Pelatih Hong Kong Yakin Anak Didiknya Mampu Raih Medali di Olimpiade Tokyo

Pelatih Hong Kong Yakin Anak Didiknya Mampu Raih Medali di Olimpiade Tokyo

Berita Badminton : Meskipun menjadi “kuda hitam yang tidak terlihat”, pelatih ganda Hong Kong Choong Tan Fook Heck yakin bahwa pasangan ganda campuran Hong Kong, Tang Chun Man / Tse Ying Suet akan Ini akan memenuhi mimpinya setelah kehilangan medali Olimpiade di Sidney pada tahun 2000 ketika kalah dari Ha Tae-kwon / Kim Dong-moon.

“Saya percaya mereka memiliki kesempatan untuk memenangkan medali. Karena wabah Covid-19, semua orang punya kesempatan. Tidak ada yang bisa memprediksi pasangan lain akan seperti apa karena minimnya persaingan,” kata kepala pelatih ganda Hong Kong itu.

Untuk persiapannya, Choong Tan Fook mengungkapkan bahwa dirinya mengingatkan seluruh atlet untuk bekerja dan berlatih. Karena tidak ada kunci sukses tanpa kerja keras dan melihat kompetitor utama yang ingin merebut medali terutama atlet dari China, Thailand dan Jepang yang harus menang jika ingin medali.

“Para pemain saya harus melakukan bagian mereka di Tokyo dan memberikan segalanya di lapangan,” kata pelatih kepala Hong Kong itu kepada Stadium Astro, menambahkan bahwa contoh kehilangan medali Olimpiade adalah kurangnya kebugaran dan kurangnya kepercayaan diri.

“Olimpiade adalah panggung terbesar. Semua pemain akan tampil baik di tingkat kebugaran tertinggi. Jadi saya tekankan kepada semua pemain pentingnya memiliki kepercayaan diri dan pikiran yang kuat. karena jika kamu belum siap mental, Anda harus pergi ke lapangan dalam siksaan.”

Bagi pasangan peringkat 13 dunia, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, mereka tampil baik pada tahun 2019 sebelum turnamen dihentikan oleh wabah Covid-19, memenangkan Chinese Taipei Open dan Korea Masters sementara Tang Chun Man juga memenangkan China Masters di ganda campuran dengan Ng Tsz Yau, sementara tahun ini mereka hanya berlaga di dua event Thailand Open di Bangkok tetapi tersingkir dari babak 16 besar di kedua turnamen.

Artikel Tag: Tang Chun Man, Tse Ying Suet, Hong Kong, olimpiade tokyo 2020

Seorang Fans Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Jatuh dari Tribun di Stadion Wembley

Seorang Fans Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Jatuh dari Tribun di Stadion Wembley

Berita Piala Eropa: Seorang penggemar telah dibawa ke rumah sakit dalam “kondisi serius” setelah terjatuh dari tribun di Stadion Wembley saat Inggris menang atas Kroasia pada Minggu (13/6) kemarin.

Ada sekitar 18.497 penonton yang hadir di stadion nasional Inggris tersebut ketika gol Raheem Sterling sukses memastikan kemenangan 1-0 untuk tim asuhan Gareth Southgate dalam pertandingan pembuka mereka Grup D di Piala Eropa.

Namun seorang penggemar harus mendapat perawatan medis setelah jatuh dari tribun penonton tak lama setelah pertandingan dimulai.

Seorang jura bicara stadion Wembley mengatakan, “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa seorang penonton jatuh dari tribun tepat setelah kick off dalam pertandingan antara Inggris dan Kroasia di Stadion Wembley.”

“Penonton diberi pertolongan medis di tempat dan kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius. Kami akan terus bekerja dengan UEFA untuk memastikan masalah ini diselidiki sepenuhnya dan kami terus memantau situasinya.”

Salah seorang penggemar di Wembley mengatakan kepada Evening Standard, “Kami melihat kakinya melewati penghalang dan kemudian dia jatuh dan membentur lantai dan tidak bergerak.”

“Sepertinya butuh waktu lama bagi staf untuk menghampirinya. Seorang pria di dekat kami yang melihat semuanya menangis.”

Fans lain menambahkan, “Saya tidak melihatnya tetapi berbicara dengan beberapa orang yang melihatnya di babak pertama. Mereka trauma. Dia jatuh dari balkon menuju kursi dan beton.”

“Saya pikir itu terjadi sekitar kick-off jika tidak saya akan menyadarinya. Tempat duduk itu sudah dibersihkan.”

Artikel Tag: Stadion Wembley, Inggris, Piala Eropa

AC Milan Ingin Permanenkan Brahim Diaz, Real Madrid Patok Harga

AC Milan Ingin Permanenkan Brahim Diaz, Real Madrid Patok Harga

Berita Transfer: Real Madrid kabarnya mematok harga sebesar 30 juta euro (521 miliar rupiah) untuk Brahim Diaz, dengan AC Milan berminat untuk mempermanenkan jasa sang gelandang.

Sang pemain berusia 21 tahun tampil dengan memuaskan selama dipinjamkan ke Italia, dengan mencatatkan total 39 penampilan di semua ajang untuk Milan dan menciptakan tujuh gol plus empat assist, selagi mengantarkan Rossoneri untuk finis di peringkat kedua klasemen akhir Serie A dan kembali ke Liga Champions setelah tujuh tahun absen.

Kontrak pinjamannya akan segera habis pada akhir bulan ini, dan dengan sisa kontrak selama empat tahun lagi di Santiago Bernabeu, maka Brahim Diaz masih memiliki masa depan yang panjang bersama Real Madrid.

Namun, dilansir dari Goal, Los Blancos tidak menutup kemungkinan untuk melepas sang gelandang serang karena ia kesulitan untuk mendapatkan menit bermain semenjak digaet dari Manchester City pada Januari 2019 silam.

Madrid kabarnya bersedia untuk melepas Diaz, asalkan AC Milan bersedia untuk menebusnya seharga 30 juta euro, dan disertai dengan klausul buyback yang membolehkan mereka untuk membelinya lagi di masa depan dengan harga serupa.

Diaz sendiri masih belum memiliki niatan yang jelas entah untuk kembali ke Madrid atau melanjutkan petualangan dengan Milan, namun dengan keberadaan Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan, maka ia bisa berharap untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih sering ketimbang di era Zinedine Zidane.

Artikel Tag: Brahim Diaz, Real Madrid, AC Milan

Mason Mount Ditunjuk Sebagai Brand Ambassador Combat Gaming

Mason Mount Ditunjuk Sebagai Brand Ambassador Combat Gaming

Berita Esports: Mason Mount telah ditunjuk sebagai brand ambassador Combat Gaming, organisasi milik 38 Entertaintment Group. Dalam peran barunya, Mount akan menjadi host seri acara game baru Combat, yang dijadwalkan tayang di Sky UK selama musim panas 2021.

Tidak sekadar menjadi host, gelandang Chelsea asal Inggris itu juga akan berkompetisi dalam acara game selebriti Combat Gaming, yang mempertandingkan para tokoh terkenal, di berbagai game seperti FIFA, Call of Duty, dan Fortnite.

Dilansir Esports Insider, sebelum ditunjuk sebagai brand ambassador, Mason Mount sempat berpartisipasi dalam tiga acara Combat, yang dilaporkan meraup lebih dari 10 juta penonton.

“Menjadi brand ambassador resmi dengan Combat Gaming berarti saya dapat menghadapi selebriti dan gamer terbesar di dunia di berbagai turnamen sepanjang tahun! Saya senang bekerja dengan beberapa pembuat konten keren, dan terlibat dalam seri konten baru yang menunjukkan hasrat saya terhadap dunia game online,” kata Mount, berbicara seputar bergabung ke Combat, dilansir Esports Insider.

Jonathan Kark, CEO 38 Entertainment Group juga senang dengan kehadiran Mason Mount, yang menurutnya merupakan salah satu pesepakbola paling menarik saat ini.

“Kami senang menyambut Mason ke keluarga Combat. Mason adalah salah satu tokoh sepakbola paling menarik di dalam dan di luar lapangan di dunia saat ini. Semangatnya untuk bermain game membuat ini (penunjukan) menjadi hal yang lumrah, dan kami senang dia mewakili mereka kami,” ungkap Kark, dilansir Esports Insider.

Combat Gaming, yang baru diluncurkan, adalah klub keanggotaan dan kolektif game yang dioperasikan oleh 38 Entertainment Group, salah satu pemilik Ellevens Esports. Acara yang diselenggarakan oleh organisasi ini umumnya adalah turnamen selebritas amal, di mana hadiah uang acara akan disumbangkan ke badan amal atau lembaga pilihan sang pemenang.

Artikel Tag: Mason Mount, 38 Entertainment Group, Combat Gaming

Dikaitkan dengan Barcelona Lagi, Matthijs de Ligt Heran

Dikaitkan dengan Barcelona Lagi, Matthijs de Ligt Heran

Berita Transfer: Matthijs de Ligt kembali membantah kabar kepindahannya ke Barcelona, karena ia merasa bahagia di Juventus, dan menyebut rumor transfer ini sebagai hal yang tidak masuk akal.

Sang bek tengah tim nasional Belanda selalu diharapkan untuk mendarat di Camp Nou, setelah sinarnya diketahui oleh publik ketika membawa Ajax menembus semifinal Liga Champions musim 2018/2019 silam.

Namun De Ligt mengambil keputusan mengejutkan dengan memilih Juventus sebagai pelabuhannya pada musim panas tahun itu.

Meskipun kariernya di Turin menghadapi banyak tantangan, bahkan Bianconeri kehilangan gelar Scudetto pertamanya setelah sembilan tahun mendominasi pada musim ini, namun defender berusia 21 tahun ini menegaskan kebahagiaannya.

“Saya sangat bahagia di Juve. Saya merasa seperti ikan yang ada dalam air,” kata Matthijs de Ligt kepada ESPN.

“Saya merasa baik saja dan dihargai. Akankah mereka melepas saya pergi? Ada banyak klub yang memiliki masalah keuangan, namun Anda harus bertanya kepada klub soal ini.

“Saya tidak tahu. Ini [rumor ke Barcelona] tidak masuk akal sekarang. Itu tidaklah penting bagi saya dan tidak ada yang memberi tahu kepada saya tentang hal ini.”

Barca memang sedang menghadapi masalah keuangan semenjak pandemi terjadi. Mereka bahkan terpaksa harus mengumpulkan para pemain dengan status bebas transfer pada musim panas ini karena tidak ada dana untuk membeli pemain bintang.

Sementara itu, De Ligt akan menyiapkan diri untuk timnas Belanda di Piala Eropa 2020 yang akan dimulai pada bulan depan, sebelum memulai petualangan baru di Juve dengan Massimiliano Allegri menjabat sebagai pelatihnya.

Artikel Tag: Matthijs de Ligt, Juventus, Barcelona

Poul Erik Hoyer Resmi Jabat Presiden BWF Untuk Ketiga Kalinya

Poul Erik Hoyer Resmi Jabat Presiden BWF Untuk Ketiga Kalinya

Berita Badminton : Poul Erik Hoyer terpilih kembali untuk masa jabatan lain sebagai Presiden BWF. Mantan Presiden Badminto Eropa dan Presiden saat ini, Poul Erik Hoyer, berada di Rapat Umum Tahunan 2021 terpilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Peraih medali emas Olimpiade 1996 itu akan menjabat sebagai Presiden badan dunia selama empat tahun lagi.

“Selamat kepada Poul-Erik Hoyer untuk satu masa jabatan lagi sebagai Presiden BWF,” Brian Agerbak, Sekretaris Jenderal Badminton Eropa, menyatakan.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan

Poul Erik Høyer terpilih sebagai Presiden pada 2013 dan dia terpilih kembali pada 2017. Pada RUPS BWF 2021 dia berdiri tanpa lawan, dan dia sekarang akan melayani badan bulu tangkis dunia sampai 2025.

“Poul Erik adalah pendukung bulutangkis dan pria sejati. Kita tidak bisa meminta duta yang lebih baik untuk olahraga kita untuk memimpin badan dunia. Saya berharap dia akan semakin tertarik untuk melibatkan para pemangku kepentingan di periode terakhirnya sebagai Presiden,” kata Agerbak.

“Bulu tangkis berada di posisi yang baik dan kami telah melihat perkembangan luar biasa di bawah kepemimpinan Poul Erik. Kita tidak boleh berhenti berinovasi dan mengembangkan olah raga kita dan saya yakin Poul Erik sudah memiliki ide-ide baru bagaimana meningkatkan posisi badmintons di dunia olahraga yang kompetitif,” tambah Agerbak.

Ingin mengembangkan bulu tangkis Di RUPS Poul-Erik Høyer berkata:

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus atas kepercayaan yang Anda berikan kepada saya untuk menjadi Presiden Anda untuk masa jabatan berikutnya.”

“Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk memenuhi kepercayaan Anda dan bekerja keras untuk mengembangkan bulu tangkis ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya. 

Poul Erik Hoyer sebelumnya menjabat sebagai Presiden Badminton Eropa dari 2010-2013.

Artikel Tag: Poul Erik Hoyer, BWF

Fabio Quartararo Akui Sulit Pelajari Gaya Balap Jack Miller

Fabio Quartararo Akui Sulit Pelajari Gaya Balap Jack Miller

Berita MotoGP: Fabio Quartararo puas dengan capaiannya finis di urutan ketiga di Le Mans, namun ia menyayangkan dirinya yang kesulitan mempelajari banyak hal dari Miller.

MotoGP Prancis menjadi balapan pertama musim ini yang digelar dalam kondisi basah dan terdapat momen flag-to-flag, yang membuat para pebalap kesulitan, terutama bagi mereka yang kurang berpengalaman.

Termasuk Fabio Quartararo, ia memang baru berkarier di MotoGP selama dua tahun, dan baru satu kali tampil di balapan basah. Meski minim pengalaman, pebalap berjuluk El Diablo itu mampu melaju kencang dan berani mengambil risiko besar supaya tak tertinggal jauh dari rival di depannya, Jack Miller.

Kendati begitu, Quartararo mengaku sangat menyayangkan dirinya yang tak bisa mempelajari banyak hal dari Miller yang jadi pebalap tercepat dalam MotoGP Prancis karena tertinggal cukup jauh.

“Ketika saya melihat pit board Jack tidak akan mudah mengejar saya. Tapi, saya juga tak menyadari dia mendapatkan dua long lap penalty,” kata Quartararo seperti dilansir Speedweek.

“Ketika dia berhasil menyalip, saya tidak bisa melihatnya dengan jelas, jadi saya hanya sedikit mempelajari gaya balapnya,” imbuhnya.

Para pebalap Ducati menjadi yang terbaik di Le Mans ketika balapan digelar dalam kondisi lintasan basah. Rekan setim Miller, Francesco Bagnaia, juga memiliki kecepatan yang bagus dan sukses finis di posisi keempat usai start dari grid ke-16.

Sementara itu, pebalap Pramac Ducati, Johann Zarco, patut diapresiasi lantaran berhasil menunjukkan penampilan kuat dan mampu melaju cepat dibandingkan Jack Miller pada lap-lap terakhir.

“Johann memiliki kecepatan lebih baik dan itu terjadi karena caranya menikung dan menegakkan motornya lagi,” ucap Quartararo.

“Anda bisa mengatakan bahwa saya selalu menyetel motor terlalu awal dan itu berarti motor tak bekerja dengan baik. Saya menyadari itu sepanjang jalannya balapan, dan berusaha untuk mengoreksi diri sendiri. Saya harus bisa memperbaiki hal tersebut,” tuturnya.

Meski gagal meraih kemenangan di balapan kandang, Fabio Quartararo tak kecewa sama sekali karena hasil yang didapatkannya ia nilai sudah cukup memuaskan jika melihat kondisi balapan. Ditambah lagi ia berhasil menjadi pebalap Yamaha tercepat, meski ban depan motornya sudah habis lantaran tergerus aspal yang mengering.

“Melihat kembali hasilnya, saya bisa mengatakan itu sangat menyenangkan. Namun kenyataannya, itu balapan yang sangat sulit dan memacu adrenalin, terutama pada lima lap pertama,” kata pebalap berusia 22 tahun tersebut.

Finis ketiga membuat Quartararo kembali menjadi pemuncak klasemen dengan koleksi 80 poin, ia hanya unggul satu angka atas Bagnaia.

Artikel Tag: Fabio Quartararo, Monster Energy Yamaha, Jack Miller, Ducati Lenovo, MotoGP 2021, MotoGP Prancis

Sabda Fabrizio Romano: David De Gea ke Roma Cuma Hoax!

Sabda Fabrizio Romano: David De Gea ke Roma Cuma Hoax!

Berita Transfer: Pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano, memberikan komentar terkait kabar ketertarikan AS Roma untuk mendatangkan David De Gea dari Manchester United. Romano mengklaim kabar tersebut hanyalah hoax.

Teka-teki terkait masa depan David De Gea di Manchester United hingga saat ini masih dipenuhi oleh misteri. Namun dalam beberapa pekan terakhir, kiper asal Spanyol itu diyakini akan segera meninggalkan Old Trafford usai posisi kiper utama MU mulai diambil alih oleh Dean Henderson. Kondisi tersebut lantas membuat De Gea mulai dihubungkan dengan beberapa klub top Eropa.

Dilansir dari Todo Fichajes, De Gea dikabarkan telah menjadi target utama AS Roma pada jendela transfer musim panas mendatang. Bukan tanpa alasan kenapa Il Lupi menginginkan De Gea, pasalnya manajer anyar mereka untuk musim depan yakni Jose Mourinho diklaim menginginkan mantan anak asuhnya di MU itu merumput di Stadio Olimpico.

Menanggapi kabar tersebut, Fabrizio Romano yang selama ini dikenal sebagai sosok yang kerap tepat dalam memberikan prediksi transfer mengklaim kabar keinginan Roma mendatangkan De Gea hanyalah hoax. Romano menyatakan bahwa pihak Roma tidak pernah melakukan negosiasi atau pembicaraan dengan Man United terkait kemungkinan untuk mendatangkan De Gea pada musim panas mendayang.

“Berita tentang De Gea itu palsu. Roma mengatakan tidak ada apa-apa, mereka tidak melakukan negosiasi atau pembicaraan apa pun,” tulis Romano di akun Twitter miliknya.

Artikel Tag: David De Gea, Manchester United, AS Roma, Fabrizio Romano

Lolos dari Fase Grup MSI 2021, PentanetGG Ukir Sejarah untuk Oceania

Lolos dari Fase Grup MSI 2021, PentanetGG Ukir Sejarah untuk Oceania

Berita Esports : Wakil Oceania kerap dianggap underdog dalam setiap event internasional, sebab mereka biasanya langsung tersingkir di play-in atau pun fase grup. Namun di Mid-Seasonal Invitational 2021 (MSI 2021), tim asal wilayah tersebut, PentanetGG (PGG), mampu mengukir sejarah.

Setelah memenangkan pertandingan tiebreak yang sengit menghadapai Unicorns of Love kemarin, Minggu (9/5), PGG berhasil keluar dari Grup A dan lolos ke tahap Rumble MSI 2021. Prestasi ini membuat Pabu dan kolega mencetak sejarah League of Legends, dengan menjadi tim pertama Oceania yang lolos dari fase grup di turnamen internasional.

Dilansir Dot Esports, sebelumnya wilayah tersebut telah mengalami masalah dalam setahun terakhir. Pasalnya, Riot Games memutuskan menutup Oceanic Pro League, yang menyebabkan hengkangnya sederet pemain dan pelatih top.

Menyusul kondisi tersebut, PentanetGG pun mendapat stigma underdog yang lebih besar, tapi tim ini tetap bertekad untuk meraih prestasi terbaik di Mid-Seasonal Invitational 2021.

Kendati sempat takluk dari wakil Tiongkok Royal Never Give Up, PGG mampu bangkit saat melakoni pertandingan terakhir melawan Unicorns of Love di laga tiebreak best-of-five, hari Minggu (9/5).

Dalam perjalanan memenangkan laga kontra Unicorns, PGG tampil apik dengan mengeluarkan banyak pick unik seperti Zed dan Karthus di jungle, dan hanya membutuhkan sedikit waktu adaptasi untuk menemukan gaya permainan ternyaman mereka, seperti yang diungkapkan jungler PGG, Jackson “Pabu” Pavone.

“Semua pemain bermain lebih percaya diri melalui permainan saat kami meningkat,” papar Pabu dalam wawancara pasca pertandingan, dilansir Dot Esports.

“Keterlibatan kami lebih cepat, kami mulai menjalankan semuanya, mengendalikan permainan, dan mereka (Unicorns) akan selalu salah posisi. Jadi kami menghukum mereka, dan kami memiliki beberapa draf yang lebih baik menuju ke sisi selanjutnya,” sambungnya.

Menembus tahap Rumble, PentanetGG pun berpeluang berduel dengan sejumlah tim-tim besar seperti DWG KIA, MAD Lions, atau Cloud9. Rumble MSI 2021 dijadwalkan dimulai pada hari Jumat, 14 Mei 2021.

Artikel Tag: Pentanet.GG, Mid-Season Invitational 2021, Unicorns of Love

Matteo Berrettini Gagalkan Usaha Fabio Fognini Di Madrid

Matteo Berrettini Gagalkan Usaha Fabio Fognini Di Madrid

Berita Tenis: Pada laga yang mempertemukan dua petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berrettini sukses menumbangkan Fabio Fognini dengan 6-3, 6-4 di babak kedua Madrid Open musim 2021.

Kedua petenis berkebangsaan Italia pertama kali bertemu di Italian Open, Roma empat musim lalu. Saat itu Berrettini masih berusia 21 tahun, menghuni peringkat 249 dunia, dan hanya berhasil merebut empat game.

Namun kini, Berrettini merupakan petenis nomor 1 Italia dan ia mengukuhkan statusnya dengan kemenangan yang diperjuangkan selama 82 menit atas rekan senegaranya. Dengan kemenangan atas Fognini, kini ia mengantongi lima kemenangan beruntun setelah beberapa waktu lalu ia menjuarai Serbia Open di Belgrade.

“Saya cukup senang dengan kondisi fisik saya, mentalitas saya sejauh ini, dan cara saya kembali bangkit setelah mengalami cedera serius. Saya pikir saya bermain dengan baik. Saya merasa benar-benar percaya diri,” ungkap petenis peringkat 10 dunia.

“Kondisi ini saya pikir sesuai dengan permainan saya. Cukup sulit untuk membangun momentum di kondisi seperti ini dan semakin menyulitkan karena saya baru mengalami cedera, tetapi saya benar-benar berusaha keras. Hasilnya sejauh ini cukup baik.”

Petenis peringkat 28 dunia, Fognini menembakkan satu winner lebih banyak dibandingkan petenis peringkat 10 dunia di pertandingan tersebut, 17-16. Tetapi, petenis peringkat 10 dunia mendominasi pertandingan dengan servisnya setelah ia memenangkan 85 persen poin dari servis pertamanya demi terhindar dari menghadapi peluang break point.

Petenis unggulan kedelapan menutup pertandingan tanpa banyak kendala, yakni dengan memenangkan service game terakhirnya tanpa balas dan forehand dropshot menjadi pukulan pamungkas di game tersebut.

“Saya benar-benar mengerahkan banyak energi dan usaha. Saya benar-benar berusaha untuk fokus agar bisa servis seperti itu. Hal itu bukan sesuatu yang muncul dengan mudah,” tukas petenis unggulan kedelapan.

“Ketika permainan saya bekerja dengan baik seperti kali ini, saya merasa percaya diri, tetapi di waktu yang sama, saya meminta diri saya untuk tidak lengah, karena satu game saja bisa mengubah seluruh pertandingan. Itu hal yang berusaha saya lakukan, tetapi saya rasa semuanya berjalan dengan cukup baik.”

Demi satu tempat di perempatfinal Madrid Open, Berrettini akan berhadapan dengan petenis tuan rumah, Albert Ramos Vinolas atau petenis berkebangsaan Argentina, Federico Delbonis.

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, Matteo Berrettini, Fabio Fognini