ujar FourFourTwo.

“Lukaku adalah murid dalam permainan juga, sangat cerdas dan ingin berkembang sebagai individu. Sebagai penyalur dalam mesin jam Antonio Conte Inter Milan, dia dalam kondisi yang baik selama setahun terakhir, membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling handal di Eropa,”

“Dia pencetak gol terbanyak untuk timnas Belgia, biaya klub sekitar £ 180 juta dan dia masih baru 27. Dia akan jadi lebih baik di kemudian hari.” pungkasnya.

Sepuluh teratas secara lengkap adalah sebagai berikut:

10. Jamie Vardy – Leicester City

9. Luis Suarez – Atletico Madrid

8. Raul Jimenez – Wolverhampton Wanderers

7. Karim Benzema – Real Madrid

6. Erling Braut Haaland – Borussia Dortmund

5. Sergio Aguero – Manchester City

4. Romelu Lukaku – Inter

3. Cristiano Ronaldo – Juventus

2. Harry Kane – Tottenham Hotspur

1. Robert Lewandowski – Bayern Munich

Artikel Tag: Romelu Lukaku, Inter Milan

Robert Tidak Habis Pikir Kompetisi Dilarang Tapi Unjuk Rasa Diizinkan

Robert Tidak Habis Pikir Kompetisi Dilarang Tapi Unjuk Rasa Diizinkan

Berita Liga 1 Indonesia : Masa depan gelaran Liga 1 2020 dalam tanda tanya besar karena tidak kunjung dimulai lagi. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun mengaku bingung kenapa kompetisi sepakbola di Indonesia belum diizinkan bergulir kembali.

Rencana PSSI menjalankan lagi kompetisi yang terhenti sejak Maret lalu mendapat tentangan dari kepolisian. Alasan wabah covid-19 masih belum terkendali menjadi pemicu Liga 1 2020 batal digulirkan lagi pada 1 Oktober lalu.

Namun di sisi lain, kepolisian memberikan restu bagi para demonstran dalam berunjuk rasa. Pekan lalu begitu banyak aksi unjuk rasa di Kota dan Kabupaten menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja.

Kegiatan olaharaga yang dampaknya positif dikatakan Robert layak untuk diselenggarakan. Apalagi pertandingan digelar secara tertutup dan tidak melibatkan penonton untuk hadir langsung ke stadion. Bahkan liga basket yang jumlah massa lebih sedikit dari sepakbola juga dilarang bergulir.

“Secara pribadi saya sangat kebingungan, liga basket juga dihentikan meskipun penontonnya sedikit. Tapi demonstrasi diizinkan oleh polisi, demonstrasi dibolehkan di Indonesia padahal ada ribuan orang yang datang bersamaan. Sedangkan sepakbola yang dimainkan tanpa penonton di stadion tidak diizinkan,” kata Robert ketika diwawancara.

Pelatih asal Belanda itu pun mempertanyakan sikap jajaran kepolisian dalam mempertimbangkan larangan soal kompetisi. Menurutnya ada inkonsistensi dari pihak berwenang ketika mengambil keputusan. Karena aksi demonstrasi punya lebih banyak potensi dalam menyebarkan virus covid-19.

“Jadi bisakah ada orang yang mampu menjelaskan, logika di balik semua ini karena saya sangat kebingungan dan begitu pula pemain. Jika ada rumor liga dimulai November, semua tetap akan kebingungan terhadap konsistensi para pengambil keputusan, maupun konsistensi atas tindak lanjut kompetisi yang harusnya digelar lagi 1 Oktober tapi dibatalkan H-2 Jadi itu sangat membingungkan,” kata Robert.

“Demonstrasi bisa berjalan izin padahal ada banyak orang, ribuan orang ada di sana. Ada banyak potensi terpaparnya corona di sana. Sedangkan kami bermain dalam stadion yang kosong tanpa penonton dengan protokol kesehatan yang ketat juga. Saya sangat bingung,” jelasnya.

Saat ini posisi Persib tetap menyerahkan semua keputusan kepada PSSI. Karena pihak klub tidak bisa berbuat apa-apa mengingat kebijakan bukan berada di tangannya. Tapi pihak otoritas juga harus konsisten dalam mengambil keputusan, karena ini membuat tim terkatung-katung.

“Sejak sebelumnya juga kami melakukan itu saat kepolisian tidak memberikan izin, benar kan? ini fakta, saya bicara soal fakta. Seperti yang saya katakan, ini sangat membuat saya kebingungan,” terang juru racik taktik 65 tahun ini memungkasi.

Artikel Tag: robert rene alberts, Persib, Liga 1 2020

Arturo Vidal Diklaim Bisa Beri Dampak Besar Bagi Inter di Liga Champions

Arturo Vidal Diklaim Bisa Beri Dampak Besar Bagi Inter di Liga Champions

Berita Sepakbola: Manajer Brescia, Diego Lopez, mengomentari terkait keberhasilan Inter Milan mendatangkan Arturo Vidal dari Barcelona pada musim panas tahun ini. Lopez mengaku sangat yakin Vidal akan memberikan dampak yang sangat besar bagi Inter khususnya saat tampil di Liga Champions.

Di musim panas tahun ini, Inter Milan berhasil mendatangkan Arturo Vidal dari Barcelona secara gratis. Bintang berusia 33 tahun itu lantas mendapatkan kontrak selama dua tahun atau akan bertahan di San Siro hingga musim panas tahun 2022 mendatang.

Menanggapi kedatangan Vidal di Inter pada musim panas ini, Diego Lopez lantas menyampaikan keyakinannya terhadap sang pemain tengah untuk memberikan dampak besar bagi timnya saat ini terutama saat tampil di Liga Champions.

“Arturo Vidal tengah dalam periode terbaiknya,” ujar Lopez kepada AS.

“Ia memiliki keinginan dan determiansi besar. Ia pemain dengan kualitas luar biasa. Saya pikir bersamanya, Inter akan bertarung di papan atas.”

“Vidal adalah pemain yang bisa memberikan karakter ke dalam tim. Ia pesepakbola yang tak suka kalah dan mampu menyalurkan energi ke dalam tim. Menjadi hal yang sangat bagus memiliki pemain seperti dirinya di dalam tim.”

“Inter bisa berbuat banyak di Liga Champions bersamanya? Saya membaca soal impian Vidal memenangkan Liga Champions dan ini menjadi hal yang bagus karena itu artinya, Inter mendapatkan seorang pemain yang ‘lapar’.”

“Saya pikir Inter memiliki segala yang dibutuhkan untuk bersaing di Liga Champions karena mereka memiliki kualitas di setiap lini. Jadi ya, mereka bisa bertarung di semua kompetisi yang diikuti, termasuk bersaing dengan Juventus di Serie A,” pungkasnya.

Artikel Tag: Arturo Vidal, Inter Milan, liga champions

Arteta Mengaku 'Deg-degan' dengan Gaya Penalti Ainsley Maitland-Niles

Arteta Mengaku 'Deg-degan' dengan Gaya Penalti Ainsley Maitland-Niles

Berita Liga Inggris: Ainsley Maitland-Niles terkenal “kalem” dalam mengeksekusi tendangan penalti, tetapi itu membuat Mikel Arteta merasa akan mengalami serangan jantung selama kemenangan dramatis atas Liverpool di putaran keempat Carabao Cup.

Liverpool memiliki banyak peluang emas di babak kedua, tetapi Bernd Leno melakukan beberapa penyelamatan kunci untuk mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Laga berakhir imbang 0-0 dan adu penalti diperlukan untuk menentukan pemenang pertandingan.

Arsenal akhirnya mengamankan tempat mereka di perempat final Carabao Cup setelah mengalahkan tim Jurgen Klopp dengan keunggulan 5-4, yang merupakan kemenangan pertama mereka di Anfield sejak September 2012.

Salah satu eksekutor The Gunners adalah Ainsley Maitland-Niles, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-86. Dan seperti biasanya, pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan gaya yang santai saat hendak mengeksekusi bola, yang berhasil mengecoh penjaga gawang Adrian.

Membahas gaya penalti Ainsley Maitland-Niles, Mikel Arteta mengatakan setelah kemenangan di Anfield: “Saya mengatakan kepadanya di ruang ganti bahwa saya akan mengalami serangan jantung karena bahasa tubuhnya… Oh Tuhan…

“Dia memasukkannya ke gawang, dan itu merupakan alasan mengapa dia menjadi salah satu pemain pengganti.”

Arsenal sedikit tidak beruntung karena harus berhadapan dengan Manchester City di perempat final Carabao Cup, saat Mikel Arteta menghadapi mantan mentornya Pep Guardiola lagi.

Dalam rekor pertemuan Mikel Arteta dan Pep Guardiola sejauh ini, catatan masih imbang dengan masing-masing satu kemenangan untuk kedua pihak. Pada pertandingan terakhir, The Gunners berhasil mengalahkan Manchester City 2-0 di semifinal Piala FA pada Juli.

Artikel Tag: Ainsley Maitland-Niles, Mikel Arteta, Arsenal, Liverpool, Carabao Cup

Cori Gauff Siap Mengguncang French Open Musim 2020

Cori Gauff Siap Mengguncang French Open Musim 2020

Berita Tenis: Saat berusia 14 tahun pada musim 2018, Cori Gauff memenangkan gelar French Open kategori junior dan menjadi petenis termuda yang memenangkannya sejak Martina Hingis pada musim 1993.

Sejak saat itu, para penggemar tenis semakin mengenal petenis sensasional AS yang terbiasa memecahkan rekor terkait usia dalam 15 bulan terakhir.

Sebagai contoh, di Wimbledon musim lalu, petenis peringkat 51 dunia menjadi petenis termuda yang menembus pekan kedua Wimbledon sejak musim 1991 dan menjadi petenis termuda yang terkualifikasi di Grand Slam grass-court tersebut.

Awal musim ini di Grand Slam Melbourne, ia bahkan menundukkan juara bertahan, Naomi Osaka untuk menjadi petenis termuda yang menembus pekan kedua Australian Open sejak Hingis pada musim 1996.

Kembali ke Roland Garros, Paris, ia mengincar untuk mempertahankan catatan impresif tersebut di babak pertama ketika melawan petenis unggulan kesembilan, Johanna Konta, semifinalis French Open musim lalu.

Gauff yang menginjak usia 16 tahun pada Maret lalu, gagal di babak kedua kualifikasi French Open musim lalu, tetapi musim ini, ia siap mengguncang Roland Garros.

Mantan petenis yang pernah menjuarai French Open sebanyak dua kali, Jim Courier bersemangat untuk melihat apa yang bisa dilakukan juniornya.

“Ia juara kategori junior di Grand Slam itu,” ungkap Courier. “Ia menyukai clay-court. Lapangan itu bukan pembatas yang akan membatasinya. Itu adalah peluang.”

“Ia masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan. Rasanya akan luar biasa melihatnya bermain di sana dan melihat apa yang bisa ia lakukan. Kita semua tahu bahwa ia bukan seseorang yang takut dengan kotornya tanah merah.”

Gauff sendiri merasa bersemangat untuk bermain di kota favoritnya dan terus melangkah maju. Pekan lalu, ia mengantongi kemenangan atas Ons Jabeur di Italian Open, Roma, lalu menyudutkan juara French Open musim 2016, Garbine Muguruza untuk melalui laga tiga set di babak kedua.

Gauff yang kalah dari Anastasija Sevastova di babak pertama US Open, menyatakan bahwa pengalaman bermain di tiga turnamen hard-court memberinya hal positif untuk mengetahui di mana level permainannya.

“Saya tidak merasa saya berada di lapangan yang paling membuat saya nyaman, tetapi saya pikir saat ini saya benar-benar menemukan jalan saya,” ungkap Gauff di Roma.

“Saya pastinya bisa merefleksi setelah US Open, belajar, berlatih, dan berusaha mempersiapkan diri untuk musim clay-court.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Cori Gauff

Riqui Puig Bertekad untuk Bertahan di Barcelona

Riqui Puig Bertekad untuk Bertahan di Barcelona

Berita Liga Spanyol: Riqui Puig nampaknya tidak mau mengikuti saran Ronald Koeman untuk meninggalkan Barcelona. Riqui Puig bertekad untuk bertahan di tim berjuluk Blaugrana itu.

Sebelumnya, Koeman menyebut, jebolan akademi sepakbola La Masia itu tidak masuk dalam skema permainannya pada musim depan. Bahkan, Koeman menyarankan kepada manajemen El Barca untuk melepas pemain muda berbakat itu pada bursa transfer musim panas kali ini. Pernyataan pelatih asal Belanda itu pun sempat menimbulkan polemik.

Pasalnya, gelandang berusia 21 tahun itu dianggap sebagai salah satu pemain muda terbaik yang kini dimiliki Barca. Akhirnya, Koeman mengklarifikasi pernyataannya dengan menyebut, Puig akan cenderung mengalami kesulitan untuk bersaing di tim utama Barca dan mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Padahal, menurut Koeman, sebagai pemain muda, pemain yang memiliki nama lengkap Ricard Puig Martí itu mesti mendapatkan lebih banyak pengalaman lewat kesempatan tampil di atas lapangan. Koeman pun menyebut, akan lebih baik

Puig dipinjamkan ke klub lain pada musim depan agar mendapatkan menit bermain yang lebih banyak ketimbang di Blaugrana. Namun, seperti dilansir Sports, pemain muda berusia 21 tahun itu menegaskan keinginannya untuk bertahan di Barca.

”Untuk saat ini, fokus Riqui Puiq adalah bertahan di El Barca dan mengubah penilaian Koeman terhadap dirinya. Tidak hanya itu, Puiq juga ingin membuktikan Koeman melakukan kesalahan dalam menilai kemampuan dirinya,” tulis laporan Sports, Senin (21/9).

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Puiq diminta untuk mencari klub baru. Pada Januari 2019, Direktur Akademi Sepak Bola Barca, Patrick Kluivert, sempat menyarankan, gelandang asal Spanyol itu mencari klub baru. Namun, dia akhirnya tetap bertahan.

Bahkan, penggawa Barcelona B itu sempat dipromosikan ke tim yang berasal dari Katalan itu pada musim 2018-2019. Bahkan, pada musim lalu, Puig mencatatkan 12 penampilan di semua ajang. Selama dua musim memperkuat tim utama El Barca, Puiq telah mengemas 15 penampilan di semua ajang.

Di skuat El Barca pada musim ini, Puig akan bersaing dengan Miralem Pjanic dan Frenkie de Jong dalam memperebutkan satu tempat di lini tengah Barcelona.

Artikel Tag: Riqui Puig, Barcelona

BNPB Berikan Lampu Hijau untuk Melanjutkan Kompetisi IBL

BNPB Berikan Lampu Hijau untuk Melanjutkan Kompetisi IBL

Berita Basket IBL: Kabar baik untuk penggemar basket Tanah Air dan juga para pebasket nasional. Pasalnya, IBL 2020 dapat lampu hijau untuk menggelar kompetisi bola basket oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB..

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah telah menandatangani nota kesepahaman dengan BNPB selaku Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Kamis 16 September.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala BNPB dan Satgas Covid-19, Letjen Doni Monardo, sementara JunasL melakukan penandatanganan dengan Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB – Dr. Udrekh.

“Nota kesepahaman atau perjanjian ini berarti IBL memperhatikan secara penuh protokol kesehatan saat pelaksanaan lanjutan kompetisi bulan Oktober nanti,” kata Junas, sebagaimana diberitakan situs resmi IBL

Kelanjutan Kompetisi Liga Bola Basket tertinggi di Tanah Air nanti juga diharapkan dapat menjadi media komunikasi kepada masyarakat tentang pentingnya meningkatkan disiplin terutama Gerakan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).

“Dengan mendukung pemerintah dalam hal sosialisasi 3 M serta disiplin pada protokol kesehatan, kita bisa tetap aktif, produktif dan menekan resiko penyebaran Covid-19,” kata Junas. Sosialisasi protokol kesehatan sudah dilakukan gencar oleh IBL dan dipatuhi seluruh klub, sejak dari masa latihan hingga nanti saat kompetisi bergulir.

“Kami sudah melakukan simulasi dengan menjalankan protokol kesehatan yang sudah direkomendasi oleh pihak-pihak terkait,” lanjutnya.

“Olah raga adalah salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan menggalakkan pola hidup sehat akan meningkatkan imunitas yang menjadi kunci sehat. Covid-19 tak boleh menghalangi, namun pedoman kesehatan harus dipatuhi. Kompetisi tanpa penonton dan seluruh yang terlibat harus melakukan PCR. Satgas siap memberikan dukungan,” kata Doni dalam sambutannya.

Artikel Tag: BNPB, IBL 2020

Kembali Ke Italian Open, Karolina Pliskova Singkirkan Rekan Senegara

Kembali Ke Italian Open, Karolina Pliskova Singkirkan Rekan Senegara

Berita Tenis: Juara bertahan Italian Open, Karolina Pliskova mengawali kampanye di Roma dengan meyakinkan usai menyingkirkan rekan senegaranya, Barbora Strycova di babak kedua.

Petenis yang dikenal dengan pukulan penuh tenaga lebih unggul dari Strycova dan mengontrol rally-rally dengan forehand setelah ia menyerang dengan 26 winner dan mematahkan Strycova dalam empat kesempatan dalam perjalanan mengantongi kemenangan 6-3, 6-3 dalam waktu 1 jam 15 menit.

“Itu bukan pekerjaan yang mudah, tetapi saya pikir saya bermain dengan cukup baik. Saya merasakan bolanya dengan baik, saya servis dengan cukup apik, dan di momen-momen penting, saya hanya berusaha mengerjanya. Jadi, strategi itu berjalan dengan baik,” tambah petenis berkebangsaan Ceko, Pliskova.

Petenis unggulan kedua tiba di Italian Open, Roma sebagai juara bertahan, tetapi ia berharap ia bisa kembali menemukan jalan kemenangan. Ia mengawali musim ini dengan memenangkan gelar di Brisbane yang menjadi gelar ke-16 dalam kariernya. Tetapi sejak saat itu, ia berjuang keras untuk mencatatkan kemenangan beruntun setelah meninggalkan Australia.

Petenis peringkat 4 dunia pastinya merasa senang dengan performa solid yang ia perlihatkan di babak kedua di mana ia hanya kehilangan servisnya satu kali dan memenangkan 71 persen poin dari servisnya.

“Saya menyukai tempat ini dan sejak saya mengubah perasaan saya tentang Roma musim lalu, saya pikir kondisi di sini cukup baik bagi saya,” seru Pliskova.

“Saya pikir lapangannya cukup cepat. Dan karena saat ini begitu panas, bahkan lebih panas daripada April ketika turnamen ini biasanya digelar, saya pikir itu bisa menjadi hal yang positif bagi saya.”

Petenis unggulan kedua selanjutnya akan menantang qualifier asal Rusia, Anna Blinkova di baba ketiga dan mengincar untuk bisa melaju ke perempatfinal kedua pada musim ini.

Blinkova menyisihkan qualifier asal Spanyol, Aliona Bolsova dengan 4-6, 6-1, 7-6 .

“Pertandingan itu pastinya akan menantang. Saya pikir ia akan berani dalam menembakkan pukulan-pukulannya. Ia memainkan permainan yang sedikit mirip dengan saya. Saya harus servis dengan baik, memainkan permainan saya, dan dengan begitu saya pikir saya bisa mengalahkannya,” tukas Pliskova.

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Karolina Pliskova, Barbora Strycova

Demi Menit Bermain, Reinier Rela Ditempatkan di Manapun

Demi Menit Bermain, Reinier Rela Ditempatkan di Manapun

Berita Liga Jerman: Pemain pinjaman Borussia Dortmund dari Real Madrid, Reinier memiliki ambisi yang cukup besar di musim 2020/21 mendatang. Didatangkan ke Signal Iduna Park pada musim panas 2020, pemain muda asal Brasil itu ingin memenangkan gelar bersama Dortmund.

Menurut Goal, Reinier rela dipinjamkan ke Die Borussian karena memang ia ingin mendapat lebih banyak kesempatan bermain, karena bersama Real Madrid ia tak kunjung dimasukkan ke tim utama dan hanya bermain di tim Castilla.

Walaupun demikian, bukan berarti ia akan lebih mudah mendapat menit bermain bersama Borussia Dortmund. Namun, pemain berusia 18 tahun itu mengaku siap menghadapi ketatnya persaingan bersama tim besutan Lucien Favre, bahkan ia rela dimainkan di mana pun di sepertiga lapangan demi mendapat menit bermain.

“Ada begitu banyak pertandingan sehingga setiap orang akan mendapatkan kesempatannya. Ini tentang kita semua membantu tim,” katanya seperti dilansir laman Goal.

“Saya akan selalu melakukan yang terbaik, tidak peduli apakah saya bermain secara sentral di lini tengah, di sayap atau sebagai striker. Bagi saya, ini semua tentang mengembangkan tim dan membantu mereka memenangkan gelar,” pungkasnya.

Nama Reinier mulai dikenal publik setelah ia tampil mengesankan bersama klub lokal Brasil, Flamengo, sebelum akhirnya direkrut oleh Los Blanco pada musim dingin 2020 yang lalu dengan nilai transfer sebesar 30 juta euro atau sekitar 530 miliar rupiah.

Artikel Tag: Reinier, Borussia Dortmund