Lolos dari Fase Grup MSI 2021, PentanetGG Ukir Sejarah untuk Oceania

Lolos dari Fase Grup MSI 2021, PentanetGG Ukir Sejarah untuk Oceania

Berita Esports : Wakil Oceania kerap dianggap underdog dalam setiap event internasional, sebab mereka biasanya langsung tersingkir di play-in atau pun fase grup. Namun di Mid-Seasonal Invitational 2021 (MSI 2021), tim asal wilayah tersebut, PentanetGG (PGG), mampu mengukir sejarah.

Setelah memenangkan pertandingan tiebreak yang sengit menghadapai Unicorns of Love kemarin, Minggu (9/5), PGG berhasil keluar dari Grup A dan lolos ke tahap Rumble MSI 2021. Prestasi ini membuat Pabu dan kolega mencetak sejarah League of Legends, dengan menjadi tim pertama Oceania yang lolos dari fase grup di turnamen internasional.

Dilansir Dot Esports, sebelumnya wilayah tersebut telah mengalami masalah dalam setahun terakhir. Pasalnya, Riot Games memutuskan menutup Oceanic Pro League, yang menyebabkan hengkangnya sederet pemain dan pelatih top.

Menyusul kondisi tersebut, PentanetGG pun mendapat stigma underdog yang lebih besar, tapi tim ini tetap bertekad untuk meraih prestasi terbaik di Mid-Seasonal Invitational 2021.

Kendati sempat takluk dari wakil Tiongkok Royal Never Give Up, PGG mampu bangkit saat melakoni pertandingan terakhir melawan Unicorns of Love di laga tiebreak best-of-five, hari Minggu (9/5).

Dalam perjalanan memenangkan laga kontra Unicorns, PGG tampil apik dengan mengeluarkan banyak pick unik seperti Zed dan Karthus di jungle, dan hanya membutuhkan sedikit waktu adaptasi untuk menemukan gaya permainan ternyaman mereka, seperti yang diungkapkan jungler PGG, Jackson “Pabu” Pavone.

“Semua pemain bermain lebih percaya diri melalui permainan saat kami meningkat,” papar Pabu dalam wawancara pasca pertandingan, dilansir Dot Esports.

“Keterlibatan kami lebih cepat, kami mulai menjalankan semuanya, mengendalikan permainan, dan mereka (Unicorns) akan selalu salah posisi. Jadi kami menghukum mereka, dan kami memiliki beberapa draf yang lebih baik menuju ke sisi selanjutnya,” sambungnya.

Menembus tahap Rumble, PentanetGG pun berpeluang berduel dengan sejumlah tim-tim besar seperti DWG KIA, MAD Lions, atau Cloud9. Rumble MSI 2021 dijadwalkan dimulai pada hari Jumat, 14 Mei 2021.

Artikel Tag: Pentanet.GG, Mid-Season Invitational 2021, Unicorns of Love

Matteo Berrettini Gagalkan Usaha Fabio Fognini Di Madrid

Matteo Berrettini Gagalkan Usaha Fabio Fognini Di Madrid

Berita Tenis: Pada laga yang mempertemukan dua petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berrettini sukses menumbangkan Fabio Fognini dengan 6-3, 6-4 di babak kedua Madrid Open musim 2021.

Kedua petenis berkebangsaan Italia pertama kali bertemu di Italian Open, Roma empat musim lalu. Saat itu Berrettini masih berusia 21 tahun, menghuni peringkat 249 dunia, dan hanya berhasil merebut empat game.

Namun kini, Berrettini merupakan petenis nomor 1 Italia dan ia mengukuhkan statusnya dengan kemenangan yang diperjuangkan selama 82 menit atas rekan senegaranya. Dengan kemenangan atas Fognini, kini ia mengantongi lima kemenangan beruntun setelah beberapa waktu lalu ia menjuarai Serbia Open di Belgrade.

“Saya cukup senang dengan kondisi fisik saya, mentalitas saya sejauh ini, dan cara saya kembali bangkit setelah mengalami cedera serius. Saya pikir saya bermain dengan baik. Saya merasa benar-benar percaya diri,” ungkap petenis peringkat 10 dunia.

“Kondisi ini saya pikir sesuai dengan permainan saya. Cukup sulit untuk membangun momentum di kondisi seperti ini dan semakin menyulitkan karena saya baru mengalami cedera, tetapi saya benar-benar berusaha keras. Hasilnya sejauh ini cukup baik.”

Petenis peringkat 28 dunia, Fognini menembakkan satu winner lebih banyak dibandingkan petenis peringkat 10 dunia di pertandingan tersebut, 17-16. Tetapi, petenis peringkat 10 dunia mendominasi pertandingan dengan servisnya setelah ia memenangkan 85 persen poin dari servis pertamanya demi terhindar dari menghadapi peluang break point.

Petenis unggulan kedelapan menutup pertandingan tanpa banyak kendala, yakni dengan memenangkan service game terakhirnya tanpa balas dan forehand dropshot menjadi pukulan pamungkas di game tersebut.

“Saya benar-benar mengerahkan banyak energi dan usaha. Saya benar-benar berusaha untuk fokus agar bisa servis seperti itu. Hal itu bukan sesuatu yang muncul dengan mudah,” tukas petenis unggulan kedelapan.

“Ketika permainan saya bekerja dengan baik seperti kali ini, saya merasa percaya diri, tetapi di waktu yang sama, saya meminta diri saya untuk tidak lengah, karena satu game saja bisa mengubah seluruh pertandingan. Itu hal yang berusaha saya lakukan, tetapi saya rasa semuanya berjalan dengan cukup baik.”

Demi satu tempat di perempatfinal Madrid Open, Berrettini akan berhadapan dengan petenis tuan rumah, Albert Ramos Vinolas atau petenis berkebangsaan Argentina, Federico Delbonis.

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, Matteo Berrettini, Fabio Fognini

Axelsen dan Marin Tembus Perempat Final Kejuaraan Eropa 2021

Axelsen dan Marin Tembus Perempat Final Kejuaraan Eropa 2021

Berita Badminton : Victor Axelsen, juara Eropa 2016 dan 2018, sukses mengamankan tempat di babak perempat final Kejuaraan Eropa edisi ke-28 dengan mengalahkan Max Weisskirchen asal Jerman dengan 21-12 dan 21-11 pada Kamis malam waktu Kyiv Ukraina.

“Saya mungkin tidak bisa menginjak pedal gas di game kedua, tapi Max bermain bagus hari ini,” kata Axelsen usai pertandingan.

“Tentu saja, saya tidak bisa tetap dalam kondisi prima di setiap turnamen, namun saya ingin tampil bagus di sini. Jelas ada Tour Asia yang akan datang, saya ingin tampil bagus di turnamen ini juga. Ini tentang menemukan keseimbangan antara berlatih dan tetap memiliki energi untuk tampil di turnamen,” tambah Axelsen.

Pemain unggulan teratas asal Denmark itu kini akan melawan unggulan delapan asal Perancis, Thomas Rouxel pada Jumat (30/4).

Sementara itu, unggulan kedua Anders Antonsen memulai dengan awal yang sangat lambat saat kalah di game pertama melawan Emre Lale dari Turki yang tidak diunggulkan 11-21, sebelum memenangkan dua pertandingan berikutnya 21-10 dan 21-12. Pemain peringkat 3 dunia itu selanjutnya akan menghadapi pemain senior yang juga unggulan enam asal Perancis, Brice Leverdez di perempat final Kejuaraan Eropa 2021.

Di sektor tunggal putri, unggulan teratas asal Spanyol, Carolina Marin melanjutkan dominasinya di babak ketiga, dengan cepat meraih kemenangan 21-12 dan 21-11 atas Soraya De Visch Eijbergen asal Belanda. Marin selanjutnya akan menghadapi unggulan enam asal Denmark, Line Hojmark Kjaersfeldt di babak delapan besar.

Marin tentunya akan berusaha untuk meraih medali emas kelimanya di Kejuaraan Eropa dan menyamai rekor yang telah dibukukan oleh legenda bulu tangkis Denmark, Peter Gade.

Artikel Tag: victor axelsen, carolina marin, Kejuaraan Eropa 2021

AC Milan Terancam Tanpa Ibrahimovic dan Hernandez Lawan Lazio

AC Milan Terancam Tanpa Ibrahimovic dan Hernandez Lawan Lazio

Berita Liga Italia: AC Milan dikabarkan terancam kehilangan Zlatan Ibrahimovic dan Theo Hernandez untuk pertandingan melawan Lazio di Stadio Olimpico Selasa (27/4) dini hari nanti.

Rossoneri dituntut harus bangkit dengan meraih kemenangan saat mengunjungi ibukota untuk duel Serie A melawan Biancocelesti pada giornata 33 Serie A, namun ada beberapa masalah cedera yang mengganggu langkah mereka.

Milan dibuat kesulitan dengan absennya Ismael Bennacer, Ibrahimovic, dan Hernandez dalam kekalahan 2-1 dari Sassuolo tengah pekan kemarin di San Siro dan Stefano Pioli mengindikasikan selepas laga bahwa ketiganya mungkin tidak bisa pulih tepat waktu untuk laga kontra Lazio.

Tuttosport menyebutkan bahwa Pioli harus mengevaluasi kondisi beberapa pemain yang melewatkan pertandingan melawan Neroverdi. Pemain internasional Aljazair memiliki peluang yang bagus untuk tampil, sementara dua bintang lainnya masih belum pasti.

Sementara itu, Il Corriere della Sera memberikan informasi lebih jelas mengenai kondisi legenda Swedia dan bek sayap Prancis dengan menyebutkan keduanya akan kembali absen di ibukota, yang tentu saja menjadi pukulan berat bagi Rossoneri yang memerlukan setiap poin yang mungkin demi menjaga peluang mereka finis di posisi empat besar.

Ibrahimovic dan Hernandez merupakan pemain kunci di skuat Milan musim ini dan kehadiran mereka tentu sangat diperlukan pada fase-fase krusial musim ini, terlebih jarak poin mereka saat ini hanya terpaut tiga poin dari Napoli yang berada di posisi kelima.

Artikel Tag: Milan, Lazio, ibrahimovic, Hernandez

14 Klub Tersisa di Premier League Tuntut 'Big Six' Dikeluarkan

14 Klub Tersisa di Premier League Tuntut 'Big Six' Dikeluarkan

Berita Liga Inggris: 14 klub Premier League yang tak terlibat dalam rencana European Super League dikabarkan menuntut agar “Big Six” dikeluarkan dari divisi teratas Inggris.

Pada Minggu (18/4) kemarin, diumumkan bahwa Arsenal, Chelsea, Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur telah mendaftar sebagai enam dari 12 anggota pendiri European Super League, langkah yang kemudian mendapat banyak sekali kecaman.

Klub-klub Inggris yang terlibat dalam kompetisi Eropa musim ini sudah terkena ancaman pengusiran dari semifinal Liga Champions, sementara presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengancam bahwa para pemain di ESL dilarang mewakili negara mereka di tingkat timnas.

Kini, The Sun mengabarkan bahwa 14 klub Premier League yang tersisa semuanya sangat geram dan akan mengadakan pertemuan pada Selasa (20/4) ini untuk menuntut “Big Six” dikeluarkan dari Premier League.

Sementara suara bulat 14 dari 20 klub tak akan langsung menyebabkan tim enam besar dikeluarkan, laporan tersebut menambahkan bahwa Peraturan B11 memungkinkan petinggi Premier League Richard Masters, Gary Hoffman dan Kevin Beeston untuk membuat keputusan “final dan mengikat”.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, dan James Milner juga menyuarakan ketidaksetujuan mereka atas rencana tersebut, sementara postingan Instagram yang dibagikan oleh pemain Manchester United, Bruno Fernandes, juga mengisyaratkan hal yang sama terhadap ESL.

Sementara itu pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, menegaskan dirinya dan para pemain tak terlibat terkait ESL namun menyerahkan klub untuk membuat keputusan yang tepat.

Artikel Tag: Premier League, European Super League

Ibrahimovic Siap Teken Kontrak Baru, Ini Detail Gaji dan Bonusnya!

Ibrahimovic Siap Teken Kontrak Baru, Ini Detail Gaji dan Bonusnya!

Berita Liga Italia: Nominal gaji yang akan diterima Zlatan Ibrahimovic dalam kontrak barunya bersama AC Milan nanti akhirnya terkuak, berikut informasi detail mengenai bonus-bonusnya.

Ibrahimovic diperkirakan akan bertahan bersama Rossoneri musim depan mengingat kontrak barunya tak lama lagi akan diumumkan. Kartu merah yang diterimanya saat melawan Parma akhir pekan kemarin tampaknya tak menutup langkah klub menjalankan rencana mereka.

Striker 39 tahun tersebut telah membukukan 15 gol dalam 17 penampilannya di Serie A musim ini dan ia mencatatkan umpan atas namanya sekali lagi di Stadio Ennio Tardini. Sulit untuk membantah betapa penting kehadirannya di skuat Milan dan mengingat ia masih bermain bagus, tentu saja manajemen ingin mempertahankannya.

Menurut kabar dari Il Corriere dello Sport, sebagaimana dikutip dari Calcio Mercato, kedua belah pihak hanya tinggal menyelesaikan hal-hal detail sebelum mencapai kesepakatan kontrak baru. Legenda asal Swedia tersebut akan tetap mendapatkan gaji pokok seperti yang diterimanya saat ini, yakni 7 juta euro atau Rp112 miliar, namun ada juga beberapa bonus yang ditambahkan.

Bonus-bonus tersebut terkait dengan penampilan dan jumlah gol yang ia cetak musim depan sehingga Ibrahimovic berpeluang mengantongi bayaran lebih tinggi dari nominal gaji pokoknya. Mengingat Rossoneri semakin dekat dengan peluang kembali ke Liga Champions, kesempatan tersebut agaknya pantang dilewatkan oleh kedua belah pihak, meskipun persaingan di posisi empat besar Serie A saat ini masih sangat ketat.

Artikel Tag: ibrahimovic, Milan, Serie A

Hauge Bangkit, Ini Beberapa Faktor Penyebab Kesulitannya

Hauge Bangkit, Ini Beberapa Faktor Penyebab Kesulitannya

Berita Liga Italia: Jens Petter Hauge kembali mencuri perhatian akhir pekan kemarin saat mencetak gol penyeimbang melawan Sampdoria dan ternyata ada beberapa hal yang menjadi penyebab kesulitannya belakangan ini bersama AC Milan.

Tuttosport awal pekan ini memberikan ulasan khusus mengenai faktor-faktor yang menyebabkan Hauge mengalami kesulitan dalam beberapa bulan terakhir bersama Rossoneri, tepatnya dimulai setelah jeda musim dingin. Performanya memang anjlok, sedemikian besarnya hingga ia dicoret dari daftar skuat raksasa Serie A tersebut pada fase knockout Liga Europa.

Pemain internasional Norwegia tersebut memberikan pengaruh besar selama babak penyisihan grup dengan mempersembahkan tiga gol untuk Milan, termasuk dua gol kemenangan yang membantu mereka finis di puncak klasemen. Akan tetapi, ada poin fisik dan atletik yang melatarbelakangi penurunan performanya secara mendadak.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Stefano Pioli, winger 21 tahun tersebut bergabung Rossoneri September lalu sesaat setelah kompetisi di Norwegia berakhir. Sederhananya, bintang muda tersebut belum sempat menikmati liburan dan/atau latihan pramusim. Begitu ia merampungkan musim di negaranya asalnya, ia langsung hijrah ke Serie A dan harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri di klub dan lingkungan barunya.

Bukan kebetulan mantan bintang Bodo/Glimt tersebut melejit bersama Il Diavolo mengingat kondisi atletiknya cukup untuk memberinya kekuatan mengatasi segala kelelahan yang mungkin, namun ketika sudah mencapai batas, ia pun tak mampu menahannya. Berdaptasi dengan liga baru dan negara baru dalam kondisi normal cukup sulit, namun di Italia sepak bola yang lebih menguras taktik dan fisik yang dimainkan dan ia kesulitan dalam saat-saat yang berat.

Bagaimanapun, golnya ke gawang Sampdoria sebagai pemain pengganti merupakan sinyal bahwa Hauge telah bangkit dan siap membantu Milan menghadapi pekan-pekan terakhir di Serie A musim ini.

Artikel Tag: Hauge, Milan, Serie A

Stekelenburg Berpotensi Absen Saat Ajax Jumpa AS Roma di Liga Europa

Stekelenburg Berpotensi Absen Saat Ajax Jumpa AS Roma di Liga Europa

Berita Liga Europa: Penjaga gawang Ajax Amsterdam yaitu Maarten Stekelenburg, berpotensi absen saat timnya menjamu AS Roma di leg pertama babak delapan besar Liga Europa Jumat (9/4) mendatang.

Kemungkinan absennya Stekelenburg di pertandingan tersebut muncul setelah kiper veteran berusia 38 tahun itu mengalami cedera ringan dalam laga Eredivisie kontra Heerenven akhir pekan kemarin.

Melansir dari Football Italia, Maarten Stekelenburg sebenarnya sudah dimasukkan dalam daftar starting elevenyang akan diturunkan oleh pelatih Erik ten Hag dalam pertandingan tersebut.

Namun karena sang kiper mengeluh sakit pada bagian lututnya, posisinya di bawah mistar pun kemudian digantikan oleh kiper muda berusia 21 tahun yakni Kjell Scherpen.

Jika kondisi Stekelenburg tak kunjung membaik dalam 2-3 hari mendatang, maka bisa dipastikan ia tidak akan bisa bereuni melawan AS Roma. Kebetulan Stekelenburg memang pernah berseragam Giallorossi selama dua musim yakni dari tahun 2011 hingga 2013.

Absennya Stekelenburg jelas menjadi kerugian besar bagi Ajax. Pasalnya raksasa Liga Belanda tersebut sudah kehilangan kiper utamanya lebih dulu yaitu Andre Onana, yang dilarang tampil selama satu tahun akibat gagal menjalani tes doping beberapa waktu yang lalu.

Dan sejauh ini penampilan Stekelenburg dalam menggantikan posisi Onana pun cukup menjanjikan.

Meski hampir berkepala empat, Stekelenburg mampu tampil prima dengan hanya kebobolan 7 gol saja dari 13 kali penampilannya di semua kompetisi.

Artikel Tag: Ajax, AS Roma, Liga Europa, Maarten Stekelenburg

Satya Wacana Dikalahkan Louvre, Ini Dia Penyebabnya

Satya Wacana Dikalahkan Louvre, Ini Dia Penyebabnya

Berita Basket Indonesia: Satya Wacana Saints Salatiga harus mengakui keunggulan Louvre Dewa United Surabaya dengan skor 58-69. Efri Meldy mengungkapkan faktor yang bikin timnya mengalami kekalahan.

Dalam pertandingan di Robinson Cisarua Resort, Rabu (31/3) siang WIB, tim besutan Efry Meldy yang dihuni pemain muda itu memang sempat memberikan perlawanan kepada Louvre. Bahkan mereka sempat memimpin dengan skor 42-40.Tapi, tim asal Salatiga tersebut banyak melakukan kesalahan yang membuat mereka harus pulang dengan tanpa kemenangan.

“Momentum yang sudah bagus jadi hilang karena anak-anak melakukan turn over. Transisi offense ke defense kami juga sering terlambat sehingga lawan mudah mencetak angka,’ kata pelatih Satya Wacana, Efri Meldy pada sesi wawancara secara virtual seusai pertandingan Dengan kekalahan tersebut, maka peluang The Saints untuk bisa lolos ke babak playoff pada IBL musim ini sangat kecil.

“Peluang kami kecil, tetapi saya ingin anak-anak bisa terus bermain bagus menghadapi siapa saja,” kata Meldy,” sebagaimana diberitakan situs resmi IBL.

Antoni Erga menjadi pemain yang mencetak angka terbanyak untuk The Saints dengan mencetak 19 poin. Lalu ditambah Henry Corneliys Lakay dengan 14 poin dan 8 rebounds serta Bryan Elang Praditia yang mencatat 10 poin dan 10 rebounds.

The Saints masih menyisakan empat laga menghadapi Pelita Jaya Bakrie (Senin 5 April), West Bandits Solo (Selasa 6 April), Satria Muda Petamina (Kamis 8 April) dan NSH Mountain Gold Timika (Jumat 9 April)

Artikel Tag: Satya Wacana Saints Salatiga, IBL 2021

Akhiri Paceklik Gol di Timnas Italia, Immobile Hilang Beban

Akhiri Paceklik Gol di Timnas Italia, Immobile Hilang Beban

Berita Sepak Bola Internasional: Ciro Immobile merasakan beban di pundaknya terangkat setelah ia akhirnya mengakhiri paceklik golnya di timnas Italia saat mereka menumbangkan Irlandia utara dengan skor 2-0 pada Kamis (25/03) malam waktu setempat.

Ciro Immobile nampaknya tidak berhenti mencetak gol untuk klubnya, Lazio akan tetapi kesulitan untuk meniru performa tersebut bersama timnas Italia. Ia bahkan mengaku frustasi karena hal tersebut.

Namun kini pemain 31 tahun tersebut bisa berlega hati setelah sukses menyarangkan golnya ke gawang Irlandia utara di pertandingan pertama kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup C.

Azzuri sukses menundukkan tamunya dengan skor 2-0, berkat gol Domenico Berardi dan Immobile di babak pertama.

“Saya merasa beban di pundak saya terangkat karena saya belum mencetak gol dari permainan terbuka selama satu setengah tahun bersama timnas Italia,”ujar sang striker via RAI Sport.

“Saya gagal di peluang pertama, kiper mencegah untuk kedua kalinya, jadi saya merasa frustasi dan saya terus berusaha hingga peluang ketiga akhirnya bisa masuk.

“Persaingan membuat anda lebih bertekad untuk bisa mencetak gol dan membantu tim. Gallo Belotti mencetak gol di pertandingan yang lalu, kali ini saya yang melakukannya jadi harus ada lebih banyak keyakinan di tim Italia.”

Lazio baru saja kehilangan pemain mudanya yang baru berusia 19 tahun, Daniel Guerini yang tewas karena kecelakaan mobil.

“Saya berbelasungkawa untuk Daniel dan keluarganya. Kemenangan ini dipersembahkan bagi mereka karena mereka sedang melalui sesuatu yang tidak akan anda harapkan.

“Kami semua terkejut dan sangat sedih dengan apa yang terjadi dengan pemain muda ini dan mengirimkan rasa duka cita kami pada keluarganya.”

Artikel Tag: Immobile, Italia, Lazio