Jurgen Klopp Ternyata Incar Diogo Jota Sejak Tiga Tahun Lalu

Jurgen Klopp Ternyata Incar Diogo Jota Sejak Tiga Tahun Lalu

Berita Liga Inggris: Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan bahwa dia langsung membuat keputusan untuk mendatangkan Diogo Jota setelah pemain asal Portugal itu memainkan pertandingan pertamanya untuk Wolves.

Diogo Jota memulai kariernya di luar Portugal bersama Atletico Madrid pada 2016, tetapi dia langsung dipinjamkann ke FC Porto selama semusim dan kemudian pindah ke Wolves pada 2017 dengan status pinjaman lagi.

Pemain berusia 23 tahun itu membuat dampak langsung setelah tiba di Premier League, mencetak 18 gol di semua kompetisi dalam musim debutnya. Wolves akhirnya mempermanenkannya dan dia menyarangkan 26 gol lagi untuk klub.

Penampilan heroiknya itu akhirnya meyakinkan Liverpool untuk menggelontorkan uang 45 juta poundsterling untuk mengamankan tanda tangannya musim panas lalu.

Diogo Jota telah mencetak sembilan gol hanya 14 dalam penampilan untuk The Reds, yang pada awalnya dianggap oleh banyak orang sebagai opsi cadangan, dan dia hanya berada di bawah Mohamed Salah (10) dalam urusan gol musim ini di skuat Jurgen Klopp.

Jurgen Klopp tidak terkejut melihat penyerang asal Portugal itu melakukan pekerjaan yang sangat baik, dengan manajer asal Jerman itu bahkan mengaku sudah tertarik untuk merekrutnya sejak tiga tahun lalu.

“Diogo, sejujurnya saya menyukainya sejak pertandingan pertama saya melihatnya bermain untuk Wolves,” kata bos Liverpool kepada situs resmi UEFA. “Dia tidak tahu tentang itu, tapi ketika dia cukup dekat, saya akan pergi untuknya karena dia sangat, sangat menarik dan memiliki karier yang menarik sejauh ini: apa yang dia lakukan, dari mana dia berasal, gerakan yang dia buat, bam bam bam.

“Saya menyukai disiplin, kreativitas, ditambah keinginan yang dia tunjukkan. Dan keahliannya juga cukup bagus, jadi saya mendapat banyak tanda bagus sebelum kami merekrutnya bahwa itu bisa berhasil.”

Artikel Tag: Jurgen Klopp, Diogo Jota, Liverpool

Kemenangan Bersejarah Atas Liverpool Puaskan Hati Gasperini

Berita Liga Champions: Gian Piero Gasperini mengaku senang bukan kepalang saat tim asuhannya yaitu Atalanta sukses menaklukkan Liverpool di matchday keempat Liga Champions dini hari tadi (25/11).

Setelah kalah telak 0-5 di pertemuan pertama, Gasperini mengubah susunan formasi Atalanta menjadi 3-5-2 kala menyambangi Stadion Anfield.

Strategi Gasperini cukup jitu karena La Dea sukses meredam permainan The Reds.

Sepanjang laga Liverpool tak sekalipun mampu mencetak satu sepakan tepat sasaran ke gawang Atalanta dan tim asuhan Gasperini-lah yang akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2-0.

Gol-gol dari Josip Ilicic dan Robin Gosens di babak kedua menjadikan La Dea sebagai tim Italia kedua yang mampu menang di Anfield pada ajang Liga Champions, setelah Fiorentina yang menorehkannya Desember 11 tahun silam.

“Tak perlu diragukan lagi, saya sangat puas bisa meraih kemenangan di sini karena kami melakukannya melawan tim yang sangat berkualitas,” ucap Gian Piero Gasperini usai laga kepada Sky Sport Italia.

“Hasil ini sangatlah penting bagi kelangsungan kami terus melaju di ajang Liga Champions.”

“Performa tim sangat luar biasa pada malam ini dan anak-anak mampu menjabarkan konsep sepakbola yang saya inginkan dengan sangat baik.”

“Memang Liverpool berusaha menurunkan sejumlah pemain bintangnya saat tertinggal satu gol. Namun pada akhirnya kami kemudian sukses mencetak gol kedua dan sekaligus mengunci pertandingan,” tutup Gasperini.

Artikel Tag: Liverpool, Atalanta, Gian Piero Gasperini

Youssoufa Moukoko Ungkap Alasannya Gabung Borussia Dortmund

Youssoufa Moukoko Ungkap Alasannya Gabung Borussia Dortmund

Berita Liga Jerman: Pemain muda 16 tahun asal Kamerun, Youssoufa Moukoko terus menjadi perhatian publik, setelah ia kemungkinan besar akan menjalani laga debutnya bersama Borussia Dortmund di Bundesliga pada laga melawan Hertha Berlin, Minggu (22/11) dini hari WIB.

Sebelumnya, Moukoko memang telah menjadi sensasi setelah ia terus menunjukkan ketajamannya bersama tim U-19 Dortmund di musim ini. Menurut data di laman Goal, sejauh musim 2020/21 kali ini Youssoufa Moukoko telah mencetak 13 gol bersama tim U-19. Berkat penampilan apiknya itu lah, ia pun diberi kesempatan menjalani latihan bersama tim utama pada awal tahun 2020, sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama pada musim ini kendati usianya masih sangat muda.

Di sisi lain, dalam sebuah wawancara, rencana itu lah yang membuatnya tertarik untuk bergabung bersama Borussia Dortmund dari St. Pauli pada musim panas 2016 yang lalu, ketika usianya masih 12 tahun. Jika dia berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya, ia dijanjikan bakal segera dipromosikan ke tim utama.

“Saya mendapat begitu banyak tawaran, tapi saya hanya ingin pergi ke klub yang saya kenal: Oke, Anda ingin melakukannya di sini (Dortmund),” ucap Moukoko dilansir Goal.

“Saya pikir saya akan melakukannya dengan klub lainnya juga, tetapi Dortmund menunjukkan kepada saya sebuah rencana, dan sejauh ini itu bekerja persis seperti yang diperlihatkan kepada saya. Pada akhirnya, saya memutuskan bergabung bersama pada Dortmund, karena mereka juga banyak melahirkan para pemain muda berbakat,” pungkasnya.

Artikel Tag: youssoufa moukoko, Borussia Dortmund

Usai Bisnis Pribadi Diusik Media, Marcus Rashford Berikan Balasan Menohok

Usai Bisnis Pribadi Diusik Media, Marcus Rashford Berikan Balasan Menohok

Berita Sepakbola: Striker Manchester United, Marcus Rashford, memberikan balasan menohok bagi Daily Mail yang mengusik bisnis pribadi yang sedang dia jalankan. Hal tersebut disampaikan oleh Rashford melalui akun Twitter miliknya.

Selain performa apiknya di atas lapangan bersama Manchester United, belakangan ini Marcus Rashford juga mendapatkan berbagai pujian atas aksi sosial yang dia lakukan yakni mengampanyekan gerakan untuk memberikan makanan gratis kepada anak-anak. Sebab, ia sadar di masa pandemi Corona (Covid-19), banyak orang kehilangan pekerjaan, sehingga mereka kesulitan memberikan makan anak-anak mereka.

Adapun aksi sosial yang dilakukan oleh Rashford mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak. Terlebih setelah striker 23 tahun itu berhasil meyakinkan pemerintah Inggris untuk memberikan kupon makan gratis bagi anak-anak.

Namun belakangan, Rashford mulai terusik dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh Daily Mail bertajuk ‘Hasilnya! Kampanye bintang sepakbola Marcus Rashford telah membeli lima rumah mewah senilai lebih £ 2 juta’. Artikel tersebut lebih fokus membahas terkait bisnis pribadi sang bintang ketimbang aksi sosial yang dilakukannya belakangan ini. Hal itu pula yang membuat Rashford merasa disudutkan. Dia lantas memberikan balasan menohok bagi media tersebut melakui cuitan di akun Twitter miliknya.

“Oke, jadi mari kita atasi ini. Saya berusia 23 tahun. Saya berasal dari keluarga kecil (kurang mampu). Saya perlu melindungi tidak hanya masa depan saya, tetapi juga keluarga saya,” tulis Rashford.

“Untuk melakukan itu, saya membuat keputusan pada tahun 2020 untuk mulai berinvestasi lebih banyak di properti. Harap jangan memuat cerita seperti ini bersama referensi untuk ‘berkampanye’ (makanan gratis),” pungkasnya.

Artikel Tag: Marcus Rashford, Manchester United

Zidane Enggan Lepas Brahim Diaz Secara Permanen

Zidane Enggan Lepas Brahim Diaz Secara Permanen

Berita Transfer: Bos Real Madrid Zinedine Zidane dikabarkan tidak akan menjual playmaker klub yang saat ini tengah menjalani masa pinjaman di AC Milan, Brahim Diaz, dengan status permanen.

Rossoneri mengamankan transfer Brahim dengan status pinjaman selama satu musim dan sejauh ini ia pun berhasil bersinar dengan mencetak tiga gol di semua kompetisi. Akan tetapi, yang menjadi persoalan raksasa Serie A tersebut gagal mencapai kesepakatan untuk pilihan atau kewajiban pembelian, meskipun sejumlah sumber menyebutkan mereka akan menggelar negosiasi dengan Los Blancos sepanjang musim ini demi memperpanjang masa tinggalnya.

Menurut kabar dari DonBalon, Zidane memang memberi lampu hijau untuk transaksi pinjaman, namun tak lebih dari itu mengingat sang manajer yakin pemain U-21 Spanyol tersebut hanya minim pengalaman dan Madrid tidak bisa memberinya jatah waktu bermain yang memadai guna mendukung perkembangannya.

Karena itulah legenda Prancis tersebut cukup jelas soal masa depan gelandang 21 tahun tersebut dan merekomendasikannya untuk hijrah ke Italia dan lebih spesifiknya ke Milan, klub yang dengan senang hati memainkan para pemain muda dan merupakan tim yang progresif.

Ketika Zidane mengizinkan brahim pergi, ia menegaskan bahwa Rossoneri pantang memiliki pilihan pembelian apapun dan pemberitaan tersebut mengklaim raksasa Serie A cukup menyesal tak bersikeras untuk mendapatkan pilihan pembelian.

Tak hanya itu, bos Madrid tersebut tampaknya menegaskan bahwa jika situasi lain seperti Hakimi kembali terjadi, saat pemain muda bertalenta dijual tanpa persetujuannya, maka ia akan angkat kaki dari Santiago Bernabeu di akhir musim ini.

Artikel Tag: Brahim, zidane, Milan, Madrid

ENCE Mengontrak Pemain dan Pelatih dari Tim Finlandia

ENCE Mengontrak Pemain dan Pelatih dari Tim Finlandia

Berita Esports: ENCE, resmi mengontrak pemain dan pelatih dari sesama tim Finlandia, HAVU, untuk divisi CS: GO-nya menjelang turnamen IEM Beijing-Haidian.

Rifler Joonas “doto” Forss begabung ke tim bersama head coach Eetu “sAw” Saha, yang mengundurkan diri dari kompetisi, seperti yang diumumkan, Kamis (5/11) sore WIB.

Kedua anggota HAVU tersebut memegang peranan penting dalam kebangkitan tim, terutama selama musim pertama Flashpoint awal tahun ini, yang berakhir pada bulan April. Doto dan sAw juga telah mengalami struggle sejak leader dalam permainan Aleksib pindah dari tim mereka pada akhir 2019.

Doto akan menggantikan Jani “Aerial” Jussila, yang mengundurkan diri dari roster aktif pada akhir Oktober untuk memprioritaskan kesehatannya.

“Saya telah merasakan masalah pada kesehatan saya untuk sementara waktu, yang pada akhirnya menghalangi kemampuan saya untuk berkompetisi di level ini,” tutur Aerial dilansir Dot Esports.

Leader HAVU sAw juga telah mengundurkan diri dari kompetisi dan beralih peran sebagai pelatih, menyusul dengan keputusan untuk memindahkan mantan head coach Slaava “Twista” Räsänen ke posisi analis.

Awalnya, Twista dicopot dari jabatannya sebagai pelatih di tim setelah Komisi Integritas Esports memutuskan ia bersalah karena menyalahgunakan bug kepelatihan dengan kejam pada tahun 2017, yang menyebabkan ia diskors selama 15 bulan.

Jadwal terdekat adalah pertandingan kontra Astralis, yang baru-baru ini kembali diperkuat leader dalam permainan yakni gla1ve dan Xyp9c, di ajang IEM Beijing-Haidian 13 November mendatang. Di sisi lain, henkangnya dua anggota membuat HAVU perlu mengisi kekosongan skuad dengan anggota baru untuk pertandingan onlline mendatang.

Artikel Tag: ENCE, HAVU, sAw, Doto, Esports, Berita Esports

David Moyes Tuding Mohamed Salah Lakukan Aksi Diving

David Moyes Tuding Mohamed Salah Lakukan Aksi Diving

Berita Liga Inggris: Manajer West Ham, David Moyes, mengecam hadiah penalti untuk Liverpool dan menilai Mohamed Salah melakukan diving dalam kekalahan 2-1 The Hammers di Anfield pada Ahad (1/11) dini hari WIB.

Pablo Fornals membawa West Ham unggul ketika pertandingan baru berjalan 10 menit, tetapi The Reds mendapat kesempatan untuk menyeimbangkan kedudukan setelah Arthur Masuaku dinyatakan melanggar Mohamed Salah di kotak terlarang sesaat sebelum turun minum.

Tayangan ulang menunjukkan bahwa Arthur Masuaku tidak melakukan kontak serius terhadap Mohamed Salah, tetapi keputusan tidak diubah dan bintang Liverpool itu mengonversi penalti menjadi gol, dan David Moyes tidak senang dengan keputusan tersebut.

“Saya takjub bahwa penalti diberikan di babak pertama. Saya tidak percaya bahwa kami mengizinkan pemberian penalti semacam itu,” kata bos West Ham kepada Sky Sports setelah pertandingan.

“Kami kadang-kadang tidak cukup klinis. Kami melewatkan beberapa peluang bagus untuk mendapatkan gol lain. Dalam banyak pertandingan kami merasa kami bisa menantang. Kami menjalani banyak pertandingan sambil berpikir kami punya peluang. Saya tidak akan mengatakan kami tidak beruntung hari ini, tetapi saya sangat kecewa saat kami unggul 1-0 kemudian penalti diberikan.”

Berbicara kepada BBC Match of the Day tentang penalti tersebut, David Moyes menambahkan: “Saya tidak ingin terlibat di dalamnya. Saya pikir pemain kami berhenti dan mengangkat tangannya karena dia sangat kecewa dengan diving itu.

“Saya kecewa mereka tidak mengubah keputusan. Mungkin di babak kedua keputusan [gol Diogo Jota yang dianulir] berlaku untuk kami, tetapi babak pertama tidak.”

West Ham akhirnya meninggalkan Anfield dengan tidak membawa pulang poin setelah pemain pengganti Diogo Jota mencetak gol kemenangan untuk Liverpool pada menit ke-85, sekaligus membawa tim Jurgen Klopp ke puncak klasemen Premier League. The Hammers sendiri gagal memenangkan salah satu dari tiga pertandingan liga terakhir mereka dan merosot ke posisi 13 klasemen.

Artikel Tag: Mohamed Salah, David Moyes, Liverpool, West Ham, Premier League

Melihat Kembali Momen Pensiun Jan O Jorgensen Pekan Lalu di Denmark Open

Melihat Kembali Momen Pensiun Jan O Jorgensen Pekan Lalu di Denmark Open

Berita Badminton: Ketika Jan O Jorgensen mengakhiri karir internasionalnya di DANISA Denmark Open 2020, pengumuman itu kaya akan simbolisme, karena turnamen tersebut telah menjadi penanda konstan dalam garis waktu karier sang pemain.

Sejak saat ia berjuang menuju undian utama edisi 2005, dan seterusnya melalui kekalahan perempat final dari Peter Gade pada 2009, gelar mayor pertamanya pada tahun berikutnya, dan kemudian perpisahannya yang penuh air mata dua minggu terakhir, Denmark Open mencerminkan keberuntungan dari pemain yang mempelopori tunggal putra Denmark di era pasca-Peter Gade.

“Kenangan besar di sini,” kata Jorgensen, mengingat hubungannya dengan Denmark Open.

“Yang pertama di tahun 2005, mencapai babak kedua di Aarhus, saya pikir, ketika saya masih sangat muda. Tiga tahun kemudian semifinal, mengalahkan Peter Gade di sini dan menang tahun depannya, gelar mayor pertama saya, jadi ini adalah salah satu tempat besar bagi saya dan saya bangga memenangkannya, dan mengakhirinya di sini adalah hal yang istimewa,” ungkapnya.

Jan O Jorgensen membawa ke lapangan tekad yang kuat yang akan dikatakan oleh rekan-rekannya sebagai karakteristik yang menentukan.

Keras kepala di lapangan ini memberinya beberapa kemenangan, ia adalah orang pemain Eropa pertama yang memenangkan Indonesia Open (2014) dan China Open (2016). Di Kejuaraan Dunia, dia memenangkan perunggu pada tahun 2015.

Bahwa dia tidak memenangkan lebih banyak gelar terutama karena karirnya bertepatan dengan para pemain hebat seperti Lin Dan, Lee Chong Wei dan Chen Long.

Dari ketiganya, Jorgensen memiliki masalah terbesar dengan Lee, mengalahkannya hanya sekali dalam 17 pertemuan.

Menariknya, melawan Lin Dan, Jorgensen memiliki rekor yang cukup fantastis, dengan enam kemenangan melawan sembilan kekalahan. Terutama sejak 2012, Lin menemukan Jorgensen sebagai lawan yang sulit untuk dikalahkan.

Sejak memenangkan Denmark Open pada 2010, Jan O Jorgensen melanjutkan untuk menjuarai tiga Super Series lagi yakni French Open 2013, Indonesia Open 2014 dan China Open 2016. Dia menjadi runner-up di lima Super Series.

Namun, momen terbesarnya mungkin harus menjadi kemenangan Piala Thomas 2016 di Kunshan, ketika ia memainkan peran penting di Denmark menjadi negara non-Asia pertama yang merebut gelar. Pemain Denmark itu mengalahkan Anthony Ginting di pertandingan kedua final, membantu Denmark unggul 2-1 sebelum trofi direbut dengan kemenangan akhir 3-2.

Setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebelum pertandingan kandangnya, turnamen terakhir Jorgensen di Odense menawarkan sekilas tentang apa yang terkenal selama karirnya.

Melawan dua lawan muda dan yang akan datang, Jan O Jorgensen berusaha keras untuk menjaga perjalanannya tetap hidup, sampai dia bertemu dengan Anders Antonsen di perempat final yang menandai dari akhir karirnya.

Artikel Tag: Jan O Jorgensen, Denmark, Peter Gade

Matthias Ginter: Lukaku Bukan Tipe Pemain Yang Bisa Dikunci

Matthias Ginter: Lukaku Bukan Tipe Pemain Yang Bisa Dikunci

Berita Liga Champions: Bek Borussia Monchengladbach, Matthias Ginter menegaskan jika dirinya sudah berusaha membatasi pergerakan Romelu Lukaku. Sulit menjaga striker seperti Lukaku.

Bek Borussia Monchengladbach, Matthias Ginter merasa hasil imbang 2-2 saat melawan Inter Milan telah membuat frustasi. Bek 26 tahun itu pun menegaskan jika mereka sudah berusaha membatasi pergerakan Romelu Lukaku, meski pada akhirnya dia masih tetap bisa mencetak dua gol.

“Saya tidak puas dengan hasil imbang 2-2 seperti yang saya lakukan sebelum pertandingan,” ujar Ginter kepada UEFA.com.

“Ketika Anda memimpin seperti itu, hanya beberapa sesaat sebelum akhir pertandingan, terutama di laga tandang, akan terasa sangat mengecewakan kebobolan di menit ke-90 dari bola mati yang sebenarnya bisa dihindari,”

Ginter kemudian membahas Romelu Lukaku yang jadi faktor penentu pertandingan. Menurutnya, barisan belakang Monchengladbach sudah berusaha keras untuk menutup pergerakannya, namun pemain asal Belgia tersebut bukan tipe pemain yang mudah dijaga.

“Saya tidak berpikir Anda bisa mengunci pemain seperti Lukaku sepenuhnya selama permainan. Dia punya tiga peluang dan berhasil mencetak dua gol, keduanya dari jarak dekat. Padahal selama pertandingan, kami tidak memberikan banyak ruang kepadanya.” pungkasnya.

Lukaku memang jadi momok bagi lini belakang Monchengladbach yang diisi oleh para pemain muda. Pemain 27 tahun tersebut bahkan sempat membawa Inter Milan unggul lewat golnya di awal babak kedua.

Setelah itu Monchengladbach bangkit dengan menceploskan dua gol lewat penalti Ramy Bensebaini dan Jonas Hofmann. Di akhir pertandingan, Lukaku kembali merobek gawang Monchengladbach, sekaligus memaksa hasil pertandingan imbang 2-2.

Artikel Tag: matthias ginter, Inter Milan, Borussia Monchengladbach

Romelu Lukaku Masuk 10 Besar Striker Terbaik Dunia

Romelu Lukaku Masuk 10 Besar Striker Terbaik Dunia

Berita Liga Italia: FourFourTwo memasukkan striker Inter Milan, Romelu Lukaku sebagai 10 besar striker terbaik dunia. Dalam data tersebut, Lukaku masuk di posisi ke-4.

Dalam laporan terbarunya, majalah sepak bola bulanan asal Inggris, FourFourTwo, memasukkan striker Inter Milan, Romelu Lukaku masuk ke dalam 10 besar striker terbaik dunia. Dalam data tersebut, Lukaku masuk di posisi ke-4.

Dalam ulasannya, FourFourTwo menempatkan Lukaku dibawah Cristiano Ronaldo yang berada di posisi ke-3, Harry Kane di posisi kedua, dan Robert Lewandowski di posisi puncak.

“Sangat menyedihkan kami tidak bisa melihat Romelu Lukaku di Liga Premier lagi. Dia punya kemampuan finishing alami dan kekuatan yang jarang dimiliki pemain muda. Faktanya, dia adalah pemain luar negeri yang cepat mencapai 100 gol dalam sepak bola Inggris,” ujar FourFourTwo.

“Lukaku adalah murid dalam permainan juga, sangat cerdas dan ingin berkembang sebagai individu. Sebagai penyalur dalam mesin jam Antonio Conte Inter Milan, dia dalam kondisi yang baik selama setahun terakhir, membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling handal di Eropa,”

“Dia pencetak gol terbanyak untuk timnas Belgia, biaya klub sekitar £ 180 juta dan dia masih baru 27. Dia akan jadi lebih baik di kemudian hari.” pungkasnya.

Sepuluh teratas secara lengkap adalah sebagai berikut:

10. Jamie Vardy – Leicester City

9. Luis Suarez – Atletico Madrid

8. Raul Jimenez – Wolverhampton Wanderers

7. Karim Benzema – Real Madrid

6. Erling Braut Haaland – Borussia Dortmund

5. Sergio Aguero – Manchester City

4. Romelu Lukaku – Inter

3. Cristiano Ronaldo – Juventus

2. Harry Kane – Tottenham Hotspur

1. Robert Lewandowski – Bayern Munich

Artikel Tag: Romelu Lukaku, Inter Milan